Registrasi Penduduk Online Part 2

16 04 2008

Tulisan terdahulu: Registrasi Penduduk Online Part 1.

Kemarin, setelah pulang kantor, saya sempat menonton berita di TV acara The Election Channel yang memberitakan perkembangan persiapan pemilihan kepala daerah provinsi Sumatera Utara. Padahal pemilihan kepada daerah sudah akan dilaksanakan besoknya (hari ini, jadinya ya), penduduk yang mempunyai hak pilih masih bingung dengan tidak adanya kartu pemilih atas nama mereka. Diberitakan di sana bahwa mereka yang tidak ada kartu pemilihnya, tidak pernah terdaftar sebagai penduduk di daerah tersebut. Kelanjutan dari berita tersebut, disebutkan juga, bahwa banyak penduduk yang memiliki kartu pemilih ganda yang mengijinkan mereka untuk melakukan pemilihan di dua tempat yang berbeda atau bahkan mungkin di dua tempat yang sama (kemungkinan ini ada juga). Inilah suatu akibat dari tidak adanya sistem registrasi penduduk yang bersifat online tersebut. Daerah yang satu membuat sistem pencatatan sendiri, begitu juga daerah yang lainnya tanpa ada rasa care terhadap sistem pencatatan yang dilaksanakan di tempat yang lain. Orang bisa tidak mendaftarkan diri sebagai penduduk sama sekali dan orang bisa mendaftarkan diri di dua tempat yang berbeda atau lebih.

Dilihat dari segi biaya, dengan tidak adanya sistem registrasi penduduk online ini, Komisi Pemilihan Umum, dalam tugasnya mempersiapkan kegiatan pemilihan, harus membuat sendiri sistem database pemilih, yang dijadikan dasar untuk menentukan penduduk yang berhak memilih dan penduduk yang tidak. Hitungan kasar saja, biaya yang dikeluarkan bisa dua kali lipat dari biaya yang dikeluarkan kalau sistem registrasi penduduk online ini dibangun. Bukankah ini suatu pemborosan yang bisa dibilang sungguh-sungguh tidak masuk akal?




Registrasi Penduduk Online Part 1

14 03 2008

Sistem registrasi penduduk Indonesia sekarang ini masih dilakukan secara lokal. Setiap kabupaten berusaha mencacat penduduk yang ada di wilayahnya tanpa terlalu memikirkan keadaan kependudukan di tempat lain. Istilahnya pencacatan penduduk masih dilakukan secara lokal. Beberapa hal yang sering terlewatkan saat pencatatan penduduk adalah:

  • Penduduk baru yang datang menetap dan meminta untuk dicatat tidak ditanyai tempat terakhir dia terdaftar sebagai penduduk.
  • Kalaupun ditanyai dan dijawab dengan jelas, tidak ada usaha dari petugas registrasi yang baru untuk menghubungi tempat yang lama untuk menghapus catatan di sana.
  • Secara sederhana, tidak ada prosedur yang jelas apa yang harus dilakukan penduduk apabila dia memang harus pindah ke tempat lain dari segi pencatatan penduduk.

Dengan begini ini, ada banyak permasalahan yang ditimbulkan. Yang paling jelas kita sudah sering mendengar bahwa satu orang bisa mempunyai lebih dari satu KTP. Kartu Tanda Penduduk lebih dari satu, berarti seseorang bisa tercatat sebagai penduduk lebih dari satu kali. Melihat ini tentu saja jumlah penduduk yang sering dilaporkan sekarang ini kemungkinan lebih besar dari keadaan sebenarnya. Tapi kelihatannya tidak sesederhana itu dan tidak berbanding lurus seperti itu. Karena di era informasi seperti sekarang ini, ada juga penduduk Indonesia yang tidak punya KTP. Jadi mungkin ’saldonya’ jadi sama. Saling nambahi dan ngurangi :( .

Ini baru salah satu efek dari segi laporan jumlah penduduk. Masih banyak lagi efek-efek yang lain, yang akan saya tuliskan di blog yang lain.




Penelitian Teknologi Informasi (TI)

10 03 2008

Penelitian Teknologi Informasi (TI) cukup berbeda dengan penelitian di bidang sosial kemasyarakatan. Umumnya penelitian TI tidak mempunyai metodelogi yang jelas, tidak ada pembuatan kuesioner, tidak ada pengolahan data dan hanya sedikit yang mencakup analisa hasil. Penelitian di bidang TI, sepanjang yang pernah saya amati, bisa mencakup beberapa jenis penelitian termasuk:

  1. Penelitian Murni TI: Penelitian jenis ini merupakan penelitian yang berusaha
    memecahkan permasalahan-permasalahan yang muncul terkait bidang TI dengan mencari solusi-solusi yang bersifat fundamental. Umumnya penelitian ini banyak berkecimpung mempelajari teori-teori yang ada untuk dapat mengembangkan teori-teori fundamental terkait lainnya. Beberapa penelitian yang bisa termasuk di dalam cakupan ini antara lain pengembangan:

    • Metodologi pengembangan sistem informasi
    • Metodologi pembuatan data warehouse
    • Metode-metode data mining/soft-computing
    • Konsep jaringan
    • Metode searching
    • Teori Optimasi
    • Metode Pemilihan Variabel
    • Sistem keamanan jaringan
    • Metode enkripsi dekripsi
    • Bahasa pemrograman
    • Metode penyimpan data
    • Metode pengolahan citra
    • Metode pengenalan pola
    • Among others
  2. Penelitian Terapan TI: Penelitian terapan di bidang TI lebih mengacu pada penelitian yang memanfaatkan teori atau metode, yang telah dikembangkan orang lain dalam cakupan penelitian murni TI, di dalam pengembangan penelitian lanjutan. Beberapa penelitian yang bisa dimasukkan di dalam cakupan penelitian ini antara lain pengembangan:
    • Sistem kontrol berbasis soft-computing
    • Hardware yang menerapkan metode penyimpanan data baru
    • Metode analisa kedokteran berbasis soft-computing
    • Penelitian yang membandingkan antara teori/metode
    • Sistem operasi yang berbasis open source
    • Sistem database dengan sistem indexing data baru
    • Metode peningkatan efektifitas jaringan berbasis data mining
    • Sistem pencarian dengan metode searching baru
    • Word processing dengan metode spell checker baru
    • Sistem database dengan metode penyimpan data baru
    • Aplikasi pengolahan citra dengan metode pengolahan baru
    • Aplikasi pemodelan data yang mengakomodasi metode baru
    • Program-program (DLL atau JSP) untuk metode tertentu
    • Bioinformatics dan Biomedik
    • Penerapan Metode TI di Bidang Lain (Ekonomi, Sosial dll)
    • Among others
  3. Penelitian Pengembangan Sistem: Sistem yang dimaksud di sini merefer pada sistem yang dapat dipergunakan langsung oleh pengguna seperti sistem informasi dan sistem jaringan. Penelitian jenis ini umumnya berusaha menerapkan berbagai teori atau metode yang telah dikembangkan baik dalam cakupan penelitian murni maupun penelitian terapan seperti sistem database, bahasa pemrograman, konsep jaringan dan lain-lain. Penelitian yang tercakup umumnya mencakup pengembangan sistem untuk tujuan perorangan/komunitas tertentu seperti pengembangan:
    • Sistem informasi keuangan
    • Sistem pakar
    • Sistem pendukung keputusan
    • Sistem data warehouse
    • Sistem digital library
    • Sistem mobile dictionary
    • Sistem jaringan berbasis open source
    • Among others

    Dibandingkan dengan penelitian murni dan terapan bidang TI, penelitian jenis ini sekarang ini kelihatannya masih lebih banyak diminati oleh mahasiswa TI Indonesia dalam proses penyelesaian kegiatan belajar mereka. Penelitian jenis ini juga sudah jelas tata cara pelaksanaannya, karena metodologi pengembangan sistem umumnya sudah pernah diusulkan dalam tahapan penelitian murni.

  4. Penelitian Terkait Penggunaan dan Manajemen TI: Belakangan ini, dengan berkembangnya penerapan TI di masyarakat, keilmuan tentang efektivitas penggunaan dan keilmuan di bidang manajemen TI juga semakin berkembang. Penelitian terkait dengan keilmuan-keilmuan tersebut juga banyak dilakukan. Walaupun masih dalam ruang lingkup TI, penelitian jenis ini mungkin lebih banyak dikaitkan dengan penelitian bidang sosial kemasyarakatan, karena yang menjadi objek penelitian biasanya adalah user/pengguna TI, administrator TI atau provider TI. Sehingga kemungkinan untuk menerapkan metodologi penelitian seperti halnya penelitian di bidang sosial kemasyarakatan sangat besar.

Mungkin ada yang masih memperdebatkan apakah kegiatan pengembangan sistem termasuk sebagai suatu kegiatan penelitian atau tidak. Kalau dilihat dari definisi dari kata penelitian (research) itu sendiri yaitu:

Research is a human activity based on intellectual investigation and is aimed at discovering, interpreting, and revising human knowledge on different aspects of the world. Research can use the scientific method, but need not do so.(sumber: http://en.wikipedia.org/wiki/Research)

kegiatan penelitian pada hakekatnya mempunyai tujuan untuk menemukan, menginterpretasikan ataupun merevisi pengetahuan yang ada di masyarakat. Sehingga, penelitian yang melibatkan kegiatan pengembangan sistem, karena tidak mencakup unsur menemukan, menginterpretasikan ataupun merevisi pengetahuan masyarakat, memang masih bisa menjadi bahan perdebatan apakah kegiatan tersebut bisa dimasukkan ke dalam kegiatan penelitian bidang TI atau tidak.

Mengikuti perkembangan pendidikan tinggi TI Indonesia dan merefer bahwa, pengembangan sistem masih banyak diminati oleh mahasiswa TI di Indonesia sebagai bahan skripsi, saya sendiri secara pribadi berpendapat bahwa pengembangan sistem yang dilakukan dalam tatanan perkuliahan masih termasuk dalam pengerjaan projek (assignment) dari suatu perkuliahan, yang mungkin hanya bisa dijadikan tugas akhir (projek akhir) dari mahasiswa dengan level di bawah S1 (D1, D2, dan D3).




Penelitian Part 2

4 03 2008

Tulisan sebelumnya: Penelitian Part 1

Cara yang harus dijalani untuk mengatasinya sudah tentu dengan mempelajari matematika atau statistik tersebut sesuai dengan keperluan kita. Tetapi, tentu ini adalah kegiatan yang sangat-sangat tidak diminati, kalau memang ‘matematika’ atau ’statistik’ itu adalah hal yang tidak kita sukai. Mungkin di sini saya bisa sedikit berbagi pengetahuan tentang alternatif yang bisa digunakan untuk mengatasinya:

  • Bagi yang suka menggunakan komputer, paket program Microsoft Excel sudah menyediakan banyak fasilitas untuk melakukan penghitungan matematika dan statistik.
  • Bagi yang suka komputer lagi, ikut mailing list terkait juga merupakan cara yang bagus dan ‘gratis’ untuk berkonsultasi.
  • Bagi yang tidak menggunakan komputer, beberapa tempat yang mungkin bisa dikunjungi untuk berkonsultasi tentang statistik antara lain: Badan Pusat Statistik (Statistics Indonesia) yang mempunyai banyak statistician atau perguruan tinggi yang mempunyai jurusan matematika atau statistik. Orangnya baek-baek kok.
  • Yang paling gampang mungkin, cari teman yang bisa matematika atau statistik, itu akan sangat membantu.

Masih terlalu berat? Sudah tidak ada jalan lagi kali ya.

Balik ke istilah ‘penelitian’, kegiatan seperti ini akan sangat membantu apabila kita memang sedang menghadapi permasalahan. Pada kesempatan ini saya ingin mengajak, mari kita biasakan hidup sehari-hari kita untuk mengikuti metode penelitian yang telah diberikan dalam tulisan ‘Penelitian Part 1′. Dengan menerapkannya dalam setiap langkah kita, hidup kita akan menjadi lebih beralasan dan Indonesia senantiasa akan menjadi negara yang berhasil dan pintar.




Penelitian Part 1

4 03 2008

Karena latar belakang saya ada di penelitian, kata ‘penelitian’ begitu dekat rasanya dengan pikiran saya. Pada kebanyakan orang mungkin kata penelitian itu adalah kata yang sedikit angker yang mengharuskan kita untuk menguras isi otak kita menjadi suatu penemuan yang besar. Menurut saya, hal ini yang sering menyalah kaprahkan arti penelitian, sehingga banyak orang yang sedikit menjauh dari kegiatan yang mempunyai unsur tersebut.

Saya ingin menuangkan pemikiran saya sedikit mengenai penelitian dan ada tidaknya hubungan antara penelitian dengan kehidupan kita sehari-hari. Dalam keilmuan metode penelitian sebagai contoh ada beberapa kegiatan yang perlu dilaksanakan dan secara umum bisa dibagi menjadi 4:

  • Merumuskan permasalahan
  • Mempersiapkan perangkat pemecahan masalah
  • Mencari alternatif pemecahan
  • Menerapkan pemecahan

Dalam kehidupan kita sehari-hari, kalau kita cermati keempat kegiatan tersebut selalu menyertai setiap langkah kita. Bilanglah kita akan bepergian ke suatu tempat. Permasalahan yang mungkin muncul adalah misalnya ‘jalur mana yang akan kita tempuh’. Di sana kita akan mempersiapkan beberapa perangkat misalnya ‘peta’. Dari perangkat tersebut kita akan mencari beberapa alternatif solusi, yang pada akhirnya kita harus memutuskan jalur mana yang akan kita lalui. Kemudian setelah keputusan diambil, kita menerapkannya dengan mengendarai mobil melewati jalur yang dipilih ke tempat tujuan.

Kemampuan-kemampuan untuk melakukan ‘penelitian kecil’ seperti ini sebenarnya sudah melekat pada setiap orang. Cuman memang sering terlibatnya ‘matematika’ dan ’statistik’ dalam suatu kegiatan penelitian yang bersifat ‘ilmiah’ membuat banyak peminat menjadi undur diri. Memang terus terang, walaupun saya merupakan seorang yang sudah cukup banyak mendalami statistik dari segi keilmuan komputer (data mining), sering keengganan kita untuk melibatkan statistik dan matematika membuat kita mundur satu langkah sebelum memulainya.