Hello, My Friend by 松任谷由実

26 01 2010

Hello, My Friend by 松任谷由実 (Matsutoya Yumi). Hello, hello all my friends. How do you do? I certainly believed that I would meet some of you again sometimes in the future.

Lyrics:

Hello, my friend kimi ni koishita natsu ga atta ne
Mijikakute kimagure na natsu datta
Destiny kimi wa tokku ni shitte itayone
Modorenai yasuragi mo arukoto o Ah…

Kanashiku te kanashiku te kaerimichi sagashita
Mo nidoto aenakutemo tomodachi to yobasete

Hello, my friend kotoshi mo tatamidashita store
Taifuga yukukoro wa suzushiku naru
Yesterday kimi ni koishita natsu no itami o
Dakishimeru kono kisetsu hashiru tabi Ah…

Samishiku te samishiku te kimi no koto omouyo
Hanarete mo mune no okuno tomodachi to isasete

Boku ga ikiisogu toki niwa
Sotto tashinamete okureyo

Kanashiku te kanashiku te kimi no koto omouyo
Hanarete mo mune no oku no tomodachi de isasete

Kanashiku te kanashiku te kimi no koto omouyo
Mo nido to aenakutemo tomodachi to yobasete

Japanese Lyrics:

Hello, my friend 君に恋した夏があったね
みじかくて 気まぐれな夏だった
Destiny 君はとっくに知っていたよね
戻れない安らぎもあることを Ah…..

悲しくて 悲しくて 帰り道探した
もう二度と会えなくても 友達と呼ばせて

Hello, my friend 今年もたたみだしたストアー
台風がゆく頃は涼しくなる
Yesterday 君に恋した夏の痛みを
抱きしめるこの季節走るたび Ah…..

淋しくて 淋しくて 君のこと想うよ
離れても 胸の奥の 友達でいさせて

僕が生き急ぐときには そっとたしなめておくれよ

悲しくて 悲しくて 君の名を呼んでも
めぐり来ぬ あの夏の日 君を失くしてから

淋しくて 淋しくて 君のことを想うよ
離れても 胸の奥の 友達でいさせて

悲しくて 悲しくて 君のこと想うよ
もう二度と会えなくても 友達と呼ばせて





An Amazing Trip to Jogjakarta

12 01 2010

Akhirnya kesampaian juga keinginan untuk melihat Borobudur dan Prambanan. Memanfaatkan kegiatan meeting kantor dan hari libur sebelum Natal dan Tahun Baru 2010, saya sekeluarga bersama nenek dan kakeknya Aya dan Kiya, bertamasya ke Jogjakarta yang tujuan utamanya adalah melihat secara langsung Candi-Candi yang banyak terdapat di daerah tersebut. Hampir semuanya, kecuali mamanya anak-anak, belum pernah mengunjungi candi-candi tersebut. Jadilah tamasya ini sebagai media untuk menghapus keingin tahuan akan karya candi yang sudah sangat terkenal ini.

Kami merencanakan 4 hari tamasya di Jogja, dengan perencanaan yang tidak begitu banyak, hanya tiket pesawat yang kami sudah pesan jauh-jauh hari. Hotel baru saya cari setelah saya berada di Jogja, yang ternyata menyulitkan sekali, karena hotel di dekat Malioboro rata-rata sudah terbooking penuh semua. Dengan berbagai usaha, akhirnya kami mendapatkan satu hotel – Hotel Matahari – yang berada sedikit keluar dari wilayah Malioboro.

Hari pertama kami di Jogja, kami isi dengan berkeliling kota Jogja, dengan dipandu oleh tukang becak, yang mengantarkan kami ke berbagai butik batik yang ada di sekitar keraton Jogja. Kami mengunjungi beberapa toko di sana dan membeli berbagai jenis pakaian batik. Menjelang sore kami menyempatkan diri untuk singgah di toko buku dekat Malioboro dan membeli oleh-oleh makanan – Phia Pathok – di pabrik yang menjadi langganan bapak tukang becak. Sore hari ini, perjalanan diakhiri dengan makan malam di lesehan Malioboro, yang sedikit unik, di emperan toko dengan duduk duduk di lantai pejalan kaki.

Keesokan harinya, kami sudah merencanakan suatu trip untuk mengunjungi beberapa situs penting. Salah satunya adalah Candi Prambanan. Candi Prambanan ada di perbatasan timur Jogja dan Jawa Tengah. Candi-candi yang ada di sana sudah banyak yang runtuh, tetapi yang tersisa pun memberi perasaan magis yang membuat saya berpikir, bagaimana orang-orang jaman dulu meluangkan waktu dan tenaga mereka untuk membangun karya seperti itu. Berikut ini ada beberapa foto kami di dalam Candi Prambanan.

Prambanan - Candi 3Prambanan - Candi 4Prambanan - Candi 2Prambanan - Candi 1

Setelah puas melihat-lihat candi Prambanan, kami melanjutkan perjalanan ke Solo, dengan tujuan untuk mengunjungi Keraton Solo dan Pasar Klewer dalam usaha kami mencari pakaian batik. Sesampai di Solo, kami agak sedikit kecewa, karena hari itu hari Jumat, dan kami diberitahu bahwa Keraton Solo ditutup pada Hari Jumat. Dalam kekecewaan kami, kami berusaha mengabadikan kunjungan kami di depan keraton. Karena asiknya berfoto seakan melihat benda yang asing sekali dan dengan sedikit ber-nego dengan penjaga pintu, kami sekeluarga diijinkan juga masuk ke dalam keraton, yang istimewanya kami masuk dari pintu gerbang, darimana biasanya sultan solo dan para tamunya keluar masuk setiap harinya. Kami tidak menyia-nyiakan kesempatan itu dan mengambil beberapa foto.

Keraton Solo - Semua 2Keraton Solo - Semua

Setelah puas berfoto di keraton, kami pergi ke Pasar Klewer untuk mencari batik. Tetapi ternyata, suasana di Pasar Klewer, tidak begitu nyaman untuk dipakai berbelanja. Lorongnya sedikit sempit dan orang yang lalu lalang lumayan ramai. Kami tidak bisa memilih pakaian batik yang kami inginkan dengan santai. Tetapi walaupun begitu, kami akhirnya pulang juga dengan beberapa pakaian batik di tangan kami. Dalam perjalanan pulang dari Solo, kami menyempatkan diri untuk pergi singgah ke Kaliurang. Di Kaliurang kami menyaksikan bagaimana tingginya Gunung Merapi, dan menyaksikan gunung tersebut dari dekat, sambil menikmati salak pondoh yang kami dapatkan di sana dan lumayan manis-manis. Berikut beberapa foto kami saat berada di Kaliurang.

Kaliurang - GunungKaliurang - SemuaKaliurang - Aya Kiya MumKaliurang - Aya Kiya Dad

Hari kedua kami di Jogja sudah berakhir. Sambil menikmati malam kami di hotel dengan berenang, kamipun merencanakan perjalanan kami keesokan harinya. Hari berikutnya, kami berencana untuk mengunjungi Candi Borobudur dan Dataran Tinggi Dieng. Setelah istirahat cukup, kamipun bersiap-siap berangkat ke Candi Borobudur. Sambil ke Candi Borobudur kami juga menyempatkan diri untuk singgah di Candi Mendut. Kami mengabadikan kunjungan kami di Candi Mendut dengan beberapa foto.

Mendut - Candi 1Mendut - Candi 2

Dari Candi Mendut, akhirnya kamipun berangkat menuju Candi Borobudur, yang memang menjadi tujuan utama kami berkunjung ke Jogjakarta. Rasanya aneh sekali sebagai orang Indonesia yang sudah tinggal lama di Indonesia, baru pertama kali berkunjung ke Candi Borobudur. Sementara orang luar yang berkunjung ke Indonesia, banyak yang sengaja meluangkan waktu untuk berkunjung ke candi ini. Kesempatan kami untuk berkunjung tidak kami sia-siakan. Kami menikmati sekali kunjungan kami, mulai dari berkeliling dengan kereta, naik ke candi dan berusaha untuk berkeliling di setiap levelnya, mengambil bagian tubuh Budha yang ada di bagian atas candi, dimana katanya kalau wanita harus menyentuh jari manis sedangkan laki-laki harus menyentuh dada – kalau gak salah. Itupun kami semua coba lakukan. Candi Borobudur memang candi yang besar, karya yang megah, dan sangat menyenangkan sudah bisa berkunjung ke situs tersebut. Berikut beberapa foto kami di area dan di atas Candi Borobudur.

Borobudur - KeretaBorobudur - Candi 7Borobudur - Candi 6Borobudur - Candi 5Borobudur - Candi 4Borobudur - Candi 3Borobudur - Candi 2Borobudur - Candi 1

Puas dengan kunjungan kami ke Borobudur, kami melanjutkan perjalanan ke Dataran Tinggi Dieng. Perjalanan kami cukup panjang, dan harus melalui beberapa ruas jalan yang sempit dan ada satu ruas jembatan yang masih terbuat secara temporary dari kayu. Hal tersebut tidak menghalangi kami untuk mengetahui dataran tinggi tersebut. Sesampai di sana, betapa terkejutnya kami, karena ternyata suhu udara di Dieng ini cukup dingin. Beruntung sekali kami sudah mempersiapkan diri dengan jaket dan syal. Maminya anak-anak lupa membawa syal, akhirnya merasakan juga udara dingin yang secara langsung terasa di badan. Ada banyak hal yang bisa dilihat di dataran tinggi ini. Tetapi karena waktu yang sudah mulai sore, kami hanya sempat mengunjungi Candi Dieng, Museum Dieng Kailasa, dan Kawah Sikidang. Kami juga melihat-lihat bunga edelweis yang dijual dalam bentuk vas di sana. Berikut beberapa foto kami di candi.

Dieng - Candi 5Dieng - Candi 4Dieng - Candi 3Dieng - Candi 2Dieng - Candi 1Dieng - MamaDieng - BungaDieng - Museum

Kami juga menyempatkan diri untuk pergi ke Kawah Sikidang. Bau belerang sangat menyengat, sampai-sampai Kiya harus menutup hidungnya terus menerus. Sebenarnya kami ingin juga pergi situs yang lain yang ada di sana seperti kawah-kawah yang lain, Danau Telaga Warna dll, tetapi karena sudah menjelang malam, kamipun mengurungkan niat kami.

Dieng - Kawah 4Dieng - Kawah 3Dieng - Kawah 2Dieng - Kawah 1

Begitulah hari ketiga kami di Jogja berakhir dengan perjalanan yang cukup panjang, dan kunjungan yang menjadi kenangan kami ke Candi Borobudur. Setelah istirahat semalam menghilangkan kelelahan kami, esok harinya kami sudah siap lagi untuk melakukan kunjungan yang lain. Kali ini kami sudah merencanakan untuk mengunjungi Keraton Jogjakarta. Tetapi sebelum itu kami sudah mengepak barang kami, karena kami sudah harus cek out dari hotel dan pesawat kami untuk kembali ke Bali direncanakan sore harinya.

Kunjungan kami ke Keraton Jogja cukup mengesankan. Kami mengelilingi wilayah dalam keraton dengan dipandu oleh seorang abdi dalem keraton. Di sana kami diberi penjelasan tentang bangunan-bangunan yang ada di dalam keraton dan fungsi-fungsinya. Beberapa foto sultan mulai dari kecil sampai menjadi sultan, barang-barang hadiah dari raja-raja di luar negeri, aktivitas sultan saat masih muda sampai hobby sultan untuk memasak juga dijelaskan. Dengan panduan dari abdi dalem tersebut, kami juga cukup jelas tentang asal usul keberadaan kesultanan di Jogjakarta ini. Di akhir kunjungan kami di keraton, kami juga menyaksikan tarian adat jawa yang ditarikan oleh penari keraton dengan lemah gemulai. Berikut beberapa foto yang kami abadikan di wilayah Keraton Jogja.

Keraton Jogja - Semua Pintu GerbangKeraton Jogja - Aya Kiya Patung GerbangKeraton Jogja - Mum Dad Patung GerbangKeraton Jogja - Mama Papa Patung GerbangKeraton Jogja - Aya Kiya Abdi DalemKeraton Jogja - Mum Dad Abdi DalemKeraton Jogja - Mama Papa Abdi DalemKeraton Jogja - GamelanKeraton Jogja - Bangunan Keraton 1Keraton Jogja - Bangunan Keraton 2Keraton Jogja - Depan PlakatKeraton Jogja - Depan Plakat 2Keraton Jogja - BedugKeraton Jogja - Daddy KentonganKeraton Jogja - Kiya KentonganKeraton Jogja - Kiya Depan Sultan KecilKeraton Jogja - Kiya Depan SultanKeraton Jogja - Semua Depan Sultan

Setelah puas mengelilingi keraton, kami masih menyempatkan diri untuk mengunjungi beberapa tempat di sekitar Malioboro seperti Taman Pintar, toko buku – penasaran dengan buku-buku yang ingin kami dapatkan, dan Malioboro terakhir kalinya untuk berburu batik-batik yang belum kami dapatkan. Berikut ini beberapa foto-foto khusus dan ekstra kami saat Aya dan Kiya mempersiapkan diri berenang di hotel, Aya saat berfoto membatik di Taman Pintar, dan tawa cengkrama kami di bandara sebelum kepulangan kami kembali ke Bali. Overall, perjalanan kami ke Jogjakarta menutup rasa ingin tahu kami tentang candi-candi tua yang telah dibangun oleh pendahulu kita yang memang suatu peninggalan yang patut untuk dibanggakan dan dipelihara.

Jogja - AyaJogja - Taman PintarJogja - BerenangJogja - LesehanJogja - KiyaJogja - Bandara 1Jogja - Bandara 2





TIPS: Menurunkan Kolesterol

4 01 2010

Beberapa bulan belakangan ini, kata kolesterol terus saja muncul dalam pikiran saya. Dimulai dari cek up tahunan yang saya lakukan dan ini kali kedua saya sudah dinyatakan mempunyai tingkat kadar yang tinggi untuk kolesterol jahat (LDL) dan trigliserida dan tingkat kadar yang rendah untuk kolesterol baik (HDL). Tetapi ternyata keadaan kolesterol saya bisa naik turun, seiring dengan perubahan pola hidup dan makan yang saya lakukan. Berikut keadaan saya saat cek up terakhir:

10 Mei 2010
LDL (Low Density Lipoprotein) – 124 mg/dl
Trigliserida – 138 mg/dl
HDL (High Density Lipoprotein) – 41 mg/dl
Total Kolesterol – 193 mg/dl
Rasio Total Kolesterol thd HDL – 4,7 – H

22 Maret 2010
LDL (Low Density Lipoprotein) – 58 mg/dl
Trigliserida – 275 mg/dl – H
HDL (High Density Lipoprotein) – 38 mg/dl
Total Kolesterol – 152 mg/dl
Rasio Total Kolesterol thd HDL – 4,0

12 Pebruari 2010
LDL (Low Density Lipoprotein) – 100 mg/dl
Trigliserida – 150 mg/dl
HDL (High Density Lipoprotein) – 28 mg/dl – L
Total Kolesterol – 158 mg/dl
Rasio Total Kolesterol thd HDL – 5,6 – H

11 Januari 2010
LDL (Low Density Lipoprotein) – 84 mg/dl
Trigliserida – 142 mg/dl
HDL (High Density Lipoprotein) – 33 mg/dl
Total Kolesterol – 145 mg/dl
Rasio Total Kolesterol thd HDL – 4,4

25 November 2009
LDL (Low Density Lipoprotein) – 130 mg/dl
Trigliserida – 277 mg/dl – H
HDL (High Density Lipoprotein) – 28 mg/dl – L
Total Kolesterol – 213 mg/dl – H
Rasio Total Kolesterol thd HDL – 7,7 – H

Sebagai catatan pengingat, kondisi kolesterol yang bagus dan diharapkan bagi tubuh adalah sebagai berikut:

LDL (Low Density Lipoprotein) – Kolesterol Jahat – <100 mg/dl
Trigliserida – <130 mg/dl
Total Kolesterol – <200 mg/dl

HDL (High Density Lipoprotein) – Kolesterol Baik – >60 mg/dl

Rasio Total Kolesterol thd HDL – <3,4 (Laki-laki) dan <3,3 (Perempuan)
Rasio LDL thd HDL – 1 (Laki-laki) dan 1,5 (Perempuan)

Belum lagi, saat teman-teman SMA bertemu akhir tahun lalu, ada yang menanyakan pilihan makanan saya saat kami makan bareng. Setelah dicermati ternyata apa yang saya lakukan selama ini memang berpotensi untuk meningkatkan kadar kolesterol di badan saya. Dengan berdasarkan pada backgroud tersebut dan setelah mencari-cari bermacam-macam tulisan di internet, saya mendapatkan beberapa informasi terkait dengan kolesterol ini. Tulisan ini sekedar mengingatkan diri sendiri agar bisa sedikit demi sedikit mempunyai rancangan terhadap pola hidup yang ingin dijalani dalam menurunkan kadar kolesterol dalam darah di badan saya.

Dari hasil pencarian, untuk menurunkan kolesterol, banyak yang memfokuskan diri dengan mengatur diet. Memang diet ini merupakan porsi yang sangat besar dan menyita pikiran, karena sering kali kita tidak bisa mengatakan ‘tidak’ pada makanan yang enak. Tetapi selain pola diet tersebut, ada juga beberapa informasi yang kelihatannya perlu untuk dirancang dengan baik untuk menghindari kolesterol. Berikut ini adalah beberapa hal yang terkait dengan bagaimana kita bisa menurunkan kadar kolesterol dalam darah kita:

1. Mengatur Diet

2. Berolahraga Secara Rutin

3. Menghindarkan Stres Dari Pikiran

4. Cek Up Rutin

5. Mengkonsumsi Obat-Obatan Yang Dianjurkan Dokter

6. Berhenti Merokok

7. Tidak Minum Minuman Beralkohol Secara Berlebihan

8. Menjaga Berat Badan

Dalam tulisan ini saya tidak akan membahas poin 4, 5, 6, 7, dan 8, karena sampai saat ini saya dapat dengan mudah melakukan kelima hal yang disebutkan di atas tersebut. Tentunya saya bersyukur sekali atas hal ini.

Sedangkan item 1 sampai 3 memerlukan suatu usaha dan rancangan pola hidup khusus agar tujuan yang utama dalam mengendalikan kolesterol bisa terlaksana. Poin ke-3 di atas, tentang menghindarkan stres dari pikiran, cara untuk melakukannya tentu berbeda dari orang ke orang. Dan setiap orang mempunyai suatu perilaku atau sifat khusus yang mempengaruhi cara pengelolaan stress. Secara alami, ada orang yang sangat cuek, tidak begitu banyak memikirkan permasalahan yang dihadapi, dan ada juga secara alami, orang yang selalu memikirkan hal-hal yang terjadi pada dirinya. Untuk orang yang jenis terakhir ini, tentu akan susah sekali untuk melaksanakan poin ke-3 di atas. Tetapi ada satu hal yang sering dan banyak dilakukan orang dalam mengelola stres. Hal tersebut adalah dengan melakukan yoga/meditasi. Saya sendiri belum memulai yoga/meditasi ini, tetapi dalam waktu dekat mudah-mudahan saya bisa meluangkan waktu untuk itu.

Poin ke-2 di atas juga merupakan hal yang sangat tergantung dari kondisi fisik dan juga umur seseorang. Makin bertambahnya umur, mengurangi kemampuan kita untuk melakukan olah raga-olah raga yang bersifat ekstrim. Seperti halnya poin ke-3, orang terlahir juga ada yang mempunyai sifat alami yang suka berolah raga. Tetapi di balik itu, ada juga orang yang secara alami tidak begitu dekat ataupun tidak begitu mampu untuk berolahraga keras. Dalam hal olah raga ini, saya belakangan ini banyak melakukan jalan cepat atau jogging kecil, karena secara alami saya bukan tipe olahragawan dan dari segi umur dan waktu juga tidak bisa melakukan kegiatan olahraga yang menguras banyak tenaga. Mudahan-mudahan jalan cepat atau jogging kecil ini sudah mencukupi untuk memenuhi kebutuhan akan olah raga saya.

Sedangkan point pertama, mengatur diet, adalah hal-hal yang paling banyak saya temukan di interet terkait dengan pengaturan koleterol. Berikut adalah beberapa ringkasan yang bisa saya ambil:

1. Beberapa makanan berfungsi untuk menurunkan kolesterol jahat

Makanan dari Kedelai/Kacang Soya (Tempe, Tahu, Susu Kedelai), Ikan (Tuna, Salmon – Penurun Trigliserine, Makarel, Herring, Sarden, Tuna Albacore), Sayuran (Kacang, Labu, Jamur Shitake, Bawang, Tomat, Terung, Jahe, Collard, Wortel, Bawang Putih, Kunyit, Funegreek, Artichoke), Buah-Buahan (Mangga, Apel, Blueberry, Cranberry, Anggur, Avogado, Jambu Batu, Buah Kering, Buah Zaitun, Buah Pir, Kismis, Prune), Kacang-kacangan (Cinnamon, Biji Rami, Almond, Kenari, Biji Labu, Kacang Tanah, Kuaci Tawar, Kacang Ginjal), Beras Merah, Gandum/Oat, Cokelat Hitam, Barley, Teh Hitam, Teh Hijau, Minyak Zaitun, Canola Oil.

