Sparkling Korea: Off I Go

25 04 2010

Atas kesempatan yang diberikan kantor, saya akhirnya pergi ke Korea Selatan dalam mengikuti Joint Meeting on Management of Statistical Information Systems. Tidak memperkirakan, bahwa akan pergi ke suatu tempat yang kemungkinan Bahasa Inggris tidak nyambung dan Bahasa Koreanya pun tidak mudeng. Dengan berbagai persiapan, akhirnya hari ini saya berangkat juga dan pagi dini hari sekali pesawat sudah take off. Sudah tiga jenis pengalaman selama perjalanan hari ini, yang membuat saya berdebar-debar.

Pertama: BEBAS FISKAL, setelah sekian lama sering membicarakan kita bisa bebas bayar fiskal dalam melakukan perjalanan luar negeri, kalau sudah mempunyai NPWP. Eh, tahunya saya sendiri lupa membawa NPWP saya. Dengan berbagai cara, akhirnya saya bisa meminta petugas fiskal untuk mencari NPWP saya dengan keyword nama saya. Nah, di sini lah sesuatu yang lucu muncul. Saya pernah menulis tentang “Punya 3 NPWP, Apa Kata Dunia?“. Ternyata, setelah di-search dengan keyword nama saya, muncullah ketiga NPWP itu. Tadinya petugas fiskal, tidak mau memberikan bebas fiskal karena curiga saya tidak punya NPWP. Nah, setelah tahu saya punya 3 NPWP, petugas tersebut, tidak bisa untuk tidak membebaskan fiskal ke luar negeri saya. Di akhir, dia cuman nanya “NPWP mana yang dipakai?”🙂

Kedua: Sebelum masuk ke dalam pesawat, petugas imigrasi menghampiri saya menanyakan masalah visa keberangkatan saya. Saya tahu saya tidak punya visa. Tapi kantor sudah memastikan itu tidak akan menjadi masalah. Setelah sekian lama, petugas imigrasi tersebut berdiskusi dengan seseorang melalui telpon, 10 menit sebelum boarding, petugas tersebut akhirnya memberi sign, bahwa saya bisa berangkat, dan visa akan diberikan pada saat tiba di Korea.

Ketiga: Tempat pelaksanaan Joint Meeting ada di Daejeon, sebuah kota yang berjarak sekitar 3 jam perjalanan dengan bus, dari Seoul. Dari Incheon Intl Airport sampai di Bus Stop Daejeon, tidak ada masalah. Setelah turun dari bus inilah yang menjadi masalah. Saya sudah mempersiapkan peta tempat pelaksanaan dan posisinya dari bus stop. Tetapi karena petanya tertulis dalam Bahasa Inggris, semua orang Korea yang saya tanyai, satupun tidak bisa memberikan penjelasan yang pasti. Orang pertama menunjuk ke arah yang benar-benar berlawanan dengan orang kedua. Supir taksi juga tidak mau mengantar. Di akhir, dengan bantuan sepasang muda mudi, saya akhirnya bisa memastikan posisi tempat meeting. Mereka kemudian juga membantu menjelaskan pada supir taksi tentang posisinya. Supir taksi itupun akhirnya bisa memastikan wilayahnya. Akan tetapi yang terjadi adalah, sesampai di sekitar wilayah tersebut, saya berkeliling keliling blok karena tidak tahu persis yang mana gedungnya. Akhirnya, daripada keliling-keliling, saya memutuskan untuk turun. Untuk mengatakan mau turun dari taksi saja susahnya minta ampun. Dengan berbagai bahasa isyarat, akhirnya saya bisa turun dan jalan sendiri sekitar blok untuk bertanya-tanya satu gedung demi satu gedung. Dan akhirnya beginilah, saya bisa sampai di tempat penginapan, dan menuliskan cerita ini.

Besok sudah mulai meetingnya, slide sudah disiapkan, tinggal presentasinya saja yang perlu dilancarkan. Sebagai informasi, tema yang akan saya bawakan di joint meeting ini adalah Software System for Survey and Census, yang pada intinya membahas beberapa modul software untuk memperlancar kegiatan survey atau sensus seperti online interaction system dan document handling system, modul untuk mengolah data lapangan menjadi data elektronik, dan beberapa modul untuk memastikan data yang terekam benar-benar akurat. Khusus untuk modul terakhir ini, designnya dibuat dengan memanfaatkan technology rule base system, metode kecerdasan buatan, dan data warehouse technology.

Mudah-mudahan presentasi besok bisa berjalan dengan lancar. Lihat juga tulisan saya terkait kegiatan selama kegiatan Joint Meeting di Daejeon (MSIS Meeting in Korea) dan jalan-jalan saya ke ibukota Korea Selatan, Seoul (A Trip in Seoul).


Actions

Information

2 responses

11 02 2011
Yudi Agusta

Kelihatannya VoA ya…… Karena dapetnya saat sampai di Seoul

31 10 2010
Aryani

Salam kenal Pak Yudi.
Visa yg Bapak gunakan apakah Visa on Arrival?
Saya pernah batal ke Swiss krn visa telat dr embassy. Ketika mengajukan VoA tidak bisa, katanya krn Indonesia tdk termasuk negara yg bisa VoA😦

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: