An Amazing Trip to Jogjakarta

12 01 2010

Akhirnya kesampaian juga keinginan untuk melihat Borobudur dan Prambanan. Memanfaatkan kegiatan meeting kantor dan hari libur sebelum Natal dan Tahun Baru 2010, saya sekeluarga bersama nenek dan kakeknya Aya dan Kiya, bertamasya ke Jogjakarta yang tujuan utamanya adalah melihat secara langsung Candi-Candi yang banyak terdapat di daerah tersebut. Hampir semuanya, kecuali mamanya anak-anak, belum pernah mengunjungi candi-candi tersebut. Jadilah tamasya ini sebagai media untuk menghapus keingin tahuan akan karya candi yang sudah sangat terkenal ini.

Kami merencanakan 4 hari tamasya di Jogja, dengan perencanaan yang tidak begitu banyak, hanya tiket pesawat yang kami sudah pesan jauh-jauh hari. Hotel baru saya cari setelah saya berada di Jogja, yang ternyata menyulitkan sekali, karena hotel di dekat Malioboro rata-rata sudah terbooking penuh semua. Dengan berbagai usaha, akhirnya kami mendapatkan satu hotel – Hotel Matahari – yang berada sedikit keluar dari wilayah Malioboro.

Hari pertama kami di Jogja, kami isi dengan berkeliling kota Jogja, dengan dipandu oleh tukang becak, yang mengantarkan kami ke berbagai butik batik yang ada di sekitar keraton Jogja. Kami mengunjungi beberapa toko di sana dan membeli berbagai jenis pakaian batik. Menjelang sore kami menyempatkan diri untuk singgah di toko buku dekat Malioboro dan membeli oleh-oleh makanan – Phia Pathok – di pabrik yang menjadi langganan bapak tukang becak. Sore hari ini, perjalanan diakhiri dengan makan malam di lesehan Malioboro, yang sedikit unik, di emperan toko dengan duduk duduk di lantai pejalan kaki.

Keesokan harinya, kami sudah merencanakan suatu trip untuk mengunjungi beberapa situs penting. Salah satunya adalah Candi Prambanan. Candi Prambanan ada di perbatasan timur Jogja dan Jawa Tengah. Candi-candi yang ada di sana sudah banyak yang runtuh, tetapi yang tersisa pun memberi perasaan magis yang membuat saya berpikir, bagaimana orang-orang jaman dulu meluangkan waktu dan tenaga mereka untuk membangun karya seperti itu. Berikut ini ada beberapa foto kami di dalam Candi Prambanan.

Prambanan - Candi 3Prambanan - Candi 4Prambanan - Candi 2Prambanan - Candi 1

Setelah puas melihat-lihat candi Prambanan, kami melanjutkan perjalanan ke Solo, dengan tujuan untuk mengunjungi Keraton Solo dan Pasar Klewer dalam usaha kami mencari pakaian batik. Sesampai di Solo, kami agak sedikit kecewa, karena hari itu hari Jumat, dan kami diberitahu bahwa Keraton Solo ditutup pada Hari Jumat. Dalam kekecewaan kami, kami berusaha mengabadikan kunjungan kami di depan keraton. Karena asiknya berfoto seakan melihat benda yang asing sekali dan dengan sedikit ber-nego dengan penjaga pintu, kami sekeluarga diijinkan juga masuk ke dalam keraton, yang istimewanya kami masuk dari pintu gerbang, darimana biasanya sultan solo dan para tamunya keluar masuk setiap harinya. Kami tidak menyia-nyiakan kesempatan itu dan mengambil beberapa foto.

Keraton Solo - Semua 2Keraton Solo - Semua

Setelah puas berfoto di keraton, kami pergi ke Pasar Klewer untuk mencari batik. Tetapi ternyata, suasana di Pasar Klewer, tidak begitu nyaman untuk dipakai berbelanja. Lorongnya sedikit sempit dan orang yang lalu lalang lumayan ramai. Kami tidak bisa memilih pakaian batik yang kami inginkan dengan santai. Tetapi walaupun begitu, kami akhirnya pulang juga dengan beberapa pakaian batik di tangan kami. Dalam perjalanan pulang dari Solo, kami menyempatkan diri untuk pergi singgah ke Kaliurang. Di Kaliurang kami menyaksikan bagaimana tingginya Gunung Merapi, dan menyaksikan gunung tersebut dari dekat, sambil menikmati salak pondoh yang kami dapatkan di sana dan lumayan manis-manis. Berikut beberapa foto kami saat berada di Kaliurang.

Kaliurang - GunungKaliurang - SemuaKaliurang - Aya Kiya MumKaliurang - Aya Kiya Dad

Hari kedua kami di Jogja sudah berakhir. Sambil menikmati malam kami di hotel dengan berenang, kamipun merencanakan perjalanan kami keesokan harinya. Hari berikutnya, kami berencana untuk mengunjungi Candi Borobudur dan Dataran Tinggi Dieng. Setelah istirahat cukup, kamipun bersiap-siap berangkat ke Candi Borobudur. Sambil ke Candi Borobudur kami juga menyempatkan diri untuk singgah di Candi Mendut. Kami mengabadikan kunjungan kami di Candi Mendut dengan beberapa foto.

Mendut - Candi 1Mendut - Candi 2

Dari Candi Mendut, akhirnya kamipun berangkat menuju Candi Borobudur, yang memang menjadi tujuan utama kami berkunjung ke Jogjakarta. Rasanya aneh sekali sebagai orang Indonesia yang sudah tinggal lama di Indonesia, baru pertama kali berkunjung ke Candi Borobudur. Sementara orang luar yang berkunjung ke Indonesia, banyak yang sengaja meluangkan waktu untuk berkunjung ke candi ini. Kesempatan kami untuk berkunjung tidak kami sia-siakan. Kami menikmati sekali kunjungan kami, mulai dari berkeliling dengan kereta, naik ke candi dan berusaha untuk berkeliling di setiap levelnya, mengambil bagian tubuh Budha yang ada di bagian atas candi, dimana katanya kalau wanita harus menyentuh jari manis sedangkan laki-laki harus menyentuh dada – kalau gak salah. Itupun kami semua coba lakukan. Candi Borobudur memang candi yang besar, karya yang megah, dan sangat menyenangkan sudah bisa berkunjung ke situs tersebut. Berikut beberapa foto kami di area dan di atas Candi Borobudur.

Borobudur - KeretaBorobudur - Candi 7Borobudur - Candi 6Borobudur - Candi 5Borobudur - Candi 4Borobudur - Candi 3Borobudur - Candi 2Borobudur - Candi 1

Puas dengan kunjungan kami ke Borobudur, kami melanjutkan perjalanan ke Dataran Tinggi Dieng. Perjalanan kami cukup panjang, dan harus melalui beberapa ruas jalan yang sempit dan ada satu ruas jembatan yang masih terbuat secara temporary dari kayu. Hal tersebut tidak menghalangi kami untuk mengetahui dataran tinggi tersebut. Sesampai di sana, betapa terkejutnya kami, karena ternyata suhu udara di Dieng ini cukup dingin. Beruntung sekali kami sudah mempersiapkan diri dengan jaket dan syal. Maminya anak-anak lupa membawa syal, akhirnya merasakan juga udara dingin yang secara langsung terasa di badan. Ada banyak hal yang bisa dilihat di dataran tinggi ini. Tetapi karena waktu yang sudah mulai sore, kami hanya sempat mengunjungi Candi Dieng, Museum Dieng Kailasa, dan Kawah Sikidang. Kami juga melihat-lihat bunga edelweis yang dijual dalam bentuk vas di sana. Berikut beberapa foto kami di candi.

Dieng - Candi 5Dieng - Candi 4Dieng - Candi 3Dieng - Candi 2Dieng - Candi 1Dieng - MamaDieng - BungaDieng - Museum

Kami juga menyempatkan diri untuk pergi ke Kawah Sikidang. Bau belerang sangat menyengat, sampai-sampai Kiya harus menutup hidungnya terus menerus. Sebenarnya kami ingin juga pergi situs yang lain yang ada di sana seperti kawah-kawah yang lain, Danau Telaga Warna dll, tetapi karena sudah menjelang malam, kamipun mengurungkan niat kami.

Dieng - Kawah 4Dieng - Kawah 3Dieng - Kawah 2Dieng - Kawah 1

Begitulah hari ketiga kami di Jogja berakhir dengan perjalanan yang cukup panjang, dan kunjungan yang menjadi kenangan kami ke Candi Borobudur. Setelah istirahat semalam menghilangkan kelelahan kami, esok harinya kami sudah siap lagi untuk melakukan kunjungan yang lain. Kali ini kami sudah merencanakan untuk mengunjungi Keraton Jogjakarta. Tetapi sebelum itu kami sudah mengepak barang kami, karena kami sudah harus cek out dari hotel dan pesawat kami untuk kembali ke Bali direncanakan sore harinya.

Kunjungan kami ke Keraton Jogja cukup mengesankan. Kami mengelilingi wilayah dalam keraton dengan dipandu oleh seorang abdi dalem keraton. Di sana kami diberi penjelasan tentang bangunan-bangunan yang ada di dalam keraton dan fungsi-fungsinya. Beberapa foto sultan mulai dari kecil sampai menjadi sultan, barang-barang hadiah dari raja-raja di luar negeri, aktivitas sultan saat masih muda sampai hobby sultan untuk memasak juga dijelaskan. Dengan panduan dari abdi dalem tersebut, kami juga cukup jelas tentang asal usul keberadaan kesultanan di Jogjakarta ini. Di akhir kunjungan kami di keraton, kami juga menyaksikan tarian adat jawa yang ditarikan oleh penari keraton dengan lemah gemulai. Berikut beberapa foto yang kami abadikan di wilayah Keraton Jogja.

Keraton Jogja - Semua Pintu GerbangKeraton Jogja - Aya Kiya Patung GerbangKeraton Jogja - Mum Dad Patung GerbangKeraton Jogja - Mama Papa Patung GerbangKeraton Jogja - Aya Kiya Abdi DalemKeraton Jogja - Mum Dad Abdi DalemKeraton Jogja - Mama Papa Abdi DalemKeraton Jogja - GamelanKeraton Jogja - Bangunan Keraton 1Keraton Jogja - Bangunan Keraton 2Keraton Jogja - Depan PlakatKeraton Jogja - Depan Plakat 2Keraton Jogja - BedugKeraton Jogja - Daddy KentonganKeraton Jogja - Kiya KentonganKeraton Jogja - Kiya Depan Sultan KecilKeraton Jogja - Kiya Depan SultanKeraton Jogja - Semua Depan Sultan

Setelah puas mengelilingi keraton, kami masih menyempatkan diri untuk mengunjungi beberapa tempat di sekitar Malioboro seperti Taman Pintar, toko buku – penasaran dengan buku-buku yang ingin kami dapatkan, dan Malioboro terakhir kalinya untuk berburu batik-batik yang belum kami dapatkan. Berikut ini beberapa foto-foto khusus dan ekstra kami saat Aya dan Kiya mempersiapkan diri berenang di hotel, Aya saat berfoto membatik di Taman Pintar, dan tawa cengkrama kami di bandara sebelum kepulangan kami kembali ke Bali. Overall, perjalanan kami ke Jogjakarta menutup rasa ingin tahu kami tentang candi-candi tua yang telah dibangun oleh pendahulu kita yang memang suatu peninggalan yang patut untuk dibanggakan dan dipelihara.

Jogja - AyaJogja - Taman PintarJogja - BerenangJogja - LesehanJogja - KiyaJogja - Bandara 1Jogja - Bandara 2


Actions

Information

6 responses

31 10 2010
Aryani

Recommended: http://www.ullensentalu.com/profile.php
Koleksi lengkap ttg kehidupan keraton, bagus, tertata, artistik dan professional. Pengunjungnya dibatasi per round supaya tdk terlalu penuh dan memang bisa menikmati atmosfer museum. Bangunannya seperti kastil dan cantik sekali. Lokasi di Kaliurang, namun herannya banyak warga Jogja yg belum familiar dgn musem ini.

11 02 2011
Yudi Agusta

Thanks banget infonya, lain waktu kalau ke Jogja, ada tempat mampir yang lain…..

17 01 2010
cahya

heee…
k jogja kabarin cahya downk pak..
lumayan kan ada tour guide…
hehehehehe

18 01 2010
Yudi Agusta

Iya juga ya…..

12 01 2010
anima

awesome trip, pak! ternyata 4 hari banyak juga yang bisa dikunjungi ya. saya beberapa bulan lalu kesana seminggu, tapi hanya sempat mampir ke borobudur dan malioboro saja

13 01 2010
Yudi Agusta

Yah, begitulah prinsip ekonomi, memanfaatkan apa yang dimiliki semaksimal mungkin. Dan, kesempatan untuk bertamasya ke Jogja bersama seperti ini -mungkin- hanya datang sekali.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: