Bali’s Southern Beaches

24 04 2008

Petunjuk menuju Nusa Dua ada di bagian bawah tulisan ini.

Sekitar bulan Oktober 2007, kami sekeluarga memutuskan untuk bertamasya pantai ke daerah bagian selatan Pulau Bali, yaitu wilayah Nusa Dua. Kami berangkat pagi tanpa begitu banyak persiapan kecuali tikar, beberapa makanan kecil dan makanan seadanya untuk santap siang. Kami memulai kunjungan ke Pantai Tanjung. Langit cukup cerah saat itu dan ombakpun tidak begitu tinggi. Awalnya kami bermaksud hanya duduk-duduk santai di tepi pantai, sambil menikmati pemandangan laut. Tetapi, melihat begitu banyaknya permainan yang tersedia, dan wajah-wajah ceria pengunjung yang menikmati permainan-permainan tersebut, akhirnya kamipun tergoda untuk mencobanya. Banana Boat, Parasailing, Flying Fish, Jet Ski, Kano, dan Tamasya Ke Pulau Penyu adalah beberapa di antara banyak permainan yang ada.

Pantai - BananaKami memutuskan untuk bermain Banana Boat, karena Banana Boat bisa dilakukan oleh lebih dari empat orang, sehingga kami bisa melakukannya sekeluarga bersamaan. Melihat tawa ria pengunjung yang telah menyelesaikan permainan Banana Boat, kami pikir kami akan bisa duduk bersantai-santai di atas banana boat tersebut. Tapi kami salah perkiraan. Naik Banana Boat ternyata cukup memerlukan tenaga untuk berpegangan. Kalau tidak, kita bisa terpental jatuh ke dalam laut. Saya was-was saja anak saya yang kedua, Kiya (6 tahun), akan tidak kuat memegangnya, karena saya sendiri harus berpegangan cukup kuat untuk menjaga keseimbangan. Tapi ternyata Kiya cukup kuat menyelesaikan permainan itu. Kami sangat sangat bangga pada Kiya saat itu.

Pantai - ParasailingPermainan lain yang kami (saya) mainkan adalah parasailing. Sayangnya parasailing hanya bisa dinikmati oleh satu orang dan anak-anak tidak diperbolehkan. Kalaupun boleh, harus bareng dengan orang tua. Tapi entah kenapa, saya tidak diijinkan untuk naik berdua, mungkin karena keberatan kali ya. Jadilah hanya saya yang memainkannya. Cukup menyenangkan juga naik ke udara bebas sambil melihat garis pantai yang putih dan laut yang saat itu berwarna biru muda. Untuk bisa menyelesaikan permainan itu, sebelum memulai permainan, saya diberikan pelajaran kecil bagaimana caranya agar sailing bisa belok ke kiri dan kanan, dengan sarung tangan biru dan merah, masing-masing di tangan kanan dan kiri. Dari garis pantai, petugas akan memberikan aba-aba dengan bendera biru dan merah, dan menaikkannya sesuai keperluan, sehingga kita tidak terbawa angin, tidak tercebur ke laut dan bisa mendarat dengan baik di garis pantai. Cukup menegangkan tapi sangat menyenangkan.

Pantai - MengiatSetelah puas melakukan permainan di Pantai Tanjung, kami berpindah mencari pantai yang lain, dan kamipun pergi ke Pantai Mengiat. Pantai Mengiat merupakan pantai yang ada di kompleks hotel Nusa Dua. Walaupun begitu, tidak ada biaya yang dikenakan untuk masuk ke pantai ini. Kami sengaja meluangkan waktu di pantai tersebut untuk menikmati makan siang kami. Setelah menikmati santap siang, saya dan istri beristirahat di bawah pohon-pohon yang cukup rindang sebagai peneduh. Aya dan Kiya, seperti biasa, tidak bisa diam kalau sudah melihat pantai dan air. Mereka berdua bermain pasir di tepi pantai. Matahari sangat menyengat saat itu. Saya tidak bisa membayangkan, mereka bisa tahan duduk di pasir yang memang cukup panas, tapi masih bisa bermain sambil tertawa-tawa (Foto di samping tidak begitu bisa memperlihatkan, tapi pasirnya memang sangat-sangat panas sekali saat itu). Disela-sela waktu mereka, mereka juga memanfaatkan waktu mereka untuk menggambar pantai yang sedang mereka kunjungi.

Pantai - DreamlandSetelah secukupnya beristirahat, kami mencari-cari lagi pantai yang bisa dikunjungi. Kami akhirnya memutuskan untuk pergi ke Dreamland, karena pantai ini cukup banyak dibicarakan orang, sebagai pantai baru yang belum banyak pengunjungnya. Pantai tersebut kalau dilihat dari posisinya ada di bagian barat ujung selatan Pulau Bali. Pantai itu memang pantai yang baru, tetapi ternyata pengunjungnya saat itu sangat banyak sekali. Pasir putih dan pemandangan tebing merupakan ciri khas pantai itu. Setelah melihat-lihat, kami akhirnya tahu bahwa pantai itu tidak cocok untuk anak-anak bermain-main pasir dan berenang. Ombaknya terlalu tinggi. Mungkin peminatnya lebih banyak para surfer yang biasanya akan lebih senang kalau ombaknya makin tinggi. Kami tidak begitu lama tinggal di sana, dengan tidak lupa mengambil beberapa foto untuk kenangan. Dan ternyata memang, hari sudah mulai sore. Kamipun memutuskan untuk pulang, supaya bisa istirahat lebih cepat. Begitulah sedikit cerita tamasya pantai kami di daerah selatan Pulau Bali.

Travelling Bali Part 1 Direction: Untuk mencapai daerah Nusa Dua, kalau anda berangkat dari arah bandara Ngurah Rai, anda hanya perlu menyusuri ByPass I Gusti Ngurah Rai menuju arah Bukit. Nusa Dua terletak kira-kira 20 km dari Bandara. Ketiga pantai yang kami kunjungi ada di sekitar daerah Nusa Dua. Letak absolut daerah Nusa Dua dapat dilihat dengan membuka peta Pulau Bali melalui thumbnail peta di samping. Letak daerah tersebut tersebut ditandai dengan angka nomor [3].


Actions

Information

One response

14 10 2008
Icarus

Ah, ga juga ko. Dreamland itu juga dah rame dari dulu. tapi sayang ya pak, yang sekarang ga seindah dulu lagi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: