Rules Vs Policies

1 06 2014

The main purpose we work everyday is to get salary to support our live as well as our family live. But, sometimes because of the situation, we often lost our grip and put too much attention to a condition involving human relationship as well the money involved in the process of finishing our work. To that, in order to avoid putting too much attention to people relationship or the money involved, a number of rules are setup.

Based on that, rules are meant to be used for avoiding conflict between people in a workplace. Rules are also meant to be used to make us understand what we have to do for our work. Furthermore, rules are meant to be used to say what is right and what is wrong during the process of finishing our work.

However, is a workplace working based only on rules?

If so, working place will be a heaven place to be. A couple of things can be working against rules. The number one thing that can work against rule is the policy (leader’s policy). Policy made often overrules the existing rules. For some, even the number of policies made amount to a number which can create confusion among workers, including confusion about the work to be finished, confusion which to be done and which to be left for others to do. With a policy, we also sometimes have to knowingly leave people to finish their work with incorrect procedures.

We knew that the one task of a leader is to make policies. But, how far a leader has to deliver this responsibility. One thing for sure, we want to keep the working balance in our workplace. From what I understand, if there are rules, then we have to follow. If there is no rule and a decision has to be made, then there is a responsibility for a leader to produce a policy. I can also say here that, if a leader produces too many policies even for the simplest matters, then he/she, can be said, is not anymore a LEADER or failed to be a LEADER, and he/she at the end only performs as a very common BOSS. A BOSS (red: a bad leader), even, sometimes, cannot recognize whether he/she is about to setup a policy or a general rule. At least, that is my current point of view for this matter.

So, are you a good LEADER or a good BOSS?

Advertisements




Nulis Huruf Jepang (日本語) Lagi, Horray!!

8 05 2014

Setelah sekian lama berpikir, mau nulis Bahasa Jepang gak bisa-bisa, ternyata ada juga tempatnya di internet. Tempatnya di Lexilogos – Words and Wonders of The World. Saya sudah coba mengetikkan Bahasa Jepang dari bahasa sederhana yang masih langsung teringat dan berikut adalah hasilnya. Menyenangkan sekali rasanya dan ke depan akan bisa menulis hal-hal yang lain lagi dalam Bahasa Jepang. Menghilangkan rindu dan mengembalikan memori-memori yang sempat hilang.

日本語を書けるように、いろいろ考えたのですが、

ネットのほうにこういうふうなキーボードがあつて、つぐ試して、こういうことを書いたのです。

うれしいです。なつかしいです。

これからいろいろなことが書けるようになります。

メモリーを戻せるようにもなります。

日本語 Horray!!





Rubik’s Tutorial

15 06 2011

Rubik’s Tutorial Part I (Indonesian)

Rubik’s Tutorial Part II (Indonesian)

Rubik’s Tutorial Part III (Indonesian)

Notasi:
L : Putar Baris Kiri Dari Rubik Searah Dengan Jarum Jam
L’ : Putar Baris Kiri Dari Rubik Berlawanan Arah Dengan Jarum Jam
R : Putar Baris Kanan Dari Rubik Searah Dengan Jarum Jam
R’ : Putar Baris Kanan Dari Rubik Berlawanan Arah Dengan Jarum Jam
U : Putar Baris Atas Dari Rubik Searah Dengan Jarum Jam
U’ : Putar Baris Atas Dari Rubik Berlawanan Arah Dengan Jarum Jam
D : Putar Baris BawahDari Rubik Searah Dengan Jarum Jam
D’ : Putar Baris Bawah Dari Rubik Berlawanan Arah Dengan Jarum Jam
F : Putar Baris Depan Dari Rubik Searah Dengan Jarum Jam
F’ : Putar Baris Depan Dari Rubik Berlawanan Arah Dengan Jarum Jam
B : Putar Baris Belakang Dari Rubik Searah Dengan Jarum Jam
B’ : Putar Baris Belakang Dari Rubik Berlawanan Arah Dengan Jarum Jam
f : Putar Dua Baris Depan Dari Rubik Searah Dengan Jarum Jam
f’ : Putar Dua Baris Depan Dari Rubik Berlawanan Arah Dengan Jarum Jam

L2 : Putar Baris Kiri Dari Rubik Searah Dengan Jarum Jam Sebanyak 2 Kali
Demikian juga berlaku untuk notasi-notasi R2, U2, D2, F2, B2, dan f2.

Langkah-langkah menyelesaikan permainan rubiks

Buat cross putih pada satu sisi rubiks dengan cube bagian tengah diset berwarna kuning
1. Lakukan kegiatan ini dengan intuisi dan bebas

Orientasikan warna cube bagian tengah dari satu sisi samping agar sama dengan warna dari cube di atasnya
2. Ini dilakukan dengan memutar-mutar baris bagian atas.
3. Setelah sama, lakukan F2
4. Ulangi Langkah 2 dan 3 untuk ketiga sisi samping yang lain.

Buat sisi yang memiliki cross putih menjadi putih semua dan buat baris yang dekat dengan sisi yang memiliki cross putih mempunyai warna yang sama dengan warna tengah sisi tersebut (buat bentuk T)
5. Letakkan sisi yang memiliki cross putih di bagian bawah
6. Cari baris bagian atas yang mempunyai corner cube warna putih
7. Putar baris bagian atas sehingga cube warna yang berseberangan dengan corner cube warna putih sama dengan warna tengah cube dari suatu sisi
8. Apabila corner cube warna putih berada di sebelah kanan dari cube warna maka lakukan RUR’
9. Apabila corner cube warna putih berada di sebelah kiri dari cube warna maka lakukan L’U’L
10. Apabila corner cube warna putih ada di sisi yang berlawanan dengan sisi cross putih lakukan RU2R’ terlebih dahulu

Menyamakan warna baris kedua rubiks
11. Cari cube tengah baris bagian atas yang tidak mengandung warna kuning
12. Putar baris bagian atas sehingga warna cube di bagian samping sama dengan warna cube tengah dari suatu sisi
13. Lihat warna dari cube tengah baris bagian atas yang menghadap ke atas dan cari sisi yang mempunyai warna cube tengah sama dengan warna cube tengah baris bagian atas yang menghadap ke atas tersebut
14. Apabila sisi yang mempunyai warna cube tengah tersebut berada di sebelah kiri lakukan U’L’ UL UF U’F’
15. Apabila sisi yang mempunyai warna cube tengah tersebut berada di sebelah kanan lakukan UR U’R’ U’F’ UF
16. Apabila terdapat cube tengah baris kanan atau kiri yang saling berseberangan antara satu sisi dengan sisi yang lain lakukan UR U’R’ U’F’ UF

Membuat cross kuning pada sisi bagian atas
17. Apabila cube kuning pada sisi bagian atas hanya terdapat pada center maka lakukan FRUR’U’F’fRUR’U’f’
18. Apabila cube kuning pada sisi bagian atas terdapat pada bagian center dan dua cube di atas/bawah dan di samping kiri/kanan (berbentuk huruf L), maka hadapkan huruf L tersebut ke arah kanan bawah dan lakukan fRUR’U’f’
19. Apabila cube kuning membentuk garis lurus yang melalui cube center, maka buat cube kuning garis lurus tersebut horisontal dan lakukan FRUR’U’F’

Membuat semua cube sisi atas berwarna kuning
20. Setelah melakukan proses itu, akan didapatkan sisi atas dengan gambar seperti pada Lampiran 1.
21. Pilih posisi hadap depan seperti yang ada pada gambar Lampiran 1 dan lakukan RUR’URU2R’
22. Lakukan berulang kali sampai semua cube sisi atas berwarna kuning

Mengorientasikan setiap corner pada baris bagian atas
23. Apabila satu sisi pada baris bagian atas sudah terorientasi warnanya, sisi yang sudah terorientasi dihadapkan ke kiri dan yang belum dihadapkan ke kanan, dan kemudian lakukan RU2R’U’RU2L’UR’U’L
24. Apabila semua cube pada baris bagian atas belum terorientasi, maka lakukan RU2R’U’RU2L’UR’U’L
25. Langkah 28 dan 29 dilakukan secara berulang-ulang sampai ditemukan suatu keadaan dimana satu sisi baris bagian atas sudah terorientasi dan tiga sisi lainnya dibaris bagian atas mempunyai cube bagian tengah yang berbeda warna dengan sisi masing-masing.

Finishing (menyamakan warna semua cube bagian atas)
26. Posisikan sisi yang semua cubenya sudah mempunyai warna sama, menghadap ke belakang
27. Untuk sisi-sisi yang lain, apabila setiap cube bagian tengah di baris bagian atas mempunyai warna yang sama dengan sisi di sebelah kanan (arah berlawanan dengan jarum jam) maka lakukan F2U’LR’F2RL’U’F2
28. Apabila setiap cube bagian tengah di baris bagian atas mempunyai warna yang sama dengan sisi di sebelah kiri (searah dengan jarum jam) maka lakukan F2ULR’F2L’RUF2

Selesai





Kolesterol Update

18 05 2010

Naik turunnya kolesteror itu biasa mungkin ya. Selama pemantauan yang dilakukan, gak pernah stabil. Padahal pola makan dan hidup rasanya tidak terlalu jauh beda dari hari ke hari.

10 Mei 2010
LDL (Low Density Lipoprotein) – 124 mg/dl
Trigliserida – 138 mg/dl
HDL (High Density Lipoprotein) – 41 mg/dl
Total Kolesterol – 193 mg/dl
Rasio Total Kolesterol thd HDL – 4,7 – H

22 Maret 2010
LDL (Low Density Lipoprotein) – 58 mg/dl
Trigliserida – 275 mg/dl – H
HDL (High Density Lipoprotein) – 38 mg/dl
Total Kolesterol – 152 mg/dl
Rasio Total Kolesterol thd HDL – 4,0

12 Pebruari 2010
LDL (Low Density Lipoprotein) – 100 mg/dl
Trigliserida – 150 mg/dl
HDL (High Density Lipoprotein) – 28 mg/dl – L
Total Kolesterol – 158 mg/dl
Rasio Total Kolesterol thd HDL – 5,6 – H

11 Januari 2010
LDL (Low Density Lipoprotein) – 84 mg/dl
Trigliserida – 142 mg/dl
HDL (High Density Lipoprotein) – 33 mg/dl
Total Kolesterol – 145 mg/dl
Rasio Total Kolesterol thd HDL – 4,4

25 November 2009
LDL (Low Density Lipoprotein) – 130 mg/dl
Trigliserida – 277 mg/dl – H
HDL (High Density Lipoprotein) – 28 mg/dl – L
Total Kolesterol – 213 mg/dl – H
Rasio Total Kolesterol thd HDL – 7,7 – H

Sebagai catatan pengingat, kondisi kolesterol yang bagus dan diharapkan bagi tubuh adalah sebagai berikut:

LDL (Low Density Lipoprotein) – Kolesterol Jahat – <150 mg/dl
Trigliserida – <150 mg/dl
Total Kolesterol – <200 mg/dl

HDL (High Density Lipoprotein) – Kolesterol Baik – 30 – 70 mg/dl

Rasio Total Kolesterol thd HDL – <4,5 (Laki-laki) dan <4,4 (Perempuan)
Rasio LDL thd HDL – 1 (Laki-laki) dan 1,5 (Perempuan)





Koresterol Update

23 03 2010

22 Maret 2010
LDL (Low Density Lipoprotein) – 58 mg/dl
Trigliserida – 275 mg/dl – H
HDL (High Density Lipoprotein) – 38 mg/dl
Total Kolesterol – 152 mg/dl
Rasio Total Kolesterol thd HDL – 4,0

12 Pebruari 2010
LDL (Low Density Lipoprotein) – 100 mg/dl
Trigliserida – 150 mg/dl
HDL (High Density Lipoprotein) – 28 mg/dl – L
Total Kolesterol – 158 mg/dl
Rasio Total Kolesterol thd HDL – 5,6 – H

11 Januari 2010
LDL (Low Density Lipoprotein) – 84 mg/dl
Trigliserida – 142 mg/dl
HDL (High Density Lipoprotein) – 33 mg/dl
Total Kolesterol – 145 mg/dl
Rasio Total Kolesterol thd HDL – 4,4

25 November 2009
LDL (Low Density Lipoprotein) – 130 mg/dl
Trigliserida – 277 mg/dl – H
HDL (High Density Lipoprotein) – 28 mg/dl – L
Total Kolesterol – 213 mg/dl – H
Rasio Total Kolesterol thd HDL – 7,7 – H

Sebagai catatan pengingat, kondisi kolesterol yang bagus dan diharapkan bagi tubuh adalah sebagai berikut:

LDL (Low Density Lipoprotein) – Kolesterol Jahat – <150 mg/dl
Trigliserida – <150 mg/dl
Total Kolesterol – <200 mg/dl

HDL (High Density Lipoprotein) – Kolesterol Baik – 30 – 70 mg/dl

Rasio Total Kolesterol thd HDL – <4,5 (Laki-laki) dan <4,4 (Perempuan)
Rasio LDL thd HDL – 1 (Laki-laki) dan 1,5 (Perempuan)





Knowledge Base Society

8 03 2010

Saya sering mendengar istilah Knowledge Base Society, khususnya kalau ada diskusi tentang bagaimana masyarakat di negara maju mengelola kegiatannya sehari-hari. Salah satu definisi Knowledge Base Society yang saya temukan di internet adalah bahwa masyarakat berbasis pengetahuan (knowledge-based society) adalah suatu tipe masyarakat diperlukan untuk bersaing dan berhasil dalam merubah dinamika ekonomi dan politik yang terus berkembang dalam dunia modern sekarang ini. Kelompok masyarakat seperti ini menunjuk pada masyarakat yang berpendidikan dan yang oleh karena itu tergantung pada pengetahuan anggotanya dalam mempercepat inovasi, keduniausahaan dan perkembangan perekonomian kelompok masyarakat tersebut.

Terkait dengan hal ini, dalam suatu perkuliahan yang pernah saya tekuni mengenai pengetahuan (knowledge) disebutkan bahwa contoh suatu pengetahuan kalau dituliskan dalam bentuk notasi adalah seperti ini:
IF A THEN B
IF A AND B THEN C
IF A OR B THEN C
yang artinya bahwa suatu keadaan akan berakibat pada keadaan yang lain. Suatu alasan akan mendasari suatu pemilihaan solusi tertentu. Suatu keadaan di masa yang lampau akan mempengaruhi keadaan yang akan datang. Suatu sebab akan mempunyai akibat.

Mungkin di sini, saya ingin menghubungkan contoh-contoh notasi pengetahuan yang disebutkan di atas dengan konsep knowledge base society. Bahwa dalam melakukan kegiatannya sehari-hari baik di rumah ataupun di luar rumah, kelompok masyarakat yang sudah bisa dikatakan sebagai kelompok knowledge base society, sudah bisa dan biasa menerapkan aturan-aturan yang berdasarkan pada pengetahuan-pengetahuan umum yang ada, baik yang bersifat ilmiah, pengalaman ataupun common sense. Kelompok masyarakat seperti ini akan selalu mencari alasan atas apa yang sudah dan akan diputuskan atau diperbuat, apa yang sedang dilaksanakan orang lain baik tetangga, organisasi, maupun kepemerintahan yang ada, sebagai bagian dari penerapan pengetahuan yang ada.

Beberapa hal di masyarakat menyebabkan saya menyimpulkan bahwa baru sebagian masyarakat Indonesia yang sudah bisa disebut masyarakat yang berbasis pengetahuan. Kelompok-kelompok yang masih berpendidikan rendah khususnya, banyak melakukan dan menerapkan sesuatu kadang-kadang tanpa mengetahui kenapa mereka harus melakukan itu. Jangankan kelompok masyarakat berpendidikan rendah, masyarakat berpendidikan tinggipun, saya lihat kadang-kadang tidak tahu apa yang sebenarnya sedang dilakukannya sekarang dan untuk apa melakukan hal itu. Secara moral lagi, dengan adanya kasus peradilan yang sudah teratasi antara KPK, Kepolisian dan Kejaksaan, menandakan bahwa kegiatan yang mereka lakukan seakan tidak mengindahkan bahwa apa yang mereka lakukan akan berakibat pada keadaan atau kegiatan yang lain berikutnya. Memutuskan untuk menahan seseorang, memutuskan untuk mengatakan bahwa ada fakta pendukung, tentu akan berakibat pada kegiatan yang lain.

Dilihat dari segi notasi pengetahuan yang disebutkan di atas ‘IF A THEN B’, maka sebenarnya banyak juga yang telah menerapkan pengetahuan dalam kehidupan mereka sehari-hari, termasuk kasus KPK, Kepolisian, dan Kejaksaan yang sudah terselesaikan tersebut. Tetapi konteksnya kemungkinan saja salah. Bisa saja konsepnya menjadi seperti ini:
IF A THEN ‘AKU’ B
IF A AND B THEN ‘AKU’ C
IF A OR B THEN ‘AKU’ C
Jadi mungkin ada keakuannya kental sehingga konsep notasi umum yang disebutkan di atas menjadi sedikit rancu.

Bercermin kepada hal-hal yang terjadi di dunia sekarang ini, saya sendiri melihat, bahwasannya negara-negara maju dan negara-negara yang sedang menuju arah maju, sekarang ini sedang berusaha untuk menjadikan masyarakatnya suatu masyarakat yang berbasis knowledge base. Dengan membentuk kelompok masyarakat seperti itu, pemerintahnya tidak akan terlalu sibuk, karena yang menggerakkan kehidupan masyarakatnya adalah masyarakat itu sendiri.

Kalau Indonesia mau dikatakan termasuk negara yang menuju arah maju, pemahaman tentang knowledge base society ini mungkin sebaiknya lebih didalami dan dipahami. Unsur masyarakat seperti misalnya orang tua, tokoh masyarakat dan yang paling khusus para pendidik baik guru maupun dosen, seharusnya lebih memahami tentang ini, karena kalau tidak individu-individu yang menjadi harapan bangsa akan tumbuh tanpa mempunyai pengetahuan yang mencukupi atau mempunyai pengetahuan tetapi pengetahuan yang salah. Karena belakangan ini juga saya mendengar banyak tenaga pendidik, yang fungsi utamanya secara khusus adalah untuk menambah pengetahuan para siswanya, melakukan hal-hal yang tidak sesuai dan menerapkan berbagai kegiatan dengan notasi:
IF A THEN ‘AKU’ B
IF A AND B THEN ‘AKU’ C
IF A OR B THEN ‘AKU’ C
Jadi akunya lebih menonjol. Seperti misalnya, kalau ilmu yang diperlukan diajarkan semua di kelas, aku tidak dapat proyek untuk membuka les. Kalau ilmu yang diperlukan diajarkan semua di kelas, anak didikku yang les dengan aku tidak dapat nilai tertinggi di kelas. Yang seharusnya ada kalau melihat konsep IF A THEN B, adalah kalau ilmu yang diperlukan diajarkan semua di kelas, anak didikku akan menjadi anak yang pintar semua.

Knowledge Base Society menurut pandangan saya sebenarnya merupakan konsep yang sangat bagus sekali yang mengijinkan kita semua untuk menjadi orang pintar, orang jujur, orang bijaksana, dan orang yang berwawasan. Kalau setiap orangnya dari penduduk Indonesia bisa mengacu pada Knowledge Base Society (tanpa konsep ‘AKU’), tentu semuanya akan menjadi baik dan Indonesia akan menjadi negara yang besar dan maju.

Demikian dan semoga bisa menjadi bahan renungan.





TIPS: Menurunkan Kolesterol

4 01 2010

Beberapa bulan belakangan ini, kata kolesterol terus saja muncul dalam pikiran saya. Dimulai dari cek up tahunan yang saya lakukan dan ini kali kedua saya sudah dinyatakan mempunyai tingkat kadar yang tinggi untuk kolesterol jahat (LDL) dan trigliserida dan tingkat kadar yang rendah untuk kolesterol baik (HDL). Tetapi ternyata keadaan kolesterol saya bisa naik turun, seiring dengan perubahan pola hidup dan makan yang saya lakukan. Berikut keadaan saya saat cek up terakhir:

10 Mei 2010
LDL (Low Density Lipoprotein) – 124 mg/dl
Trigliserida – 138 mg/dl
HDL (High Density Lipoprotein) – 41 mg/dl
Total Kolesterol – 193 mg/dl
Rasio Total Kolesterol thd HDL – 4,7 – H

22 Maret 2010
LDL (Low Density Lipoprotein) – 58 mg/dl
Trigliserida – 275 mg/dl – H
HDL (High Density Lipoprotein) – 38 mg/dl
Total Kolesterol – 152 mg/dl
Rasio Total Kolesterol thd HDL – 4,0

12 Pebruari 2010
LDL (Low Density Lipoprotein) – 100 mg/dl
Trigliserida – 150 mg/dl
HDL (High Density Lipoprotein) – 28 mg/dl – L
Total Kolesterol – 158 mg/dl
Rasio Total Kolesterol thd HDL – 5,6 – H

11 Januari 2010
LDL (Low Density Lipoprotein) – 84 mg/dl
Trigliserida – 142 mg/dl
HDL (High Density Lipoprotein) – 33 mg/dl
Total Kolesterol – 145 mg/dl
Rasio Total Kolesterol thd HDL – 4,4

25 November 2009
LDL (Low Density Lipoprotein) – 130 mg/dl
Trigliserida – 277 mg/dl – H
HDL (High Density Lipoprotein) – 28 mg/dl – L
Total Kolesterol – 213 mg/dl – H
Rasio Total Kolesterol thd HDL – 7,7 – H

Sebagai catatan pengingat, kondisi kolesterol yang bagus dan diharapkan bagi tubuh adalah sebagai berikut:

LDL (Low Density Lipoprotein) – Kolesterol Jahat – <100 mg/dl
Trigliserida – <130 mg/dl
Total Kolesterol – <200 mg/dl

HDL (High Density Lipoprotein) – Kolesterol Baik – >60 mg/dl

Rasio Total Kolesterol thd HDL – <3,4 (Laki-laki) dan <3,3 (Perempuan)
Rasio LDL thd HDL – 1 (Laki-laki) dan 1,5 (Perempuan)

Belum lagi, saat teman-teman SMA bertemu akhir tahun lalu, ada yang menanyakan pilihan makanan saya saat kami makan bareng. Setelah dicermati ternyata apa yang saya lakukan selama ini memang berpotensi untuk meningkatkan kadar kolesterol di badan saya. Dengan berdasarkan pada backgroud tersebut dan setelah mencari-cari bermacam-macam tulisan di internet, saya mendapatkan beberapa informasi terkait dengan kolesterol ini. Tulisan ini sekedar mengingatkan diri sendiri agar bisa sedikit demi sedikit mempunyai rancangan terhadap pola hidup yang ingin dijalani dalam menurunkan kadar kolesterol dalam darah di badan saya.

Dari hasil pencarian, untuk menurunkan kolesterol, banyak yang memfokuskan diri dengan mengatur diet. Memang diet ini merupakan porsi yang sangat besar dan menyita pikiran, karena sering kali kita tidak bisa mengatakan ‘tidak’ pada makanan yang enak. Tetapi selain pola diet tersebut, ada juga beberapa informasi yang kelihatannya perlu untuk dirancang dengan baik untuk menghindari kolesterol. Berikut ini adalah beberapa hal yang terkait dengan bagaimana kita bisa menurunkan kadar kolesterol dalam darah kita:

1. Mengatur Diet

2. Berolahraga Secara Rutin

3. Menghindarkan Stres Dari Pikiran

4. Cek Up Rutin

5. Mengkonsumsi Obat-Obatan Yang Dianjurkan Dokter

6. Berhenti Merokok

7. Tidak Minum Minuman Beralkohol Secara Berlebihan

8. Menjaga Berat Badan

Dalam tulisan ini saya tidak akan membahas poin 4, 5, 6, 7, dan 8, karena sampai saat ini saya dapat dengan mudah melakukan kelima hal yang disebutkan di atas tersebut. Tentunya saya bersyukur sekali atas hal ini.

Sedangkan item 1 sampai 3 memerlukan suatu usaha dan rancangan pola hidup khusus agar tujuan yang utama dalam mengendalikan kolesterol bisa terlaksana. Poin ke-3 di atas, tentang menghindarkan stres dari pikiran, cara untuk melakukannya tentu berbeda dari orang ke orang. Dan setiap orang mempunyai suatu perilaku atau sifat khusus yang mempengaruhi cara pengelolaan stress. Secara alami, ada orang yang sangat cuek, tidak begitu banyak memikirkan permasalahan yang dihadapi, dan ada juga secara alami, orang yang selalu memikirkan hal-hal yang terjadi pada dirinya. Untuk orang yang jenis terakhir ini, tentu akan susah sekali untuk melaksanakan poin ke-3 di atas. Tetapi ada satu hal yang sering dan banyak dilakukan orang dalam mengelola stres. Hal tersebut adalah dengan melakukan yoga/meditasi. Saya sendiri belum memulai yoga/meditasi ini, tetapi dalam waktu dekat mudah-mudahan saya bisa meluangkan waktu untuk itu.

Poin ke-2 di atas juga merupakan hal yang sangat tergantung dari kondisi fisik dan juga umur seseorang. Makin bertambahnya umur, mengurangi kemampuan kita untuk melakukan olah raga-olah raga yang bersifat ekstrim. Seperti halnya poin ke-3, orang terlahir juga ada yang mempunyai sifat alami yang suka berolah raga. Tetapi di balik itu, ada juga orang yang secara alami tidak begitu dekat ataupun tidak begitu mampu untuk berolahraga keras. Dalam hal olah raga ini, saya belakangan ini banyak melakukan jalan cepat atau jogging kecil, karena secara alami saya bukan tipe olahragawan dan dari segi umur dan waktu juga tidak bisa melakukan kegiatan olahraga yang menguras banyak tenaga. Mudahan-mudahan jalan cepat atau jogging kecil ini sudah mencukupi untuk memenuhi kebutuhan akan olah raga saya.

Sedangkan point pertama, mengatur diet, adalah hal-hal yang paling banyak saya temukan di interet terkait dengan pengaturan koleterol. Berikut adalah beberapa ringkasan yang bisa saya ambil:

1. Beberapa makanan berfungsi untuk menurunkan kolesterol jahat

Makanan dari Kedelai/Kacang Soya (Tempe, Tahu, Susu Kedelai), Ikan (Tuna, Salmon – Penurun Trigliserine, Makarel, Herring, Sarden, Tuna Albacore), Sayuran (Kacang, Labu, Jamur Shitake, Bawang, Tomat, Terung, Jahe, Collard, Wortel, Bawang Putih, Kunyit, Funegreek, Artichoke), Buah-Buahan (Mangga, Apel, Blueberry, Cranberry, Anggur, Avogado, Jambu Batu, Buah Kering, Buah Zaitun, Buah Pir, Kismis, Prune), Kacang-kacangan (Cinnamon, Biji Rami, Almond, Kenari, Biji Labu, Kacang Tanah, Kuaci Tawar, Kacang Ginjal), Beras Merah, Gandum/Oat, Cokelat Hitam, Barley, Teh Hitam, Teh Hijau, Minyak Zaitun, Canola Oil.

2. Beberapa makanan berfungsi untuk meningkatkan koleterol baik atau menurunkan kolesterol jahat tanpa mengganggu keadaan kolesterol baik

Kacang Soya, Minyak Zaitun, Sterol/Stenol Tumbuhan, Salmon, dan Avocado.

3. Beberapa makanan mengandung zat penting u/ pemrosesan kolesterol

Bayam (melindungi arteri dari kolesterol dengan membentuk lapisan pelindung) dan Teh (menjaga pembuluh darah tetap rileks dan mencegah sumbatan).

4. Beberapa makanan mengandung kadar kolesterol tinggi

Mentega, Es Krim, Daging Berlemak, Keju, Susu, Kuning Telur, Jerohan (Otak, Usus, Hati, Paru dll), Kulit Ayam, Gajih Sapi, Gajih Kambing, Sosis Daging, Kepiting, Udang, Kerang/Siput, Belut, Santan Kelapa, Susu Sapi, Susu Sapi Cream, Kerang Putih/Tiram/Remis, Cumi-cumi, Telor Burung Puyuh, Telur, Caviar, Roti, Cake, Cookies

5. Cara mengolah makanan untuk mengendalikan kolesterol

Tidak memasak dengan minyak jenuh, ganti dengan minyak jagung, minyak biji matahari, minyak kacang, atau minyak biji kapas. Sebaiknya memasak dengan dikukus, direbus, ditumis, dipanggang, atau dibakar, tanpa digoreng. Makan sayuran mentah. Tidak memasak daging dengan lemaknya, seperti kulit ayam. Tidak memasak dengan bahan makanan yang sudah diproses seperti ikan asin, courned beef, atau sosis. Ganti penggunaan santan kelapa dengan dengan susu tanpa lemak atau minyak kemiri. Untuk minyak zaitun, kalau bisa hindari yang ‘light’, gunakan yang ekstra murni.

6. Pola makan juga mempengaruhi pengelolaan kolesterol

Minimal makan ikan dua kali seminggu, minum suplemen minyak ikan, makan daging maksimum 3-4 kali/minggu dan tiap hari tidak melebihi 100 gram, makan kuning telur tidak lebih dari 1-5 butir seminggu, makan ikan dan ayam sebagai pengganti daging dan telur, lebih banyak makan kacang-kacangan dari hasil olahan seperti tahu dan tempe, makan pagi (1 porsi resep makan pagi, buah atau snack, nasi, 1 porsi lauk hewani, 1 porsi lauk nabati, 1 porsi sayuran, lalapan, dan dessert buah), makan siang (buah atau snack), makan malam (nasi, 1 porsi lauk hewani, 1 porsi lauk nabati, 1 porsi sayuran, salad, dan buah), makan secukupnya tidak berlebihan walaupun makanan tersebut dapat mengurangi kolesterol jahat maupun meningkatkan kolesterol baik.

Beberapa ulasan terkait dengan kolesterol

1. Jenis Lemak

Asam Lemak Jenuh (Minyak Kelapa, Daging Berlemak, Kulit Ayam, Susu ‘Full Cream’, Keju, Mentega, Kelapa, Minyak Inti Sawit, Minyak Kelapa Sawit), Asam Lemak Tak Jenus Tunggal (Alvocado, Margarine, Minyak Kacang Tanah, Minyak Zaitun, Minyak Biji Kapas), Asam Lemak Tak Jenuh Ganda (Minyak Wijen, Margarine, Minyak Kacang Kedelai, Minyak Jagung, Minyak Biji Matahari)

2. Penyakit Jantung Koroner

Penyakit jantung koroner disebabkan oleh semakin tuanya dan memburuknya kondisi alat-alat tubuh oleh bermacam-macam faktor seperti tekanan darah tinggi, merokok, kolesterol yang meningkat dalam darah, yang menyebabkan pembuluh darah menyempit dan tersumbat. Langkah-langkah yang bisa diambil untuk memperlambat penyakit jantung koroner adalah Berhenti Merokok, Perhatikan Tekanan Darah (120 mmHg Sistolik dan 80 mmHg Diastolik), Perhatikan Kolesterol, Perhatikan Diabetes, Perhatikan Berat Badan, dan Kurangi Stres.

3. Penyakit Diabetes Millitus

Tanda awal bahwa seseorang mendirea DM atau kencing manis adalah meningkatnya kadar gula darah yang normalnya adalah 70-150 mg/dl dan air seni (urine) mengandung gula (glucose) – tandanya urine sering dikerubuti semut. Diagnosa diabetes dapat diketahui dengan melihat hasil pemeriksaan gula darah puasa (normalnya <125 mg/dl), gula darah 2 jam setelah puasa (normalnya <180mg/dl), pemeriksaan gula darah random (normalnya <140mg/dl). Tanda-tanda lain adalah: Jumlah urine yang dikeluarkan lebih banyak, sering atau cepat merasa haus/dahaga, lapar yang berlebihan dan makan banyak, frekuensi urine meningkat atau kecing terus, kehilangan berat badan yang tidak jelas sebabnya, kesemutan/mati rasa pada ujung syaraf di telapak tangan dan kaki, cepat lelah dan lemah setiap waktu, mengalami rabun penglihatan secara tiba-tiba, apabila luka/tegores – lambat penyembuhannya, mudah terkena infeksi terutama pada kulit. Pengendalian berat badan sangat banyak berpengaruh pada penyakit diabetes militus.

4. Penyakit Asam Urat

Penyakit asam urat disebabkan karena meningkatnya kadar asam urat dalam darah. Kadar asam urat yang normal untuk wanita adalah 2,4 – 6,0, untuk pria adalah 3,0 – 7,0. Gejala dari penyakit asam urat adalah kesemutan dan linu, nyeri terutama malam hari atau pagi hari saat bangun tidur, sendi yang terkena asam urat terlihat bengkak, kemerahan, panas dan nyeri luar biasa pada malam dan pagi hari. Cara menghindari penyakit asam urat adalah dengan minum air putih sebanyak mungkin. Bahan makanan yang berpotensi untuk meningkatkan asam urat adalah Jeroan (hati, ginjal, limpa, babat, usus, paru dan otak), makanan laut seperti udang, kerang, cumi, dan kepiting. Makanan kaleng: kornet, sarden dan ekstrak daging, telur, kaldu atau kuah daging yang kental, dan makanan lain seperti emping, melinjo, kangkung, bayam, daun singkong, daun jambu mete, asparagus, buncis dan kembang kol, kacang-kacangan seperti Kacang Tanah, Kacang Hijau, Kacang Kedelai, Tempe, Tauco, Tauge, Oncom, dan Susu Kedelai, Buah-buahan seperti durian, avocado, nanas, air kelapa, dan jus sirsak.

Kalau dilihat di sini ada beberapa makanan yang saling bertolak belakang kasiatnya antara Asam Urat dan Kolesterol seperti Bayam, Kacang Tanah, Kacang Kedelai, Tempe, Susu Kedelai, dan Avocado. Untuk jenis makanan seperti ini, prinsip ‘makan secukupnya’ patut untuk diterapkan.

Sumber: Dari Berbagai Sumber