Selamat Galungan & Kuningan

13 10 2009

,-”-,…,-”-,…,-”-,
!….:…!…..:…!…..:
!….*..!…..*…!…..*
!……..!………!
e”……e”……..e”
!……..!………!
!……..!………!

Rahajeng Nyanggra Rahina Galungan lan Kuningan, Dumogi Ida Sang Hyang Widhi Wasa Micayang Kerahayuan lan Kerahajengan Ring I Rage Sareng Sinamian.

Selamat Menyambut Hari Raya Galungan dan Kuningan, Semoga Tuhan Yang Maha Esa Memberikan Kesehatan dan Kesejahteraan Pada Kita Semua.





Happy Christmas and New Year 2009

24 12 2008

Dear All,

Wish you happy merry Christmas and New Year 2009. Hope the coming year will be the year that you are hoping you want to be.

Regards,
Yudi Agusta and Family





Hari Raya Galungan dan Kuningan

29 08 2008

Hari Rabu, 20 Agustus dan Sabtu, 30 Agustus 2008 merupakan hari raya Galungan dan Kuningan bagi umat Hindu. Galungan merupakan hari raya kemenangan Dharma (kebenaran) melawan aDharma (kejahatan), sedangkan Kuningan merupakan hari raya untuk mensyukuri dan mengucapkan rasa terimakasih atas berkat dan rahmat yang telah diberikan selama ini.

Baik hari raya Galungan dan Kuningan selalu diawali dengan kegiatan penyajaan dan penampahan, dimana biasanya umat Hindu mengambil libur untuk mempersiapkannya. Penyajaan, yang mempunyai asal kata ‘jaja’ dan berarti kue, merupakan hari dimana setiap rumah tangga disibukkan untuk mempersiapkan berbagai macam kue untuk sesajen. Penampahan, yang mempunyai asal kata ‘tampah’ dan berarti memotong hewan, merupakan hari dimana setiap rumah tangga memasak sayur-sayuran dan daging untuk menyambut hari raya tersebut. Khusus untuk hari raya Kuningan, sesuai dengan namanya, secara khusus, sesajen yang dipersiapkan dilengkapi dengan nasi kuning, sebagai lambang kemakmuran. Dalam menyambut hari raya Galungan, umat Hindu juga umumnya membuat Penjor yang dihiasi dengan hiasan janur dan digantungi berbagai hasil bumi dan sandang. Penjor ini merupakan simbol penghormatan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berkat yang telah diberikan selama ini, khususnya dalam hal sandang dan pangan.

Demikian ulasan ringkas tentang apa sebenarnya Hari Raya Galungan dan Kuningan yang umumnya dirayakan secara ‘meriah’ di Bali. Bagi saya dan keluarga, tentunya, kedua hari raya ini merupakan waktu-waktu dimana kita bisa berkumpul dan makan bersama dengan keluarga dengan makanan-makanan khusus hari raya. Di samping itu juga kedua hari raya ini juga kesempatan bagi saya dan keluarga khususnya merenung tentang hidup dan kebenaran, karena kesucian hidup dapat dirasakan dengan amat sangat, saat kita bersembahyang keliling dan berkunjung ke pura-pura tempat kita menghaturkan sesajen.

Kami sekeluarga turut mengucapkan:

Nyanggra Rahina Jagat Galungan Lan Kuningan
Selamat Hari Raya Galungan Dan Kuningan

Semoga semua mahluk hidup berbahagia.





100 Tahun Puputan Klungkung

28 04 2008

Tanggal 28 April 2008 ini tepat 100 tahun peristiwa perang puputan (perang mati-matian) yang terjadi di kota Klungkung, kota kelahiran saya. Cerita Puputan Klungkung tidak seterkenal cerita Puputan Badung ataupun Puputan Margarana. Ini mungkin berawal dari cerita bahwa perang tersebut dilakukan dengan tempo yang sangat singkat, karena dengan bantuan pasukan dari beberapa daerah dan peralatan yang modern, pasukan Belanda begitu mudahnya menguasai kerajaan Klungkung, yang saat itu tidak begitu banyak mempunyai pasukan dan itupun hanya bersenjatakan tombak. Tetapi membaca bagaimana raja Klungkung beserta pasukannya dengan hanya bersenjatakan tombak tersebut (dibandingkan dengan pasukan Belanda yang bersenjatakan meriam), tidak gentar menghadapi situasi perselisihan saat itu, membuat saya berpikir, kenapa semangat mempertahankan wilayah dan keadaan saat itu bisa begitu besar dan begitu “murni” sampai nyawapun rela untuk dikorbankan.

Kembali ke diri sendiri, saya akhirnya bertanya, apakah saya sebagai seseorang yang tinggal di Indonesia, masih mempunyai semangat itu, terutama dalam keadaan dunia sekarang ini yang ukuran utamanya adalah uang, material dan kekuasaan? Mudah-mudahan keyakinan saya untuk menjawab ‘ya’ terus ada, walaupun mungkin tidak dengan nyawa, melainkan dengan ide-ide pemikiran saya :( .

Selamat Ulang Tahun ke-100 Kota Klungkung. Semoga Klungkung makin semarak, dan begitu juga Indonesia secara keseluruhan nantinya.





Olahraga – Susu Telur Madu Jahe

7 04 2008

Dalam acara ngumpul-ngumpul dengan kerabat dekat, saya sempat berbincang tentang kesehatan dan seringnya rasa pegal-pegal muncul kalau sudah sedikit kecapekan. Katanya kebiasaan untuk berolah raga akan sangat membantu untuk mengatasinya. Tapi pertanyaan yang muncul, berolah raga itulah yang sering menimbulkan pegal-pegal di badan. Nasehat seorang kerabat dekat adalah untuk minum campuran susu telur madu jahe. Dalam hal olah raga dan pegal-pegal, campuran itu mempunyai dua kasiat: bisa meningkatkan kemampuan kita untuk melakukan olah raga dan menghilangkan rasa pegal-pegal akibat berolah raga. Katanya sih campuran ini sama saja dengan suplemen vitamin yang digunakan untuk meningkatkan daya tahan tubuh, tapi dengan bahan tradisional. Informasi ini yet to be proved. Karena saya sendiri belum mencobanya :-? .