Lake Beratan and Kebun Raya

9 05 2008

Petunjuk menuju daerah Bedugul ada di bagian bawah tulisan ini.

Beberapa waktu lalu, kami bertamasya ke Danau Beratan dan Kebun Raya yang ada di dekatnya. Berikut ini sedikit cerita dan beberapa gambar yang kami sempat ambil di sana.

Bedugul - Pura Ulun DanuDanau Beratan adalah merupakan salah satu dari tiga danau yang terletak di daerah Bedugul, suatu daerah yang membatasi dua kabupaten yaitu Kabupaten Tabanan di selatan dan Kabupaten Buleleng di utara. Bedugul sendiri merupakan daerah pegunungan yang sangat sejuk dan biasanya didatangi oleh para pengunjung yang ingin mendapatkan suasana lain dari biasanya yang lebih sejuk dan pemandangan fresh yang hijau. Bedugul sendiri identik dengan pegunungan, bunga, dan buah-buahan. Mungkin karena sejuknya tersebut, bunga dan buah-buahan begitu mudah untuk ditemukan di sana.

Bedugul - Kebun RayaDi samping mengunjungi Danau Beratan ada suatu tempat yang sangat nyaman untuk dikunjungi untuk sekedar duduk-duduk sambil memakan makanan ringan maupun makan siang. Tempat tersebut disebut dengan Kebun Raya Bedugul. Banyak pepohonan yang bisa ditemukan di sana dan banyak lapangan luas yang terbentang yang mengijinkan anak-anak untuk berlari-lari dan bagi orang tua untuk bersantai duduk sambil melihat pemandangan. Salah satu bagian yang menjadi tempat favorit kami kalau berkunjung ke sana adalah suatu lapangan rumput yang cukup luas yang letaknya agak ke dalam di dalam kebun raya tersebut. Lapangan tersebut menghadap ke Danau Beratan di bagian bawahnya. Kami sering duduk di sana untuk bersantai sambil menyantap snack atau makan siang dan mendengarkan lagu-lagi dari radio yang sengaja kami bawa.

Bedugul - Aya dan Kiya

Bedugul - NicolasDanau Beratan sendiri sangat terkenal dengan suatu pura yang disebut dengan Pura Ulun Danu Danau Beratan. Gambar Pura Ulun Danu ini banyak dan sering sekali terpampang di beberapa brosur yang mempromosikan pariwisata Pulau Bali. Keunikan dari pura ini adalah letaknya yang ada sedikit di tengah danau. Pada saat air danau tinggi, kita bahkan tidak bisa melihat jalan atau daratan yang menghubungkan pura tersebut dengan tepi danau. Dari pura tersebut kita juga dapat menyewa perahu kecil untuk bisa berkeliling di tengah danau. Saat kami berkunjung mendung atau mungkin kabut lumayan pekat, sehingga kami memutuskan hanya duduk-duduk saja menikmati pemandangan danau. Saat itu, Nicolas, salah satu internship asal Perancis yang sedang melakukan magang di Bali di bawah bimbingan saya, juga ikut bertamasya. Di sana, saya sempat mengabadikan Nicolas di depan Pura Ulun Danu tersebut sebagai kenangan.

Travelling Bali Part 1 Direction: Untuk mencapai daerah Bedugul, kalau anda berangkat dari arah Denpasar, anda perlu untuk menuju ke arah Terminal Bis Ubung terlebih dahulu. Dari sana, anda terus menyusuri jalan utama menuju arah utara, dan sampai di pertigaan Bringkit, anda berbelok ke kanan. Dari pertigaan tersebut, anda hanya perlu menyusuri jalan utama, sekitar 20-25 km dan anda akan sampai di Danau Beratan tersebut. Pintu masuk ke Kebun Raya Bedugul ada sebelum Danau Beratan. Letak absolut daerah Bedugul dapat dilihat dengan membuka peta Pulau Bali melalui thumbnail peta di samping. Letak daerah tersebut tersebut ditandai dengan angka nomor [4].




Bali’s Southern Beaches

24 04 2008

Petunjuk menuju Nusa Dua ada di bagian bawah tulisan ini.

Sekitar bulan Oktober 2007, kami sekeluarga memutuskan untuk bertamasya pantai ke daerah bagian selatan Pulau Bali, yaitu wilayah Nusa Dua. Kami berangkat pagi tanpa begitu banyak persiapan kecuali tikar, beberapa makanan kecil dan makanan seadanya untuk santap siang. Kami memulai kunjungan ke Pantai Tanjung. Langit cukup cerah saat itu dan ombakpun tidak begitu tinggi. Awalnya kami bermaksud hanya duduk-duduk santai di tepi pantai, sambil menikmati pemandangan laut. Tetapi, melihat begitu banyaknya permainan yang tersedia, dan wajah-wajah ceria pengunjung yang menikmati permainan-permainan tersebut, akhirnya kamipun tergoda untuk mencobanya. Banana Boat, Parasailing, Flying Fish, Jet Ski, Kano, dan Tamasya Ke Pulau Penyu adalah beberapa di antara banyak permainan yang ada.

Pantai - BananaKami memutuskan untuk bermain Banana Boat, karena Banana Boat bisa dilakukan oleh lebih dari empat orang, sehingga kami bisa melakukannya sekeluarga bersamaan. Melihat tawa ria pengunjung yang telah menyelesaikan permainan Banana Boat, kami pikir kami akan bisa duduk bersantai-santai di atas banana boat tersebut. Tapi kami salah perkiraan. Naik Banana Boat ternyata cukup memerlukan tenaga untuk berpegangan. Kalau tidak, kita bisa terpental jatuh ke dalam laut. Saya was-was saja anak saya yang kedua, Kiya (6 tahun), akan tidak kuat memegangnya, karena saya sendiri harus berpegangan cukup kuat untuk menjaga keseimbangan. Tapi ternyata Kiya cukup kuat menyelesaikan permainan itu. Kami sangat sangat bangga pada Kiya saat itu.

Pantai - ParasailingPermainan lain yang kami (saya) mainkan adalah parasailing. Sayangnya parasailing hanya bisa dinikmati oleh satu orang dan anak-anak tidak diperbolehkan. Kalaupun boleh, harus bareng dengan orang tua. Tapi entah kenapa, saya tidak diijinkan untuk naik berdua, mungkin karena keberatan kali ya. Jadilah hanya saya yang memainkannya. Cukup menyenangkan juga naik ke udara bebas sambil melihat garis pantai yang putih dan laut yang saat itu berwarna biru muda. Untuk bisa menyelesaikan permainan itu, sebelum memulai permainan, saya diberikan pelajaran kecil bagaimana caranya agar sailing bisa belok ke kiri dan kanan, dengan sarung tangan biru dan merah, masing-masing di tangan kanan dan kiri. Dari garis pantai, petugas akan memberikan aba-aba dengan bendera biru dan merah, dan menaikkannya sesuai keperluan, sehingga kita tidak terbawa angin, tidak tercebur ke laut dan bisa mendarat dengan baik di garis pantai. Cukup menegangkan tapi sangat menyenangkan.

Pantai - MengiatSetelah puas melakukan permainan di Pantai Tanjung, kami berpindah mencari pantai yang lain, dan kamipun pergi ke Pantai Mengiat. Pantai Mengiat merupakan pantai yang ada di kompleks hotel Nusa Dua. Walaupun begitu, tidak ada biaya yang dikenakan untuk masuk ke pantai ini. Kami sengaja meluangkan waktu di pantai tersebut untuk menikmati makan siang kami. Setelah menikmati santap siang, saya dan istri beristirahat di bawah pohon-pohon yang cukup rindang sebagai peneduh. Aya dan Kiya, seperti biasa, tidak bisa diam kalau sudah melihat pantai dan air. Mereka berdua bermain pasir di tepi pantai. Matahari sangat menyengat saat itu. Saya tidak bisa membayangkan, mereka bisa tahan duduk di pasir yang memang cukup panas, tapi masih bisa bermain sambil tertawa-tawa (Foto di samping tidak begitu bisa memperlihatkan, tapi pasirnya memang sangat-sangat panas sekali saat itu). Disela-sela waktu mereka, mereka juga memanfaatkan waktu mereka untuk menggambar pantai yang sedang mereka kunjungi.

Pantai - DreamlandSetelah secukupnya beristirahat, kami mencari-cari lagi pantai yang bisa dikunjungi. Kami akhirnya memutuskan untuk pergi ke Dreamland, karena pantai ini cukup banyak dibicarakan orang, sebagai pantai baru yang belum banyak pengunjungnya. Pantai tersebut kalau dilihat dari posisinya ada di bagian barat ujung selatan Pulau Bali. Pantai itu memang pantai yang baru, tetapi ternyata pengunjungnya saat itu sangat banyak sekali. Pasir putih dan pemandangan tebing merupakan ciri khas pantai itu. Setelah melihat-lihat, kami akhirnya tahu bahwa pantai itu tidak cocok untuk anak-anak bermain-main pasir dan berenang. Ombaknya terlalu tinggi. Mungkin peminatnya lebih banyak para surfer yang biasanya akan lebih senang kalau ombaknya makin tinggi. Kami tidak begitu lama tinggal di sana, dengan tidak lupa mengambil beberapa foto untuk kenangan. Dan ternyata memang, hari sudah mulai sore. Kamipun memutuskan untuk pulang, supaya bisa istirahat lebih cepat. Begitulah sedikit cerita tamasya pantai kami di daerah selatan Pulau Bali.

Travelling Bali Part 1 Direction: Untuk mencapai daerah Nusa Dua, kalau anda berangkat dari arah bandara Ngurah Rai, anda hanya perlu menyusuri ByPass I Gusti Ngurah Rai menuju arah Bukit. Nusa Dua terletak kira-kira 20 km dari Bandara. Ketiga pantai yang kami kunjungi ada di sekitar daerah Nusa Dua. Letak absolut daerah Nusa Dua dapat dilihat dengan membuka peta Pulau Bali melalui thumbnail peta di samping. Letak daerah tersebut tersebut ditandai dengan angka nomor [3].




A Day at Taman Safari, Gianyar

9 04 2008

Petunjuk ke Bali Safari & Marine Park ada di bagian bawah tulisan ini.

Akhir tahun 2007, tepatnya tanggal 30 Desember 2007, kami sekeluarga meluangkan waktu untuk pergi ke Bali Safari and Marine Park yang ada di Kabupaten Gianyar, Bali. Taman yang baru dibuka awal Oktober 2007 ini memberikan berbagai macam kegiatan yang cukup menyenangkan untuk diikuti seperti bersafari keliling melihat hewan yang dibiarkan hidup bebas secara langsung, pertunjukan gajah, anjing dan burung dimana kita bisa mengamati berbagai kebolehan mereka, kesempatan langka untuk merasakan menunggangi unta, gajah, dan kuda poni, bersentuhan langsung dan berfoto dengan berbagai hewan seperti orang utan, burung, harimau dan lain-lain. Di samping itu, taman ini juga menyediakan arena bermain air untuk anak-anak dan dewasa yang bisa dinikmati sepanjang hari. Dan pada saat kami berkunjung, taman mainan anak-anak juga sedang dibangun.

Taman Safari - UntaTaman Safari - Gajah

Beberapa tips yang bisa dipakai saat mengunjungi tempat ini antara lain:

  1. Periksa jadwal kegiatan/pertunjukan yang disediakan hari itu
  2. Rencanakan permainan dan kegiatan/pertunjukan yang ingin dikunjungi (sesuaikan dengan lokasi dan jamnya)
  3. Jangan lupa membawa pakaian renang, karena kunjungan ke taman ini bisa diakhiri dengan bermain air yang bisa sangat menyenangkan bagi anak-anak maupun orang dewasa.

Harga tiket untuk masuk ke Bali Safari and Marine Park ini sebesar Rp.75.000,- per orang termasuk biaya bersafari dan menonton pertunjukan. Berfoto, menunggang, dan bermain air dikenai biaya tambahan.

Taman Safari - Kerangka GajahTaman Safari - Kuda Poni

Taman Safari - Main AirTaman Safari - Gajah Dad

Travelling Bali Part 1 Direction: Untuk mencapai Bali Safari and Marine Park, kalau anda berangkat dari arah bandara Ngurah Rai, anda hanya perlu menyusuri ByPass I Gusti Ngurah Rai menuju arah Sanur. Setelah melewati simpang empat Sanur Beach kira-kira 2 km, belok ke kanan menuju ke ByPass Prof. DR. Ida Bagus Mantra (bypass yang menuju Kota Klungkung). Bali Safari and Marine Park ada di sebelah kiri jalan pada km 17 jalan bypass tersebut. Letak absolut Bali Safari and Marine Park dapat dilihat dengan membuka peta Pulau Bali melalui thumbnail peta di atas. Letak Park tersebut ditandai dengan angka nomor [2].




A Trip to Jembatan Tukad Bangkung

24 03 2008

Petunjuk jalan menuju desa Pelaga, bisa dilihat di bagian bawah tulisan ini.

Hari Jumat tanggal 21 Maret 2008, dalam rangkaian liburan panjang Paskah dan Maulid Nabi, saya sekeluarga bertamasya ke desa Pelaga, Kabupaten Badung, Provinsi Bali, untuk melihat Jembatan Tukad Bangkung yang diklaim sebagai jembatan tertinggi di Asia dengan spesifikasi ketinggian pilar 71,14 meter.

Jembatan Tukad Bangkung Kami sangat kagum melihat ketinggian jembatan tersebut. Jembatan tersebut menghubungkan dua bukit di ketinggiannya, sehingga ruang yang tampak di sekitarnya begitu luas yang diisi dengan pemandangan penuh dari puncak gunung dan langit. Sungguh tempat refreshing yang nyaman. Tukad Bangkung sendiri dulunya adalah daerah yang cukup terisolir, terletak di antara pegunungan tinggi, dan untuk melaluinya harus melintasi jalan kecil yang naik turun lembah dan gunung. Dengan jembatan ini, tiga kabupaten yang dulunya tidak dapat terhubung langsung melalui tempat ini yaitu Badung, Bangli dan Buleleng, sekarang sudah bisa dilalui dengan nyaman.

Tentunya, untuk menerapkan prinsip sekali kayuh dua tiga pulau terlampau, kami juga mencari hal-hal lain yang bisa dinikmati di sana. Mum, Aya dan Kiya di Air Terjun NungnungSelain jembatan tersebut, ada beberapa tempat yang kami kunjungi yang membuat tamasya kami kali ini sangat-sangat mengesankan, yang akhirnya membuat kami spent our day time all in desa Pelaga dan sekitarnya. Ada beberapa tempat menarik selain jembatan yang juga bisa dikunjungi sepanjang perjalanan maupun di sekitar jembatan. Sebelum sampai di Jembatan Tukad Bangkung kita bisa singgah dulu di Air Terjun Nungnung yang namanya memang belum seterkenal Air Terjun Gitgit. Kami menyusuri tangga yang lumayan banyak jumlahnya, turun ke lembah sungai untuk melihat air terjun dari jarak dekat. Tangga-tangga menuju ke air terjun sudah tersedia dengan cukup memadai. Air terjunnya sendiri terletak di lembah yang lebih mendekati gua, dengan suasana hijau daun dan lelumutan. Setelah puas melihat air terjun dan sedikit kelelahan saat kembali naik dari lembah air terjun, kami juga menikmati makan siang di bale-bale kecil yang disediakan di sepanjang jalan setapak menuju air terjun tersebut.

Kiya di Jembatan Tukad Badung Setelah menikmati makan siang, kami meluncur menuju Jembatan Tukad Bangkung. Di jembatan tersebut kami duduk-duduk di warung kopi untuk bisa lebih menikmati pemandangan jembatan tersebut sambil menikmati kopi panas dan buah durian yang dijual di warung tersebut. Kami mengambil beberapa foto pemandangan untuk kenang-kenangan, salah satunya adalah foto di samping (Kiya dengan latar belakang jembatan). Hamparan pemandangan di sana memang sangat menyejukkan mata. Gambar Jembatan Tukad Bangkung KiyaAya dan Kiya juga menyibukkan diri menggambar jembatan Tukad Bangkung tersebut dengan sketch book mereka, yang salah satu hasilnya ada di samping kanan ini. Kami duduk di sana hampir sekitar satu setengah jam.

Setelah puas menikmati pemandangan Jembatan dan sekitarnya, kami kemudian melanjutkan perjalanan untuk melihat Agro Wisata Bagus yang ada di dekat jembatan tersebut. Aya dan Kiya di Agro Wisata BagusWalaupun pemandangan dari agro wisata tersebut sangat indah, tetapi kami tidak bisa melakukan kunjungan ke taman buah dan melakukan pemetikan. Saya sempat berbincang dengan seorang pegawai agro tersebut, yang menyatakan bahwa proyek Agro Wisata Bagus memang sedang bermasalah dalam hal keuangan dan konsep. Dulunya banyak buah-buahan dan sayur-sayuran yang ditanam di sana. Kelebihannya lagi, buah dan sayur tersebut dipelihara secara organik. Tetapi sekarang ini, karena permasalahan konsep agro wisata yang masih belum cocok antara pemilik dan pengelolanya dan juga permasalahan keuangan pendukungnya, untuk sementara agro tersebut tidak dioperasikan. Kami sendiri ingin agar proyek tersebut bisa secepatnya beroperasi kembali. Karena nikmatnya memetik buah dan sayur organik serta memasak dan memakan masakannya, di tempat dengan pemandangan yang nyaman seperti di sana, menjadi imajinasi yang cukup indah di pikiran kami.

Walaupun begitu, secara keseluruhan, perjalanan kami ke desa Pelaga, yang utamanya untuk melihat Jembatan Tukad Bangkung, berubah menjadi satu hari yang sangat mengesankan dan memberikan suasana refresh kepada kami untuk melakukan kembali kegiatan rutin sehari-hari.

Travelling Bali Part 1 Direction: Untuk menuju desa Pelaga, dimana Jembatan Tukad Bangkung itu berada, kami berangkat dari kota Denpasar dengan masuk ke Jalan Ahmad Yani dari Jalan Gatot Subroto, Denpasar. Kami ikuti saja jalan ke arah utara dan hanya perlu belok ke kiri di pasar Desa Mambal. Setelah itu, hanya mengikuti jalan besar saja untuk sampai di desa Pelaga. Air Terjun Nungnung, terletak di desa Nungnung kira-kira 5 km sebelum Jembatan. Agro Wisata Bagus bisa dicapai dengan berbelok ke kiri di pertigaan sebelum masuk jalan baru menuju Jembatan. Agro wisata tersebut terletak kira-kira 1 km dari pertigaan tersebut. Letak absolut desa Pelaga dapat dilihat dengan membuka peta Pulau Bali melalui thumbnail peta di atas. Letak desa Pelaga ditandai dengan angka nomor [1].