<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Mix Model</title>
	<atom:link href="http://yudiagusta.wordpress.com/mixture-modelling/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://yudiagusta.wordpress.com</link>
	<description>Yudi Agusta's Research Weblog - A Weblog For Data Mining and Clustering As Well As Other General Ideas and Interests</description>
	<lastBuildDate>Sat, 12 Dec 2009 05:17:57 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: Rizky</title>
		<link>http://yudiagusta.wordpress.com/mixture-modelling/comment-page-2/#comment-613</link>
		<dc:creator>Rizky</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 16 Nov 2009 02:57:55 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://yudiagusta.wordpress.com/?page_id=30#comment-613</guid>
		<description>salam pak..
Pak, terkait two-stage clustering, sya baca dari critical review skripsi senior saya pak, 
pak,.memang metode pengelompokkan u/ data campuran (kategori dan kontinu) saat ini yg paling cocok LCCA y  dibandingkan dg metode statistik lainnya ?
pak, u/  menggunakan penaksiran maximum likelihood ada syarat2 yg harus dipenuhi g ? jika ada apa saja
pak, apa kelebihan menentukan suatu kesamaan/similiarity objek dg metode jarak(umum seperti euclidian distance dll..) dg probabilitas posterior (LCCA) ?
terima kasih banyak pak...^^

Kalau boleh saya tahu, referensi mana (usulan siapa) yang dipakai terkait dengan two-stage clustering ini.

Demikian, ditunggu konfirmasinya.

Reply</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>salam pak..<br />
Pak, terkait two-stage clustering, sya baca dari critical review skripsi senior saya pak,<br />
pak,.memang metode pengelompokkan u/ data campuran (kategori dan kontinu) saat ini yg paling cocok LCCA y  dibandingkan dg metode statistik lainnya ?<br />
pak, u/  menggunakan penaksiran maximum likelihood ada syarat2 yg harus dipenuhi g ? jika ada apa saja<br />
pak, apa kelebihan menentukan suatu kesamaan/similiarity objek dg metode jarak(umum seperti euclidian distance dll..) dg probabilitas posterior (LCCA) ?<br />
terima kasih banyak pak&#8230;^^</p>
<p>Kalau boleh saya tahu, referensi mana (usulan siapa) yang dipakai terkait dengan two-stage clustering ini.</p>
<p>Demikian, ditunggu konfirmasinya.</p>
<p>Reply</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Yudi Agusta</title>
		<link>http://yudiagusta.wordpress.com/mixture-modelling/comment-page-2/#comment-610</link>
		<dc:creator>Yudi Agusta</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 13 Nov 2009 00:59:28 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://yudiagusta.wordpress.com/?page_id=30#comment-610</guid>
		<description>Saya mencari referensi di internet tentang istilah two-stage clustering, dan saya mendapatkan beberapa referensi tentang itu. Tetapi dari sekian yang saya baca rata-rata mengetengahkan teori berbeda yang diterapkan dalam melakukan two-stage clustering.

Kalau boleh saya tahu, referensi mana (usulan siapa) yang dipakai terkait dengan two-stage clustering ini.

Demikian, ditunggu konfirmasinya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya mencari referensi di internet tentang istilah two-stage clustering, dan saya mendapatkan beberapa referensi tentang itu. Tetapi dari sekian yang saya baca rata-rata mengetengahkan teori berbeda yang diterapkan dalam melakukan two-stage clustering.</p>
<p>Kalau boleh saya tahu, referensi mana (usulan siapa) yang dipakai terkait dengan two-stage clustering ini.</p>
<p>Demikian, ditunggu konfirmasinya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Rizky</title>
		<link>http://yudiagusta.wordpress.com/mixture-modelling/comment-page-2/#comment-605</link>
		<dc:creator>Rizky</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 11 Nov 2009 07:49:36 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://yudiagusta.wordpress.com/?page_id=30#comment-605</guid>
		<description>pak, mw tanya lagi ni :)..
salah satu kelebihan LCCA adalah dpt digunakan u/ data yg kategori (nominal dan ordinal), kontinu (interval dan ratio), juga gabungan (kategori dan kontinu) dibandingkan dengan two stage cluster yang bs digunakan juga u/ data campuran..keakuratannya bagus metode statistic yg mana y ? jika kita melihat kelelebihan dan kekurangan dari masing2 metode tsb....
terima kasih pak...^^</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>pak, mw tanya lagi ni <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> ..<br />
salah satu kelebihan LCCA adalah dpt digunakan u/ data yg kategori (nominal dan ordinal), kontinu (interval dan ratio), juga gabungan (kategori dan kontinu) dibandingkan dengan two stage cluster yang bs digunakan juga u/ data campuran..keakuratannya bagus metode statistic yg mana y ? jika kita melihat kelelebihan dan kekurangan dari masing2 metode tsb&#8230;.<br />
terima kasih pak&#8230;^^</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Rizky</title>
		<link>http://yudiagusta.wordpress.com/mixture-modelling/comment-page-2/#comment-604</link>
		<dc:creator>Rizky</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 11 Nov 2009 07:44:38 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://yudiagusta.wordpress.com/?page_id=30#comment-604</guid>
		<description>terima kasih pak...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>terima kasih pak&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Yudi Agusta</title>
		<link>http://yudiagusta.wordpress.com/mixture-modelling/comment-page-2/#comment-603</link>
		<dc:creator>Yudi Agusta</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 11 Nov 2009 05:32:15 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://yudiagusta.wordpress.com/?page_id=30#comment-603</guid>
		<description>Seperti yang sudah disampaikan, kalau variabelnya gabungan categorical dan continuous, tidak mudah untuk mengukur tingkat korelasi (interdependency)-nya. Jadi untuk kasus seperti itu mungkin harus diabaikan. Untuk data categorical juga seperti itu, kalau saya sendiri, sampai saat ini tidak pernah menghitung tingkat korelasi antar categorical variabel.

Demikian yang bisa saya beritahukan dan semoga membantu.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Seperti yang sudah disampaikan, kalau variabelnya gabungan categorical dan continuous, tidak mudah untuk mengukur tingkat korelasi (interdependency)-nya. Jadi untuk kasus seperti itu mungkin harus diabaikan. Untuk data categorical juga seperti itu, kalau saya sendiri, sampai saat ini tidak pernah menghitung tingkat korelasi antar categorical variabel.</p>
<p>Demikian yang bisa saya beritahukan dan semoga membantu.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Rizky</title>
		<link>http://yudiagusta.wordpress.com/mixture-modelling/comment-page-2/#comment-601</link>
		<dc:creator>Rizky</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 11 Nov 2009 04:11:57 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://yudiagusta.wordpress.com/?page_id=30#comment-601</guid>
		<description>pak, dalam LCCA kn ada asumsi local independensi untuk setiap var. indikatornya..nah u/ var. indikator yang campuran (kategorik dan kontinu) seperti itu, menguji local independensinya bagaimana ?
mohon bantuannya lagi pak...terima kasih pak...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>pak, dalam LCCA kn ada asumsi local independensi untuk setiap var. indikatornya..nah u/ var. indikator yang campuran (kategorik dan kontinu) seperti itu, menguji local independensinya bagaimana ?<br />
mohon bantuannya lagi pak&#8230;terima kasih pak&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Rizky</title>
		<link>http://yudiagusta.wordpress.com/mixture-modelling/comment-page-2/#comment-600</link>
		<dc:creator>Rizky</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 11 Nov 2009 04:09:03 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://yudiagusta.wordpress.com/?page_id=30#comment-600</guid>
		<description>terima kasih, banyak pak..atas bantuannya</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>terima kasih, banyak pak..atas bantuannya</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Yudi Agusta</title>
		<link>http://yudiagusta.wordpress.com/mixture-modelling/comment-page-2/#comment-596</link>
		<dc:creator>Yudi Agusta</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 10 Nov 2009 10:21:46 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://yudiagusta.wordpress.com/?page_id=30#comment-596</guid>
		<description>Sdr. Rizky,

Untuk data campuran bisa menggunakan distribusi campuran juga (distribusi continues dan distribusi categorical), misalnya distribusi normal dengan distribusi binomial/multinomial. Akan tetapi, korelasi antara variabel continuous dan variabel categical susah untuk dihitung, maka dalam kondisi seperti ini diasumsikan tidak ada korelasi antara variabel categorical dengan variabel continuous.

Untuk ukuran sampel, tidak ada batasan. Tetapi katanya kalau suatu populasi jumlah anggotanya kurang dari 30, mempunyai tendensi untuk tidak normal.

Demikian dan semoga membantu.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sdr. Rizky,</p>
<p>Untuk data campuran bisa menggunakan distribusi campuran juga (distribusi continues dan distribusi categorical), misalnya distribusi normal dengan distribusi binomial/multinomial. Akan tetapi, korelasi antara variabel continuous dan variabel categical susah untuk dihitung, maka dalam kondisi seperti ini diasumsikan tidak ada korelasi antara variabel categorical dengan variabel continuous.</p>
<p>Untuk ukuran sampel, tidak ada batasan. Tetapi katanya kalau suatu populasi jumlah anggotanya kurang dari 30, mempunyai tendensi untuk tidak normal.</p>
<p>Demikian dan semoga membantu.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Rizky</title>
		<link>http://yudiagusta.wordpress.com/mixture-modelling/comment-page-2/#comment-594</link>
		<dc:creator>Rizky</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 10 Nov 2009 06:58:49 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://yudiagusta.wordpress.com/?page_id=30#comment-594</guid>
		<description>Maaf pak..mw nanya lagi :)
klo datanya memiliki skala pengukuran yg campuran (kategori dan kontinu) bagaimana bentuk model campurannya ? 
pak, untuk  ukuran sampel minimumnya u/ LCCA, brp y ? sy blm menemukan referensinya..
terima kasih banyak pak..mohon bantuannya</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Maaf pak..mw nanya lagi <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /><br />
klo datanya memiliki skala pengukuran yg campuran (kategori dan kontinu) bagaimana bentuk model campurannya ?<br />
pak, untuk  ukuran sampel minimumnya u/ LCCA, brp y ? sy blm menemukan referensinya..<br />
terima kasih banyak pak..mohon bantuannya</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Rizky</title>
		<link>http://yudiagusta.wordpress.com/mixture-modelling/comment-page-2/#comment-593</link>
		<dc:creator>Rizky</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 10 Nov 2009 06:54:46 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://yudiagusta.wordpress.com/?page_id=30#comment-593</guid>
		<description>terima kasih banyak Pak..atas jawabannya...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>terima kasih banyak Pak..atas jawabannya&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Yudi Agusta</title>
		<link>http://yudiagusta.wordpress.com/mixture-modelling/comment-page-2/#comment-589</link>
		<dc:creator>Yudi Agusta</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 09 Nov 2009 00:19:44 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://yudiagusta.wordpress.com/?page_id=30#comment-589</guid>
		<description>Sdr/Sdri. Rizky,

Dalam LCCA umumnya data dimodel dalam bentuk distribusi statistik. Kalau data continues biasanya menggunakan distribusi normal. Sedangkan untuk data catergorical (nominal atau ordinal) bisa menggunakan distribusi binomial (untuk variabel categorical yang mempunyai wilayah nilai 2) atau multinomial (untuk variabel categorical yang mempunyai wilayah nilai lebih dari 2).

Untuk ukuran similaritynya, dapat menggunakan nilai probabilitas. Kalau suatu data probabilitasnya tinggi untuk menjadi anggota suatu kelompok tertentu, data tersebut akan dikelompokkan masuk ke dalam kelompok tersebut. Jadi pengorganisasian data dengan kelompok ini tidak menghitung jarak absolut antar data, tetapi dimodel dulu dalam bentuk model distribusi, baru kemudian data ditentukan apakah dia mempunyai probabilitas tinggi untuk masuk kelompok yang satu atau kelompok yang lain.

Demikian semoga membantu.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sdr/Sdri. Rizky,</p>
<p>Dalam LCCA umumnya data dimodel dalam bentuk distribusi statistik. Kalau data continues biasanya menggunakan distribusi normal. Sedangkan untuk data catergorical (nominal atau ordinal) bisa menggunakan distribusi binomial (untuk variabel categorical yang mempunyai wilayah nilai 2) atau multinomial (untuk variabel categorical yang mempunyai wilayah nilai lebih dari 2).</p>
<p>Untuk ukuran similaritynya, dapat menggunakan nilai probabilitas. Kalau suatu data probabilitasnya tinggi untuk menjadi anggota suatu kelompok tertentu, data tersebut akan dikelompokkan masuk ke dalam kelompok tersebut. Jadi pengorganisasian data dengan kelompok ini tidak menghitung jarak absolut antar data, tetapi dimodel dulu dalam bentuk model distribusi, baru kemudian data ditentukan apakah dia mempunyai probabilitas tinggi untuk masuk kelompok yang satu atau kelompok yang lain.</p>
<p>Demikian semoga membantu.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Rizky</title>
		<link>http://yudiagusta.wordpress.com/mixture-modelling/comment-page-2/#comment-586</link>
		<dc:creator>Rizky</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 06 Nov 2009 03:32:05 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://yudiagusta.wordpress.com/?page_id=30#comment-586</guid>
		<description>salam pak...
pak, maaf mau nanya..
pak kebetulan TA sy menggunakan LCCA  dg data yg memiliki skala pengukran nominal dan ordinal 
Pak, model umumnya seperti apa u/ LCCA yg datanya kategorik (nominal dan ordinal) ? apakah modelnya sma dg yg berskala kontinu 
Pak, apakah untuk LCCA ini ada aturan khusus dalam penentuan ukuran sampelnya ?
jika pada metode cluster biasanya yg digunakan u/ menunjukan kesamaan/similiarity dg &quot;jarak&quot;(euclidian distance dll), u/ LCCA sendiri melihat tingkat similiaritynya menggunakan apa y ?
terima kasih banyak pak..mohon bantuannya</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>salam pak&#8230;<br />
pak, maaf mau nanya..<br />
pak kebetulan TA sy menggunakan LCCA  dg data yg memiliki skala pengukran nominal dan ordinal<br />
Pak, model umumnya seperti apa u/ LCCA yg datanya kategorik (nominal dan ordinal) ? apakah modelnya sma dg yg berskala kontinu<br />
Pak, apakah untuk LCCA ini ada aturan khusus dalam penentuan ukuran sampelnya ?<br />
jika pada metode cluster biasanya yg digunakan u/ menunjukan kesamaan/similiarity dg &#8220;jarak&#8221;(euclidian distance dll), u/ LCCA sendiri melihat tingkat similiaritynya menggunakan apa y ?<br />
terima kasih banyak pak..mohon bantuannya</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Yudi Agusta</title>
		<link>http://yudiagusta.wordpress.com/mixture-modelling/comment-page-2/#comment-578</link>
		<dc:creator>Yudi Agusta</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 02 Nov 2009 01:42:13 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://yudiagusta.wordpress.com/?page_id=30#comment-578</guid>
		<description>AIC merupakan criterion yang mungkin bisa dikatakan pertama kali muncul sebagai kriteria pemilihan model. Tetapi, dalam pengaplikasiannya, banyak pemodelan yang tidak bisa diselesaikan dengan baik oleh kriteria ini. Paper aslinya:

Akaike, H. (1974). A New Look at the Statistical Model Identification. IEEE Transaction on Automatic Control AC-19(6): 716-723.

Ada juga beberapa turunan dari kriteria ini dan kalau dicari di internet ada banyak sekali penerapan yang dilakukan memanfaatkan kriteria ini. Tetapi seperti dikatakan di atas, AIC mungkin masih banyak kekurangan dalam mengidentifikasi model yang ada di dalam data dibandingkan BIC dan kriteria pemodelan yang lain.

Semoga membantu.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>AIC merupakan criterion yang mungkin bisa dikatakan pertama kali muncul sebagai kriteria pemilihan model. Tetapi, dalam pengaplikasiannya, banyak pemodelan yang tidak bisa diselesaikan dengan baik oleh kriteria ini. Paper aslinya:</p>
<p>Akaike, H. (1974). A New Look at the Statistical Model Identification. IEEE Transaction on Automatic Control AC-19(6): 716-723.</p>
<p>Ada juga beberapa turunan dari kriteria ini dan kalau dicari di internet ada banyak sekali penerapan yang dilakukan memanfaatkan kriteria ini. Tetapi seperti dikatakan di atas, AIC mungkin masih banyak kekurangan dalam mengidentifikasi model yang ada di dalam data dibandingkan BIC dan kriteria pemodelan yang lain.</p>
<p>Semoga membantu.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: salman basri</title>
		<link>http://yudiagusta.wordpress.com/mixture-modelling/comment-page-2/#comment-570</link>
		<dc:creator>salman basri</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 30 Oct 2009 11:23:14 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://yudiagusta.wordpress.com/?page_id=30#comment-570</guid>
		<description>Pak,, saya mw bertanya tentang AIC,,, kira2 kelemahan AIC apa ya pak? dan dimana saya bisa dapat referensi tentang AIC ini,,

Mohon Jawabannya,,,</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pak,, saya mw bertanya tentang AIC,,, kira2 kelemahan AIC apa ya pak? dan dimana saya bisa dapat referensi tentang AIC ini,,</p>
<p>Mohon Jawabannya,,,</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Yudi Agusta</title>
		<link>http://yudiagusta.wordpress.com/mixture-modelling/comment-page-2/#comment-521</link>
		<dc:creator>Yudi Agusta</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 01 Sep 2009 08:52:48 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://yudiagusta.wordpress.com/?page_id=30#comment-521</guid>
		<description>Dynamic cluster analysis sebenarnya secara teori tidak begitu baru, tetapi pendekatan yang digunakan sangat aplicable terhadap kenyataan saat ini. Informasi yang dapat berubah setiap saat mengharuskan kita untuk melakukan pemodelan dengan mengikuti perubahan informasi tersebut. Karena itulah muncul dynamic cluster analysis.

Dynamic cluster analysis merefer pada penambahan beberapa data baru dan penghapusan beberapa data yang lama dalam proses clustering serta melakukan penyesuaian metode terhadap perubahan tersebut.

Metode yang digunakan pada dasarnya berbasiskan metode clustering yang telah ada. Tetapi bagaimana mengakomodasi perubahan data untuk melakukan clustering yang lebih cepat, yang menjadi tambahan poin pada dynamic cluster analysis ini.

Demikian mungkin, semoga bisa membantu.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Dynamic cluster analysis sebenarnya secara teori tidak begitu baru, tetapi pendekatan yang digunakan sangat aplicable terhadap kenyataan saat ini. Informasi yang dapat berubah setiap saat mengharuskan kita untuk melakukan pemodelan dengan mengikuti perubahan informasi tersebut. Karena itulah muncul dynamic cluster analysis.</p>
<p>Dynamic cluster analysis merefer pada penambahan beberapa data baru dan penghapusan beberapa data yang lama dalam proses clustering serta melakukan penyesuaian metode terhadap perubahan tersebut.</p>
<p>Metode yang digunakan pada dasarnya berbasiskan metode clustering yang telah ada. Tetapi bagaimana mengakomodasi perubahan data untuk melakukan clustering yang lebih cepat, yang menjadi tambahan poin pada dynamic cluster analysis ini.</p>
<p>Demikian mungkin, semoga bisa membantu.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: adi</title>
		<link>http://yudiagusta.wordpress.com/mixture-modelling/comment-page-2/#comment-508</link>
		<dc:creator>adi</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 17 Aug 2009 07:26:31 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://yudiagusta.wordpress.com/?page_id=30#comment-508</guid>
		<description>mau tanya pa, kalo dynamic cluster analysis tu gmn ya? saya kurang ngerti,,, bisa tolong jelaskan pak.. makasi..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>mau tanya pa, kalo dynamic cluster analysis tu gmn ya? saya kurang ngerti,,, bisa tolong jelaskan pak.. makasi..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Yudi Agusta</title>
		<link>http://yudiagusta.wordpress.com/mixture-modelling/comment-page-2/#comment-486</link>
		<dc:creator>Yudi Agusta</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 28 Jul 2009 10:11:37 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://yudiagusta.wordpress.com/?page_id=30#comment-486</guid>
		<description>Idem dengan pertanyaan di atas ya</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Idem dengan pertanyaan di atas ya</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Yudi Agusta</title>
		<link>http://yudiagusta.wordpress.com/mixture-modelling/comment-page-2/#comment-485</link>
		<dc:creator>Yudi Agusta</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 28 Jul 2009 10:11:12 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://yudiagusta.wordpress.com/?page_id=30#comment-485</guid>
		<description>K-Means dan EM mempunyai asumsi yang berbeda dalam melakukan pengclusteran, walaupun algoritmanya hampir sama. Jadi definisi homogeneitas dan heterogeneitas kedua metode tidak bisa dibandingkan mana yang lebih baik.

Information Gain, sesuai dengan namanya, mempunyai arti seberapa besar informasi yang kita dapatkan apabila kita memilih variabel atau data tertentu dalam melakukan pemodelan. Semakin banyak kita mendapatkan informasi (yang biasanya diukur dengan nilai bits-nya), makin bagus variabel ataupun data tersebut digunakan untuk pengklasifikasian.

Demikian dan semoga membantu.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>K-Means dan EM mempunyai asumsi yang berbeda dalam melakukan pengclusteran, walaupun algoritmanya hampir sama. Jadi definisi homogeneitas dan heterogeneitas kedua metode tidak bisa dibandingkan mana yang lebih baik.</p>
<p>Information Gain, sesuai dengan namanya, mempunyai arti seberapa besar informasi yang kita dapatkan apabila kita memilih variabel atau data tertentu dalam melakukan pemodelan. Semakin banyak kita mendapatkan informasi (yang biasanya diukur dengan nilai bits-nya), makin bagus variabel ataupun data tersebut digunakan untuk pengklasifikasian.</p>
<p>Demikian dan semoga membantu.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Yudi Agusta</title>
		<link>http://yudiagusta.wordpress.com/mixture-modelling/comment-page-2/#comment-484</link>
		<dc:creator>Yudi Agusta</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 28 Jul 2009 10:07:56 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://yudiagusta.wordpress.com/?page_id=30#comment-484</guid>
		<description>LCCA itu modelnya berupa cluster/pengelompokan yang munkin dari sudut pandang tertentu bisa seperti regresi juga dengan nomor clusternya sebagai dependent variabel. Modelnya sendiri merupakan suatu persamaan yang berbentuk weighting sum yang kalau dilihat memang seperti model regresi.

Demikian dan semoga menjawab.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>LCCA itu modelnya berupa cluster/pengelompokan yang munkin dari sudut pandang tertentu bisa seperti regresi juga dengan nomor clusternya sebagai dependent variabel. Modelnya sendiri merupakan suatu persamaan yang berbentuk weighting sum yang kalau dilihat memang seperti model regresi.</p>
<p>Demikian dan semoga menjawab.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Yudi Agusta</title>
		<link>http://yudiagusta.wordpress.com/mixture-modelling/comment-page-2/#comment-483</link>
		<dc:creator>Yudi Agusta</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 28 Jul 2009 09:31:37 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://yudiagusta.wordpress.com/?page_id=30#comment-483</guid>
		<description>Sdri Puji,

Saya kurang tahu metode latent gold ataupun software yang digunakan utnuk itu, sehingga saya tidak bisa menjawab tentang maksud dari error kovarians ini. Kalau dalam Mixture modelling, kalau kita mengasumsikan bahwa antar variabel itu ada korelasinya, maka akan dipakai variance covariance, bukan standard deviasi setiap variabel yang ikut.

Kecenderungan untuk memperhatikan BIC karena secara eksperimen terbukti bahwa BIC menghasilkan model dengan lebih akurat daripada AIC, ataupun CAIC. Secara teori, mungkin belum pernah ada yang membuktikan apa salahnya metode AIC mapun CAIC.

Demikian, semoga menjawab</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sdri Puji,</p>
<p>Saya kurang tahu metode latent gold ataupun software yang digunakan utnuk itu, sehingga saya tidak bisa menjawab tentang maksud dari error kovarians ini. Kalau dalam Mixture modelling, kalau kita mengasumsikan bahwa antar variabel itu ada korelasinya, maka akan dipakai variance covariance, bukan standard deviasi setiap variabel yang ikut.</p>
<p>Kecenderungan untuk memperhatikan BIC karena secara eksperimen terbukti bahwa BIC menghasilkan model dengan lebih akurat daripada AIC, ataupun CAIC. Secara teori, mungkin belum pernah ada yang membuktikan apa salahnya metode AIC mapun CAIC.</p>
<p>Demikian, semoga menjawab</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: edie</title>
		<link>http://yudiagusta.wordpress.com/mixture-modelling/comment-page-2/#comment-479</link>
		<dc:creator>edie</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 20 Jul 2009 02:14:42 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://yudiagusta.wordpress.com/?page_id=30#comment-479</guid>
		<description>Saya ingin bertanya tentang homogenitas dan heterogenitas dalam cluster.Apakah heterogentias dan homogenitas K-Mean lebih baik dari pada cluster EM? Dari mana saya dapat mengetahuinya?

Apakah information gain diperlukan dalam menentukan data dalam cluster?Bisakah beri informasi lebih lanjut tentang information gain?

Terima kasih, Pak Yudi</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya ingin bertanya tentang homogenitas dan heterogenitas dalam cluster.Apakah heterogentias dan homogenitas K-Mean lebih baik dari pada cluster EM? Dari mana saya dapat mengetahuinya?</p>
<p>Apakah information gain diperlukan dalam menentukan data dalam cluster?Bisakah beri informasi lebih lanjut tentang information gain?</p>
<p>Terima kasih, Pak Yudi</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: mahmud</title>
		<link>http://yudiagusta.wordpress.com/mixture-modelling/comment-page-2/#comment-477</link>
		<dc:creator>mahmud</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 19 Jul 2009 15:20:58 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://yudiagusta.wordpress.com/?page_id=30#comment-477</guid>
		<description>Pak Yudi, saya ingin bertanya tentang homogenitas dan heterogenitas antara cluster EM dan cluster K-Mean, apakah heteregonitas dan homogenitas  K-Mean lebih baik dari cluster EM? Dari mana saya bisa mengetahuinya?

Apakah ada kriteria khusus dalam pemilihan data untuk diclusterkan? Saya diberitahu oleh teman saya adanya tentang Information Gain untuk pemilihan data yang akan dicluster, bisa tolong jelaskan lebih lanjut tentang Information Gain dan apa kegunaannya? Terima kasih Pak Yudi</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pak Yudi, saya ingin bertanya tentang homogenitas dan heterogenitas antara cluster EM dan cluster K-Mean, apakah heteregonitas dan homogenitas  K-Mean lebih baik dari cluster EM? Dari mana saya bisa mengetahuinya?</p>
<p>Apakah ada kriteria khusus dalam pemilihan data untuk diclusterkan? Saya diberitahu oleh teman saya adanya tentang Information Gain untuk pemilihan data yang akan dicluster, bisa tolong jelaskan lebih lanjut tentang Information Gain dan apa kegunaannya? Terima kasih Pak Yudi</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: puji</title>
		<link>http://yudiagusta.wordpress.com/mixture-modelling/comment-page-2/#comment-456</link>
		<dc:creator>puji</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 06 Jun 2009 12:35:27 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://yudiagusta.wordpress.com/?page_id=30#comment-456</guid>
		<description>pak, maaf mau nanya lagi..
pak emang kalo d LCCA ada model nya yah??
model nya itu kayak yang d regresi pak?
di jurnal vermund kok g dibahas model nya ya pak,,,hanya equal n unequal saja..
serta error vara\ians dan kovarians nya saja..
tidak ada penjelasan mengenai model nya,,emang model ny seperti apa se pak?
kayak regresi?
maaaaf ya pak nanya terus,,cos dah baca jurnal vermund, tapi ga ada,,
ada referensi lain ga pak?
makasiiiiiiiiiiiih</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>pak, maaf mau nanya lagi..<br />
pak emang kalo d LCCA ada model nya yah??<br />
model nya itu kayak yang d regresi pak?<br />
di jurnal vermund kok g dibahas model nya ya pak,,,hanya equal n unequal saja..<br />
serta error vara\ians dan kovarians nya saja..<br />
tidak ada penjelasan mengenai model nya,,emang model ny seperti apa se pak?<br />
kayak regresi?<br />
maaaaf ya pak nanya terus,,cos dah baca jurnal vermund, tapi ga ada,,<br />
ada referensi lain ga pak?<br />
makasiiiiiiiiiiiih</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: puji</title>
		<link>http://yudiagusta.wordpress.com/mixture-modelling/comment-page-2/#comment-454</link>
		<dc:creator>puji</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 28 May 2009 23:19:32 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://yudiagusta.wordpress.com/?page_id=30#comment-454</guid>
		<description>pak,,saya lagi..
pak mau nanya lagi, ketika saya mengeluarkan output dari latent gold,ada beberapa hal yang ingin saya tanyakan,,:
1. error kovarians nya itu apa nya ya pak? saya baca di jurnal magidson,,untuk menginterpretasikan error kovarians, nilai error kovarians tersebut di ubah ke korelasi untuk mengetahui hubungannya, sedangkan yang saya pahami, korelasi itu bisa di bentuk dari kovarians,, bukan dari error kovarians,, gimana y pak??
2. Pak, kan ada banyak kriteria ya pak,, seperti AIC,BIC,dan CAIC..tapi kok kita lebih    cenderung hanya melihat BIC nya saja ya pak??
makasiiih pak</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>pak,,saya lagi..<br />
pak mau nanya lagi, ketika saya mengeluarkan output dari latent gold,ada beberapa hal yang ingin saya tanyakan,,:<br />
1. error kovarians nya itu apa nya ya pak? saya baca di jurnal magidson,,untuk menginterpretasikan error kovarians, nilai error kovarians tersebut di ubah ke korelasi untuk mengetahui hubungannya, sedangkan yang saya pahami, korelasi itu bisa di bentuk dari kovarians,, bukan dari error kovarians,, gimana y pak??<br />
2. Pak, kan ada banyak kriteria ya pak,, seperti AIC,BIC,dan CAIC..tapi kok kita lebih    cenderung hanya melihat BIC nya saja ya pak??<br />
makasiiih pak</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Yudi Agusta</title>
		<link>http://yudiagusta.wordpress.com/mixture-modelling/comment-page-2/#comment-445</link>
		<dc:creator>Yudi Agusta</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 16 May 2009 02:19:51 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://yudiagusta.wordpress.com/?page_id=30#comment-445</guid>
		<description>Jawaban untuk 1, 2, dan 3, bisa dibaca di tulisan saya di http://yudiagusta.wordpress.com/k-means/

Untuk yang nomor 4, terkadang, kita menemukan suatu cluster yang isinya kosong, tidak ada data yang cocok masuk ke kelompok tersebut. Ataupun kalaupun ada jumlahnya tidak begitu banyak, sehingga lebih efektif untuk digabungkan dengan kelompok yang lain. Maka dari itu, suatu cluster bisa saja dihilangkan dari pemodelan.

Demikian dan semoga menjawab</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Jawaban untuk 1, 2, dan 3, bisa dibaca di tulisan saya di <a href="http://yudiagusta.wordpress.com/k-means/" rel="nofollow">http://yudiagusta.wordpress.com/k-means/</a></p>
<p>Untuk yang nomor 4, terkadang, kita menemukan suatu cluster yang isinya kosong, tidak ada data yang cocok masuk ke kelompok tersebut. Ataupun kalaupun ada jumlahnya tidak begitu banyak, sehingga lebih efektif untuk digabungkan dengan kelompok yang lain. Maka dari itu, suatu cluster bisa saja dihilangkan dari pemodelan.</p>
<p>Demikian dan semoga menjawab</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: darmawan</title>
		<link>http://yudiagusta.wordpress.com/mixture-modelling/comment-page-2/#comment-444</link>
		<dc:creator>darmawan</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 15 May 2009 04:42:33 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://yudiagusta.wordpress.com/?page_id=30#comment-444</guid>
		<description>pagi pak. mau nanya nih.
atau bisa dikatakan minta bantuan tuk non-sekripsi w.
judul yang saya ambil &quot;cara kerja GLobal k-means.&quot;
sedangkan k-means tu apa saya pun tidak tahu.
jadi pertanyaan saya adalah
1. bagaimana cara kerja k-means.
    mohon di berikan contoh perhitnunganya.
2. yang saya binggung bagaimana penentuan titik pusat pada k-means.
3. proses membentukan pusat cluster yg baru gimana pada k-means
4 . mengapa ada cluster yg dihilangkan pada k-means? apa dasarnya sehingga cluster itu hilang?

mohon bantuannya y pak</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>pagi pak. mau nanya nih.<br />
atau bisa dikatakan minta bantuan tuk non-sekripsi w.<br />
judul yang saya ambil &#8220;cara kerja GLobal k-means.&#8221;<br />
sedangkan k-means tu apa saya pun tidak tahu.<br />
jadi pertanyaan saya adalah<br />
1. bagaimana cara kerja k-means.<br />
    mohon di berikan contoh perhitnunganya.<br />
2. yang saya binggung bagaimana penentuan titik pusat pada k-means.<br />
3. proses membentukan pusat cluster yg baru gimana pada k-means<br />
4 . mengapa ada cluster yg dihilangkan pada k-means? apa dasarnya sehingga cluster itu hilang?</p>
<p>mohon bantuannya y pak</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Yudi Agusta</title>
		<link>http://yudiagusta.wordpress.com/mixture-modelling/comment-page-2/#comment-443</link>
		<dc:creator>Yudi Agusta</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 15 May 2009 03:37:06 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://yudiagusta.wordpress.com/?page_id=30#comment-443</guid>
		<description>Sdr/i Puji, Latent Class Cluster Analysis memang sama dengan Mixture model. Priornya diambil menyesuaikan pada parameter yang tercakup di dalam pemodelan cluster. Misalnya untuk jumlah class, priornya biasanya uniform prior. Untuk yang lainnya seperti means dan standard deviation, juga ada prior yang memang sering digunakan. Parameter yang diestimasi antara lain means dan standard deviation (atau varcov), mixing proportion, dan jumlah cluster. Asumsi yang digunakan misalnya, variabel di dalam suatu data point dianggap tidak berkorelasi atau berkorelasi. Data dalam satu cluster dianggap normal atau tidak normal. dll. K-Means dan mixture model pada intinya sama, tetapi k-means mempunyai jumlah parameter yang jauh lebih sedikit untuk diestimasi dibandingkan dengan mixture model.

Mudah-mudahan menjawab.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sdr/i Puji, Latent Class Cluster Analysis memang sama dengan Mixture model. Priornya diambil menyesuaikan pada parameter yang tercakup di dalam pemodelan cluster. Misalnya untuk jumlah class, priornya biasanya uniform prior. Untuk yang lainnya seperti means dan standard deviation, juga ada prior yang memang sering digunakan. Parameter yang diestimasi antara lain means dan standard deviation (atau varcov), mixing proportion, dan jumlah cluster. Asumsi yang digunakan misalnya, variabel di dalam suatu data point dianggap tidak berkorelasi atau berkorelasi. Data dalam satu cluster dianggap normal atau tidak normal. dll. K-Means dan mixture model pada intinya sama, tetapi k-means mempunyai jumlah parameter yang jauh lebih sedikit untuk diestimasi dibandingkan dengan mixture model.</p>
<p>Mudah-mudahan menjawab.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: puji</title>
		<link>http://yudiagusta.wordpress.com/mixture-modelling/comment-page-2/#comment-439</link>
		<dc:creator>puji</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 01 May 2009 12:34:50 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://yudiagusta.wordpress.com/?page_id=30#comment-439</guid>
		<description>pak, maaf ,,mau nanya lagi,,sebenernya perbedaan kmeans klaster dengan LCCA itu 
apa se pak????
kan semua variabel itu punya laten nya,,,trus beda nya apa?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>pak, maaf ,,mau nanya lagi,,sebenernya perbedaan kmeans klaster dengan LCCA itu<br />
apa se pak????<br />
kan semua variabel itu punya laten nya,,,trus beda nya apa?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: puji</title>
		<link>http://yudiagusta.wordpress.com/mixture-modelling/comment-page-2/#comment-437</link>
		<dc:creator>puji</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 30 Apr 2009 06:46:24 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://yudiagusta.wordpress.com/?page_id=30#comment-437</guid>
		<description>pak,,,mau nanya buat skripsi saya.., 
1. mixture model itu sama dengan latent class cluster ga???
atau LCCA itu berangkatnya dari mixture model
2. kalo di LCCA kan ngelompokiny melalui peluang posteriornya ya pak..
nah kalo gitu prior nya dapet dari mana?
3, parameter yang di taksir dalam LCCA itu &quot;miu&quot; aja atau varkov nya juga
pak? atau ada asumsi kalo varkov nya sama...
4. asumsi dari LCCA itu apa aja y pak?
makasiiiiih banyak pak...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>pak,,,mau nanya buat skripsi saya..,<br />
1. mixture model itu sama dengan latent class cluster ga???<br />
atau LCCA itu berangkatnya dari mixture model<br />
2. kalo di LCCA kan ngelompokiny melalui peluang posteriornya ya pak..<br />
nah kalo gitu prior nya dapet dari mana?<br />
3, parameter yang di taksir dalam LCCA itu &#8220;miu&#8221; aja atau varkov nya juga<br />
pak? atau ada asumsi kalo varkov nya sama&#8230;<br />
4. asumsi dari LCCA itu apa aja y pak?<br />
makasiiiiih banyak pak&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Yudi Agusta</title>
		<link>http://yudiagusta.wordpress.com/mixture-modelling/comment-page-2/#comment-330</link>
		<dc:creator>Yudi Agusta</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 Feb 2009 06:30:34 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://yudiagusta.wordpress.com/?page_id=30#comment-330</guid>
		<description>ARIMA itu sepengetahuan saya bukan metode mixture model, mungkin di luar wilayah pembahasan materi di halaman ini. AIC dan BIC digunakan karena kedua metode secara statistik umumnya bisa memilih model yang paling cocok untuk data yang kita miliki.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ARIMA itu sepengetahuan saya bukan metode mixture model, mungkin di luar wilayah pembahasan materi di halaman ini. AIC dan BIC digunakan karena kedua metode secara statistik umumnya bisa memilih model yang paling cocok untuk data yang kita miliki.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Nursa</title>
		<link>http://yudiagusta.wordpress.com/mixture-modelling/comment-page-2/#comment-328</link>
		<dc:creator>Nursa</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 Feb 2009 03:42:36 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://yudiagusta.wordpress.com/?page_id=30#comment-328</guid>
		<description>Langsung aj ya... nich ada beberapa pertanyaan, 
1. apa kelebihan dan kekurangan menggunakan model ARIMA (p,d,q)?
2. waktu kita memilih kriteria model yang baik, kenapa sich banyak yang menggunakan AIC dan BIC? apa kelebihanya?
hmmm... itu aja dulu... Thx atas jawabanx...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Langsung aj ya&#8230; nich ada beberapa pertanyaan,<br />
1. apa kelebihan dan kekurangan menggunakan model ARIMA (p,d,q)?<br />
2. waktu kita memilih kriteria model yang baik, kenapa sich banyak yang menggunakan AIC dan BIC? apa kelebihanya?<br />
hmmm&#8230; itu aja dulu&#8230; Thx atas jawabanx&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Yudi Agusta</title>
		<link>http://yudiagusta.wordpress.com/mixture-modelling/comment-page-2/#comment-297</link>
		<dc:creator>Yudi Agusta</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 10 Jan 2009 04:23:50 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://yudiagusta.wordpress.com/?page_id=30#comment-297</guid>
		<description>P Budi yth,

Data apa saja bisa dimodel dengan EM asalkan numerik. Termasuk data categorical juga bisa, tapi kategorinya direpresentasikan dalam bentuk angka dulu untuk memudahkan pemodelan.

Demikian</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>P Budi yth,</p>
<p>Data apa saja bisa dimodel dengan EM asalkan numerik. Termasuk data categorical juga bisa, tapi kategorinya direpresentasikan dalam bentuk angka dulu untuk memudahkan pemodelan.</p>
<p>Demikian</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Yudi Agusta</title>
		<link>http://yudiagusta.wordpress.com/mixture-modelling/comment-page-2/#comment-296</link>
		<dc:creator>Yudi Agusta</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 10 Jan 2009 04:20:37 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://yudiagusta.wordpress.com/?page_id=30#comment-296</guid>
		<description>Pak Ahmad dan Pak Yanto Yth,
K-Means sebenarnya sejenis dengan EM, cuman karakteristik kelas dan cara menentukan model yang sedikit berbeda. EM mempunyai model karakteristik yang lebih kompleks dibandingkan dengan K-Means. Baik EM maupun K-Means menggunakan prinsip homogenitas dan heterogenitas dalam melakukan proses clustering.

Untuk jumlah minimal data yang harus disediakan untuk dimodel, tidak ada batasan yang jelas. Mungkin ada suatu acuan suatu populasi harus terdiri dari minimal 30 data. Tetapi dalam proses clustering itu tidak bisa ditentukan. Misalnya kalau kita ingin memodel clustering dengan 3 cluster, menyediakan 3x30 data belum tentu mencukupi, karena kemungkinan satu cluster terdiri dari 60 data, cluster kedua 20 data dan cluster ketiga 10 data. Dan itu tidak bisa diprediksikan. Yang bagus dipersiapkan adalah kita menggunakan metode clustering yang akurat, sehingga walaupun datanya cuman 5, karakteristik cluster itu masih bisa kita tangkap dengan baik.

EM itu adalah pada dasarnya Gaussian Mixture Model. Proses E (Expectation) pada EM Algorithm adalah mencari karakteristik dari masing-masing cluster dan Proses M (Maximization) adalah proses mencari komposisi cluster dan data agar memaksimalkan nilai likelihood data terhadap model cluster yang dihasilkan.

Demikian dan semoga menjawab.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pak Ahmad dan Pak Yanto Yth,<br />
K-Means sebenarnya sejenis dengan EM, cuman karakteristik kelas dan cara menentukan model yang sedikit berbeda. EM mempunyai model karakteristik yang lebih kompleks dibandingkan dengan K-Means. Baik EM maupun K-Means menggunakan prinsip homogenitas dan heterogenitas dalam melakukan proses clustering.</p>
<p>Untuk jumlah minimal data yang harus disediakan untuk dimodel, tidak ada batasan yang jelas. Mungkin ada suatu acuan suatu populasi harus terdiri dari minimal 30 data. Tetapi dalam proses clustering itu tidak bisa ditentukan. Misalnya kalau kita ingin memodel clustering dengan 3 cluster, menyediakan 3&#215;30 data belum tentu mencukupi, karena kemungkinan satu cluster terdiri dari 60 data, cluster kedua 20 data dan cluster ketiga 10 data. Dan itu tidak bisa diprediksikan. Yang bagus dipersiapkan adalah kita menggunakan metode clustering yang akurat, sehingga walaupun datanya cuman 5, karakteristik cluster itu masih bisa kita tangkap dengan baik.</p>
<p>EM itu adalah pada dasarnya Gaussian Mixture Model. Proses E (Expectation) pada EM Algorithm adalah mencari karakteristik dari masing-masing cluster dan Proses M (Maximization) adalah proses mencari komposisi cluster dan data agar memaksimalkan nilai likelihood data terhadap model cluster yang dihasilkan.</p>
<p>Demikian dan semoga menjawab.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: yanto</title>
		<link>http://yudiagusta.wordpress.com/mixture-modelling/comment-page-2/#comment-293</link>
		<dc:creator>yanto</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 06 Jan 2009 06:03:31 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://yudiagusta.wordpress.com/?page_id=30#comment-293</guid>
		<description>Pak Yudi, saya ada pertanyaan ttg cluster EM (Expectation Maximation)

1. Apa kelebihan dan kekurangan Cluster EM dibandingkan cluster K-Mean ?

2. Cluster yg baik adalah cluster yang memiliki karakterisitik homogenitas dan heterogenitas. Cluster EM lebih condong memiliki karakterisitik yang mana ?

3. Apakah ada hubungannya input data yang dipakai dalam cluster dgn jumlah cluster yg dihasilkan dan jumlah data yang akan dipakai dalam cluster EM. Misal bila jumlah input = 3 dan jumlah cluster yg dibuat = 3 maka jumlah data yang boleh digunakan minimal berjumlah 50.

4. Data yg seperti apa yg cocok untuk di cluster menggunakan Cluster EM ?

5.  Mengapa cluster EM disebut mixture model atau Gaussian Mixture Model ?

Mohon bantuannya, Pak Yudi.
Terima kasih</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pak Yudi, saya ada pertanyaan ttg cluster EM (Expectation Maximation)</p>
<p>1. Apa kelebihan dan kekurangan Cluster EM dibandingkan cluster K-Mean ?</p>
<p>2. Cluster yg baik adalah cluster yang memiliki karakterisitik homogenitas dan heterogenitas. Cluster EM lebih condong memiliki karakterisitik yang mana ?</p>
<p>3. Apakah ada hubungannya input data yang dipakai dalam cluster dgn jumlah cluster yg dihasilkan dan jumlah data yang akan dipakai dalam cluster EM. Misal bila jumlah input = 3 dan jumlah cluster yg dibuat = 3 maka jumlah data yang boleh digunakan minimal berjumlah 50.</p>
<p>4. Data yg seperti apa yg cocok untuk di cluster menggunakan Cluster EM ?</p>
<p>5.  Mengapa cluster EM disebut mixture model atau Gaussian Mixture Model ?</p>
<p>Mohon bantuannya, Pak Yudi.<br />
Terima kasih</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: budi</title>
		<link>http://yudiagusta.wordpress.com/mixture-modelling/comment-page-2/#comment-292</link>
		<dc:creator>budi</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 06 Jan 2009 04:13:14 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://yudiagusta.wordpress.com/?page_id=30#comment-292</guid>
		<description>Saya ingin bertanya data seperti apa yang bisa di cluster menggunakan cluster EM (Expectation Maximation). Terima kasih</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya ingin bertanya data seperti apa yang bisa di cluster menggunakan cluster EM (Expectation Maximation). Terima kasih</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Ahmad</title>
		<link>http://yudiagusta.wordpress.com/mixture-modelling/comment-page-2/#comment-291</link>
		<dc:creator>Ahmad</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 06 Jan 2009 04:10:49 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://yudiagusta.wordpress.com/?page_id=30#comment-291</guid>
		<description>Pak Yudi, ada yang ingin saya tanyakan tentang cluster EM (Expcectation Maximation)

1. Apa kelebihan dan kekurangan cluster EM dengan cluster K-Mean ?

2. Cluster yang baik adalah cluster yang memiliki karakteristik homogenitas dan heteroginitas, Cluster EM lebih condong memiliki karakteristik yang mana ?

3. Apakah ada hubungannya input yang akan dicluster dengan jumlah data yang akan dicluster dan jumlah cluster yg ingin dibuat. Misal bila input =3 dan jumlah cluster = 3 maka jumlah data yg harus dicluster minimal berjumlah 50. 

4. Mengapa cluster EM disebut juga mixture model clustering ?, apakah ada kaitannya dgn Gaussian Mixture Model.

Mohon bantuannya Pak Yudi, maaf kalau pertanyaaannya banyak.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pak Yudi, ada yang ingin saya tanyakan tentang cluster EM (Expcectation Maximation)</p>
<p>1. Apa kelebihan dan kekurangan cluster EM dengan cluster K-Mean ?</p>
<p>2. Cluster yang baik adalah cluster yang memiliki karakteristik homogenitas dan heteroginitas, Cluster EM lebih condong memiliki karakteristik yang mana ?</p>
<p>3. Apakah ada hubungannya input yang akan dicluster dengan jumlah data yang akan dicluster dan jumlah cluster yg ingin dibuat. Misal bila input =3 dan jumlah cluster = 3 maka jumlah data yg harus dicluster minimal berjumlah 50. </p>
<p>4. Mengapa cluster EM disebut juga mixture model clustering ?, apakah ada kaitannya dgn Gaussian Mixture Model.</p>
<p>Mohon bantuannya Pak Yudi, maaf kalau pertanyaaannya banyak.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Yudi Agusta</title>
		<link>http://yudiagusta.wordpress.com/mixture-modelling/comment-page-1/#comment-287</link>
		<dc:creator>Yudi Agusta</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 30 Dec 2008 00:42:56 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://yudiagusta.wordpress.com/?page_id=30#comment-287</guid>
		<description>Sesuai dengan namanya tujuan dari &#039;pencarian model&#039; adalah mencari model yang paling cocok merepresentasikan data yang kita miliki. Banyak metode yang bisa digunakan dan semuanya ada kelebihan dan kekurangannya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sesuai dengan namanya tujuan dari &#8216;pencarian model&#8217; adalah mencari model yang paling cocok merepresentasikan data yang kita miliki. Banyak metode yang bisa digunakan dan semuanya ada kelebihan dan kekurangannya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: mega</title>
		<link>http://yudiagusta.wordpress.com/mixture-modelling/comment-page-1/#comment-284</link>
		<dc:creator>mega</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 27 Dec 2008 03:52:47 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://yudiagusta.wordpress.com/?page_id=30#comment-284</guid>
		<description>thank pak!, setelah kita estimasi dataset, langkah selanjutnya kita kan menentukan model(misal pakai BIC/AIC/MML). 
Pertanyaanya, apa tujuan dari pencarian model itu dan salah satu cara terbaiknya pakai apa pak?
thank you for attention and your answer!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>thank pak!, setelah kita estimasi dataset, langkah selanjutnya kita kan menentukan model(misal pakai BIC/AIC/MML).<br />
Pertanyaanya, apa tujuan dari pencarian model itu dan salah satu cara terbaiknya pakai apa pak?<br />
thank you for attention and your answer!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Yudi Agusta</title>
		<link>http://yudiagusta.wordpress.com/mixture-modelling/comment-page-1/#comment-278</link>
		<dc:creator>Yudi Agusta</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 24 Dec 2008 01:40:52 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://yudiagusta.wordpress.com/?page_id=30#comment-278</guid>
		<description>Mega, klasifikasi dengan supervisi itu, dalam melakukan proses pengklasifikasian dipandu/diarahkan oleh klasifikasi yang sudah ada. Misalnya data mahasiswa yang ada diklasifikasikan menurut hasil akhirnya lulus memuaskan, baik atau cukup. Klasifikasi memuaskan, baik atau cukup ini dijadikan pemandu dalam melakukan pengklasifikasian.

Sedangkan untuk klasifikasi tanpa supervisi, dalam melakukan proses pengklasifikasian tidak dipandu sama sekali. Data dikelompokkan berdasarkan karakteristiknya, dan kita tidak akan tahu berapa kelompok yang menjadi hasil akhirnya, bisa satu kelompok, dua, tiga, empat dan seterusnya.

Sedangkan partisi itu, proses pengelompokan dilakukan dengan melakukan partisi/pembagian berdasarkan kemiripan karakteristik masing-masing data. Beda dengan hirarki, data dikelompokkan berdasarkan kemiripan anak dan orang tuanya.

Estimasi dalam clustering itu untuk menentukan nilai yang akan digunakan untuk merepresentasikan data-data yang termasuk di dalam suatu kelompok. Misalnya kalau kelompok yang ditemukan ingin direpresentasikan dalam bentuk rata-rata nilai data di dalam kelompok tersebut, berarti kita perlu melakukan estimasi nilai rata-rata dari kelompok tersebut. Cara untuk melakukan estimasi tergantung pada karakteristik yang ingin diestimasi nilainya.

Gitu dulu Mega, selamat mencoba.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mega, klasifikasi dengan supervisi itu, dalam melakukan proses pengklasifikasian dipandu/diarahkan oleh klasifikasi yang sudah ada. Misalnya data mahasiswa yang ada diklasifikasikan menurut hasil akhirnya lulus memuaskan, baik atau cukup. Klasifikasi memuaskan, baik atau cukup ini dijadikan pemandu dalam melakukan pengklasifikasian.</p>
<p>Sedangkan untuk klasifikasi tanpa supervisi, dalam melakukan proses pengklasifikasian tidak dipandu sama sekali. Data dikelompokkan berdasarkan karakteristiknya, dan kita tidak akan tahu berapa kelompok yang menjadi hasil akhirnya, bisa satu kelompok, dua, tiga, empat dan seterusnya.</p>
<p>Sedangkan partisi itu, proses pengelompokan dilakukan dengan melakukan partisi/pembagian berdasarkan kemiripan karakteristik masing-masing data. Beda dengan hirarki, data dikelompokkan berdasarkan kemiripan anak dan orang tuanya.</p>
<p>Estimasi dalam clustering itu untuk menentukan nilai yang akan digunakan untuk merepresentasikan data-data yang termasuk di dalam suatu kelompok. Misalnya kalau kelompok yang ditemukan ingin direpresentasikan dalam bentuk rata-rata nilai data di dalam kelompok tersebut, berarti kita perlu melakukan estimasi nilai rata-rata dari kelompok tersebut. Cara untuk melakukan estimasi tergantung pada karakteristik yang ingin diestimasi nilainya.</p>
<p>Gitu dulu Mega, selamat mencoba.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: mega</title>
		<link>http://yudiagusta.wordpress.com/mixture-modelling/comment-page-1/#comment-274</link>
		<dc:creator>mega</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 20 Dec 2008 09:46:32 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://yudiagusta.wordpress.com/?page_id=30#comment-274</guid>
		<description>apa itu estimation dalam clusstering?? dan bagaimana cara?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>apa itu estimation dalam clusstering?? dan bagaimana cara?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: mega</title>
		<link>http://yudiagusta.wordpress.com/mixture-modelling/comment-page-1/#comment-266</link>
		<dc:creator>mega</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 02 Dec 2008 13:58:40 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://yudiagusta.wordpress.com/?page_id=30#comment-266</guid>
		<description>pak! apa yang dimaksud clustering dengan supervisi/unsupervisi dengan partisi/tanpa partisi.
maksudnya !
1. apa itu supervisi
2. apa itu partisi
 mohon pejelasannya, terimakasih !</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>pak! apa yang dimaksud clustering dengan supervisi/unsupervisi dengan partisi/tanpa partisi.<br />
maksudnya !<br />
1. apa itu supervisi<br />
2. apa itu partisi<br />
 mohon pejelasannya, terimakasih !</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: mega</title>
		<link>http://yudiagusta.wordpress.com/mixture-modelling/comment-page-1/#comment-265</link>
		<dc:creator>mega</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 02 Dec 2008 13:52:19 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://yudiagusta.wordpress.com/?page_id=30#comment-265</guid>
		<description>pak! bagai mana cara pengelompokkan data dengan metode Bayes!! jika datanya lebih dari 2.mohon bantuannya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>pak! bagai mana cara pengelompokkan data dengan metode Bayes!! jika datanya lebih dari 2.mohon bantuannya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Yudi Agusta</title>
		<link>http://yudiagusta.wordpress.com/mixture-modelling/comment-page-1/#comment-224</link>
		<dc:creator>Yudi Agusta</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Sep 2008 13:02:01 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://yudiagusta.wordpress.com/?page_id=30#comment-224</guid>
		<description>Masing-masing cluster akan mempunyai nilai means untuk masing-masing variabel. Demikian.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Masing-masing cluster akan mempunyai nilai means untuk masing-masing variabel. Demikian.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: budi</title>
		<link>http://yudiagusta.wordpress.com/mixture-modelling/comment-page-1/#comment-222</link>
		<dc:creator>budi</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 18 Sep 2008 03:28:47 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://yudiagusta.wordpress.com/?page_id=30#comment-222</guid>
		<description>Mohon maaf Pak Yudi, ada yang ingin saya tanyakan lagi mengenai mixture model. Saya ingin bertanya pada tahap b-1 dikatakan bahwa hitung means (sama dgn centroid pada K-Mean) untuk masing2 cluster.

Yang ingin saya tanyakan adalah jika saya mempunyai 2 variabel dan ingin membuat 2 cluster, Maka mean (centroid) pada tiap cluster ada 2 nilai yaitu 
cluster 1 (V11 &amp; V12)  dan cluster 2 (V21 &amp; V22) atau nilai mean (centroid) pada tiap cluster ada 1 nilai yaitu nilai mean (V11&amp;V22) dirata2 kan lagi sehingga menjadi 1 nilai mean untuk tiap cluster.

Mohon bantuannya Pak Yudi.
Terima kasih</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mohon maaf Pak Yudi, ada yang ingin saya tanyakan lagi mengenai mixture model. Saya ingin bertanya pada tahap b-1 dikatakan bahwa hitung means (sama dgn centroid pada K-Mean) untuk masing2 cluster.</p>
<p>Yang ingin saya tanyakan adalah jika saya mempunyai 2 variabel dan ingin membuat 2 cluster, Maka mean (centroid) pada tiap cluster ada 2 nilai yaitu<br />
cluster 1 (V11 &amp; V12)  dan cluster 2 (V21 &amp; V22) atau nilai mean (centroid) pada tiap cluster ada 1 nilai yaitu nilai mean (V11&amp;V22) dirata2 kan lagi sehingga menjadi 1 nilai mean untuk tiap cluster.</p>
<p>Mohon bantuannya Pak Yudi.<br />
Terima kasih</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: budi</title>
		<link>http://yudiagusta.wordpress.com/mixture-modelling/comment-page-1/#comment-221</link>
		<dc:creator>budi</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 18 Sep 2008 03:06:17 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://yudiagusta.wordpress.com/?page_id=30#comment-221</guid>
		<description>Saya ingin bertanya pada tahap b-1 dikatakan bahwa hitung means (sama dgn centroid pada K-Mean) untuk masing2 cluster.

Yang ingin saya tanyakan adalah jika saya mempunyai 2 variabel dan ingin membuat 2 cluster, Maka mean (centroid) pada tiap cluster ada 2 nilai yaitu 
cluster 1 (V11 &amp; V12)  dan cluster 2 (V21 &amp; V22) atau nilai mean (centroid) pada tiap cluster ada 1 nilai yaitu nilai mean (V11&amp;V22) dirata2 kan lagi sehingga menjadi 1 nilai mean untuk tiap cluster.

Mohon bantuannya Pak Yudi.
Terima kasih</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya ingin bertanya pada tahap b-1 dikatakan bahwa hitung means (sama dgn centroid pada K-Mean) untuk masing2 cluster.</p>
<p>Yang ingin saya tanyakan adalah jika saya mempunyai 2 variabel dan ingin membuat 2 cluster, Maka mean (centroid) pada tiap cluster ada 2 nilai yaitu<br />
cluster 1 (V11 &amp; V12)  dan cluster 2 (V21 &amp; V22) atau nilai mean (centroid) pada tiap cluster ada 1 nilai yaitu nilai mean (V11&amp;V22) dirata2 kan lagi sehingga menjadi 1 nilai mean untuk tiap cluster.</p>
<p>Mohon bantuannya Pak Yudi.<br />
Terima kasih</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: alan</title>
		<link>http://yudiagusta.wordpress.com/mixture-modelling/comment-page-1/#comment-220</link>
		<dc:creator>alan</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 17 Sep 2008 15:13:49 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://yudiagusta.wordpress.com/?page_id=30#comment-220</guid>
		<description>Saya belum mengerti maksud Bapak, bisa tolong dipermudah penjelasannya
Terima kasih</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya belum mengerti maksud Bapak, bisa tolong dipermudah penjelasannya<br />
Terima kasih</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Yudi Agusta</title>
		<link>http://yudiagusta.wordpress.com/mixture-modelling/comment-page-1/#comment-219</link>
		<dc:creator>Yudi Agusta</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 17 Sep 2008 07:28:20 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://yudiagusta.wordpress.com/?page_id=30#comment-219</guid>
		<description>Untuk penghitungan standar deviasi, tergantung apakah pemodelan dengan mixture ini memperhitungkan tingkat korelasi antar variabel atau tidak. Kalau ya, maka penghitungan standar deviasi dilakukan dengan penghitungan covariance matrix. Kalau tidak, cukup dengan menghitung standar deviasi untuk masing-masing variabel.

Probabilitas dihitung dengan memanfaatkan fungsi distribusi yang digunakan sebagai dasar. Misalnya memakai fungsi Gaussian, karena nilai data dan means serta standar deviasi sudah didapatkan maka akan bisa dihitung dengan mudah. Jangan lupa bahwa dalam mixture model, penghitungan probabilitas juga harus memikirkan mixing proportion atau relative abundance dari masing-masing grup.

Semoga menjawab.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Untuk penghitungan standar deviasi, tergantung apakah pemodelan dengan mixture ini memperhitungkan tingkat korelasi antar variabel atau tidak. Kalau ya, maka penghitungan standar deviasi dilakukan dengan penghitungan covariance matrix. Kalau tidak, cukup dengan menghitung standar deviasi untuk masing-masing variabel.</p>
<p>Probabilitas dihitung dengan memanfaatkan fungsi distribusi yang digunakan sebagai dasar. Misalnya memakai fungsi Gaussian, karena nilai data dan means serta standar deviasi sudah didapatkan maka akan bisa dihitung dengan mudah. Jangan lupa bahwa dalam mixture model, penghitungan probabilitas juga harus memikirkan mixing proportion atau relative abundance dari masing-masing grup.</p>
<p>Semoga menjawab.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: alan</title>
		<link>http://yudiagusta.wordpress.com/mixture-modelling/comment-page-1/#comment-218</link>
		<dc:creator>alan</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 17 Sep 2008 01:28:07 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://yudiagusta.wordpress.com/?page_id=30#comment-218</guid>
		<description>Pak Yudi, saya ada masalah ttg masalah mixture model. 
Yang ingin saya tanyakan pada mixture model adalah pada tahap b-3 dalam menghitung nilai probabilitas masing2 data ke masing2 cluster. Bagaimana saya menghitung nilai probabilitas masing2 data jika 

Saya mempunyai 4 buah data dan 2 variabel X1 &amp; X2

1) Pada tahap b-1 ada 2 nilai mean(centroid) untuk masing2 variabel pada tiap cluster, dan Apakah nilai standar deviasi ada 2 nilai untuk masing2 variabel pada tiap cluster atau nilai standar deviasi hanya ada 1 nilai dimana kita menghitung 2 variabel secara sekaligus?  

2) Bukankah untuk menghitung probabilitas dibutuhkan 1 nilai mean dan 1 nilai mean, sehingga nilai mean (centroid) untuk masing2 variabel digabungkan menjadi 1 nilai mean dan menghitung standar deviasi untuk kedua variabel sehingga menjadi 1 nilai standar deviasi?  

Mohon bantuannya Pak Yudi
Terima kasih</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pak Yudi, saya ada masalah ttg masalah mixture model.<br />
Yang ingin saya tanyakan pada mixture model adalah pada tahap b-3 dalam menghitung nilai probabilitas masing2 data ke masing2 cluster. Bagaimana saya menghitung nilai probabilitas masing2 data jika </p>
<p>Saya mempunyai 4 buah data dan 2 variabel X1 &amp; X2</p>
<p>1) Pada tahap b-1 ada 2 nilai mean(centroid) untuk masing2 variabel pada tiap cluster, dan Apakah nilai standar deviasi ada 2 nilai untuk masing2 variabel pada tiap cluster atau nilai standar deviasi hanya ada 1 nilai dimana kita menghitung 2 variabel secara sekaligus?  </p>
<p>2) Bukankah untuk menghitung probabilitas dibutuhkan 1 nilai mean dan 1 nilai mean, sehingga nilai mean (centroid) untuk masing2 variabel digabungkan menjadi 1 nilai mean dan menghitung standar deviasi untuk kedua variabel sehingga menjadi 1 nilai standar deviasi?  </p>
<p>Mohon bantuannya Pak Yudi<br />
Terima kasih</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: alan</title>
		<link>http://yudiagusta.wordpress.com/mixture-modelling/comment-page-1/#comment-217</link>
		<dc:creator>alan</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 16 Sep 2008 13:57:48 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://yudiagusta.wordpress.com/?page_id=30#comment-217</guid>
		<description>Saya ada masalah ttg mixture model via EM. Yang ingin saya tanyakan adalah pada tahap b-2. dituliskan hitung standar deviasi untuk setiap cluster.

Saya memiliki 4 buah data dengan 2 variabel X1 dan X2.Saya ingin membagi menjadi 2 cluster. 

Yang ingin saya tanyakan adalah 
1) Apakah variabel X1 dan X2 memiliki standar deviasi masing2 seperti pada mean/centroid jadi ada 2 standar deviasi masing2 untuk X1 dan X2?

2) Apakah variabel X1 dan X2 memiliki 1 standar deviasi dimana nilai variabel X1 dan X2 dijadikan satu variabel dgn jumlah data = 8?

3) Bagaimana menghitung probabilitas masing2 cluster pd tahap b-3 apabila hanya 1 nilai standar deviasi dan 2 nilai mean (X1&amp;X2) apabila menghitung probabilitas menggunakan Gaussian dimana hanya ada 1 mean dan 1 standar deviasi?

Mohon dijawab Pak.
Terima kasih</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya ada masalah ttg mixture model via EM. Yang ingin saya tanyakan adalah pada tahap b-2. dituliskan hitung standar deviasi untuk setiap cluster.</p>
<p>Saya memiliki 4 buah data dengan 2 variabel X1 dan X2.Saya ingin membagi menjadi 2 cluster. </p>
<p>Yang ingin saya tanyakan adalah<br />
1) Apakah variabel X1 dan X2 memiliki standar deviasi masing2 seperti pada mean/centroid jadi ada 2 standar deviasi masing2 untuk X1 dan X2?</p>
<p>2) Apakah variabel X1 dan X2 memiliki 1 standar deviasi dimana nilai variabel X1 dan X2 dijadikan satu variabel dgn jumlah data = 8?</p>
<p>3) Bagaimana menghitung probabilitas masing2 cluster pd tahap b-3 apabila hanya 1 nilai standar deviasi dan 2 nilai mean (X1&amp;X2) apabila menghitung probabilitas menggunakan Gaussian dimana hanya ada 1 mean dan 1 standar deviasi?</p>
<p>Mohon dijawab Pak.<br />
Terima kasih</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: budi</title>
		<link>http://yudiagusta.wordpress.com/mixture-modelling/comment-page-1/#comment-215</link>
		<dc:creator>budi</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 16 Sep 2008 02:00:33 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://yudiagusta.wordpress.com/?page_id=30#comment-215</guid>
		<description>Terima kasih Pak Yudi, sekarang saya sudah mengerti tentang K-Mean, Fuzzy C-Mean, dan Mixture Model</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Terima kasih Pak Yudi, sekarang saya sudah mengerti tentang K-Mean, Fuzzy C-Mean, dan Mixture Model</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
