Registrasi Penduduk Online Part 3

28 10 2008

Kebetulan saya punya pengalaman melakukan proses registrasi penduduk sewaktu di Jepang dulu sekitar tahun 1989-1996-an. Saya pertama masuk Jepang melalui Tokyo. Pertama kali saya mempunyai KTP Jepang dikeluarkan oleh pemerintahan Kotamadya Tokyo. Kemudian setelah setahun di Tokyo saya pindah ke Prefektur (Provinsi) Tokushima. Setelah settle dengan kepindahan, saya melapor ke pemerintah Prefektur Tokushima. Yang dilakukan mereka saat itu hanya mencatat alamat saya yang baru (di Tokushima) di kolom yang disediakan di bagian belakang KTP, kemudian mendaftarkan alamat saya yang baru tersebut di sistem komputernya, tanpa menanyakan detail keterangan dari saya. Saya pindah tempat tinggal beberapa kali selama saya tinggal di Prefektur Tokushima. Setiap berpindah rumah, saya selalu melaporkan diri ke pemerintah prefektur. Saya hanya perlu mengikuti prosedur yang sama setiap kali melapor. Dan prosedur perubahan alamat hanya memerlukan waktu kurang dari 1 menit.

Memikirkan waktu dan tenaga, seperti ini, dimana pengurusan KTP bisa memerlukan waktu sampai sehari dua hari di beberapa tempat di Indonesia, dan keperluan untuk mengurus KTP dari awal di setiap tempat dimana kita akan berdomisili, sungguh hal tersebut sangat tidak efisien. Kita sepatutnya mencontoh hal-hal yang baik yang sudah terbukti berhasil diterapkan seperti halnya prosedur yang diterapkan di Jepang ini.


Actions

Information

2 responses

12 11 2008
Yudi Agusta

Ya, fen. Tapi sensus penduduk itu tujuannya bukan untuk mendaftar penduduk, sebenarnya, tetapi lebih kepada bagaimana menggambarkan karakteristik penduduk itu. Misalnya kelayakan hidupnya, kelanjutan sekolahnya, pola makannya, lapangan usaha pekerjaan yang ditekuni dan lain-lain, dengan lebih mendetail. Registrasi penduduk memang seharusnya tetap menjadi PR-nya departemen dalam negeri melalui dinas kependudukannya di daerah. Tapi itu, gak jalan😦

12 11 2008
fenny

terlalu banyak persyaratan di negara ini, pak. padahal semakin mendetail belum tentu semakin ketat juga. buktinya masih banyak KTP palsu ataupun ganda. Pembuatan KTP secara online ini bisa lebih akurat dalam sensus penduduk serta lebih irit tenaga dan waktu. Mungkin Bapak aja dulu yang mengajukan sistemnya ke pemerintah? Hehehe..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: