Java Standard Naming Coding

2 07 2011

- Comment Awal diberikan setiap coding class mulai dilakukan
- Nama package dibuat dengan huruf kecil
- Nama class dibuat dengan Title Case
- Pernyataan yang panjang yang memerlukan lebih dari satu baris diberikan indentation
- Untuk setiap sub bagian dari pernyataan diberikan satu indentation yang terpisah
Standard Naming 01

- Pernyataan yang mencakup perhitungan yang memerlukan penulisan lebih dari satu baris, untuk baris kedua dimulai setelah tanda ‘=’
- Pernyataan if yang memerlukan penulisan lebih dari satu baris, untuk baris kedua dimulai dengan dua indentation
- Sedangkan statement di dalam if, dimulai dengan satu indentation – hal ini dilakukan untuk lebih mudah menemukan bagian statement
Standard Naming 02

- Ekspresi Ternary dapat dilakukan dengan tiga cara yang berbeda
Standard Naming 03

- Deklarasi variabel dilakukan satu demi satu, dan tidak dilakukan secara bersamaan dalam satu baris
- Penempatan variable dilakukan sesuai keperluan akan variabel tersebut, dan tidak semuanya dideklarasikan di awal
Standard Naming 04

Berikut ini adalah:
- Penulisan deklarasi class dan interface dilakukan secara standar
- Penulisan if, if-else, if-else-if-else secara standar
- Penulisan for, while, do-while, try-catch secara standar
- Penulisan switch-case secara standar
Standard Naming 05
Standard Naming 06
Standard Naming 07
Standard Naming 08

- Spasi kosong diberikan sesuai aturan untuk mempermudah membaca kembali
Standard Naming 09

Berikut ini adalah:
- Cara penulisan class
- Cara penulisan interface
- Cara penulisan method
- Cara penulisan variable
- Cara penulisan variable constant
Standard Naming 10
Standard Naming 11
Standard Naming 12
Standard Naming 13





Model View Controller (MVC)

15 03 2011

Model View Controller (MVC) merupakan arsitektur yang sangat berguna dalam melakukan pengembangan sistem. Arsitektur ini memisahkan antara bagian tampilan dengan bagian back office dari pemrograman. Arsitektur ini terdiri dari tiga bagian: Bagian Model yang bertugas untuk mengelola berbagai model yang diperlukan oleh aplikasi, Bagian View yang bertugas untuk mengelola tampilan aplikasi, dan Bagian Controller yang bertugas untuk menghubungkan antara Bagian Model dengan Bagian View. Arsitektur MVC ini umumnya dipisah-pisah menjadi class – object – component tersendiri, dimana pemrograman berbasis object seperti Java mengijinkan untuk menerapkan struktur seperti itu.

Bagian Model menampung berbagai class – object – komponen yang berjalan di bagian belakang dari sistem dan umumnya tidak bisa dilihat prosesnya oleh user. Bagian model ini banyak berisikan bagian-bagian yang mengelola data dengan sistem query database, mengambil dan menyimpan data, menghapus data, mengurutkan data, mencari data, dan proses lainnya yang berhubungan dengan pengelolaan data. Bagian ini juga dapat berisikan model yang menampung berbagai metode pemodelan data, metode control, metode pengolahan citra, dan metode-metode lainnya.

Bagian View, sesuai dengan namanya, merupakan bagian yang dapat dilihat dan dapat dikelola oleh user misalnya dengan meng-klik, men-drag, men-drop bagian-bagian yang ada dalam bagian ini. Bagian ini umumnya terdiri dari tombol-tombol, tabs, check list, combo box, teks, radio button, list, tabel, dan lain-lain.

Bagian Controller adalah bagian yang menghubungkan antara Bagian View dan Bagian Model. Bagian ini umumnya menangani request yang disampaikan user melalui Bagian View untuk mencari padanan model yang sesuai dengan request tersebut. Bagian ini juga bertugas untuk menyampaikan hasil request kembali kepada user melalui bagian View, misalnya dalam bentuk list, teks, tabel, atau grafik.

Keuntungan dari penggunaan arsitektur MVC ini antara lain:
1. Lebih mudah u/ debugging dalam proses pembuatan program
2. Lebih mudah dirawat dan dikembangkan
3. Sesuai apabila project dikerjakan oleh sebuah tim
4. Tingkat penggunaan kembali (reusability) dari coding sangat tinggi








Follow

Get every new post delivered to your Inbox.