2. Beberapa makanan berfungsi untuk meningkatkan koleterol baik atau menurunkan kolesterol jahat tanpa mengganggu keadaan kolesterol baik

Kacang Soya, Minyak Zaitun, Sterol/Stenol Tumbuhan, Salmon, dan Avocado.

3. Beberapa makanan mengandung zat penting u/ pemrosesan kolesterol

Bayam (melindungi arteri dari kolesterol dengan membentuk lapisan pelindung) dan Teh (menjaga pembuluh darah tetap rileks dan mencegah sumbatan).

4. Beberapa makanan mengandung kadar kolesterol tinggi

Mentega, Es Krim, Daging Berlemak, Keju, Susu, Kuning Telur, Jerohan (Otak, Usus, Hati, Paru dll), Kulit Ayam, Gajih Sapi, Gajih Kambing, Sosis Daging, Kepiting, Udang, Kerang/Siput, Belut, Santan Kelapa, Susu Sapi, Susu Sapi Cream, Kerang Putih/Tiram/Remis, Cumi-cumi, Telor Burung Puyuh, Telur, Caviar, Roti, Cake, Cookies

5. Cara mengolah makanan untuk mengendalikan kolesterol

Tidak memasak dengan minyak jenuh, ganti dengan minyak jagung, minyak biji matahari, minyak kacang, atau minyak biji kapas. Sebaiknya memasak dengan dikukus, direbus, ditumis, dipanggang, atau dibakar, tanpa digoreng. Makan sayuran mentah. Tidak memasak daging dengan lemaknya, seperti kulit ayam. Tidak memasak dengan bahan makanan yang sudah diproses seperti ikan asin, courned beef, atau sosis. Ganti penggunaan santan kelapa dengan dengan susu tanpa lemak atau minyak kemiri. Untuk minyak zaitun, kalau bisa hindari yang ‘light’, gunakan yang ekstra murni.

6. Pola makan juga mempengaruhi pengelolaan kolesterol

Minimal makan ikan dua kali seminggu, minum suplemen minyak ikan, makan daging maksimum 3-4 kali/minggu dan tiap hari tidak melebihi 100 gram, makan kuning telur tidak lebih dari 1-5 butir seminggu, makan ikan dan ayam sebagai pengganti daging dan telur, lebih banyak makan kacang-kacangan dari hasil olahan seperti tahu dan tempe, makan pagi (1 porsi resep makan pagi, buah atau snack, nasi, 1 porsi lauk hewani, 1 porsi lauk nabati, 1 porsi sayuran, lalapan, dan dessert buah), makan siang (buah atau snack), makan malam (nasi, 1 porsi lauk hewani, 1 porsi lauk nabati, 1 porsi sayuran, salad, dan buah), makan secukupnya tidak berlebihan walaupun makanan tersebut dapat mengurangi kolesterol jahat maupun meningkatkan kolesterol baik.

Beberapa ulasan terkait dengan kolesterol

1. Jenis Lemak

Asam Lemak Jenuh (Minyak Kelapa, Daging Berlemak, Kulit Ayam, Susu ‘Full Cream’, Keju, Mentega, Kelapa, Minyak Inti Sawit, Minyak Kelapa Sawit), Asam Lemak Tak Jenus Tunggal (Alvocado, Margarine, Minyak Kacang Tanah, Minyak Zaitun, Minyak Biji Kapas), Asam Lemak Tak Jenuh Ganda (Minyak Wijen, Margarine, Minyak Kacang Kedelai, Minyak Jagung, Minyak Biji Matahari)

2. Penyakit Jantung Koroner

Penyakit jantung koroner disebabkan oleh semakin tuanya dan memburuknya kondisi alat-alat tubuh oleh bermacam-macam faktor seperti tekanan darah tinggi, merokok, kolesterol yang meningkat dalam darah, yang menyebabkan pembuluh darah menyempit dan tersumbat. Langkah-langkah yang bisa diambil untuk memperlambat penyakit jantung koroner adalah Berhenti Merokok, Perhatikan Tekanan Darah (120 mmHg Sistolik dan 80 mmHg Diastolik), Perhatikan Kolesterol, Perhatikan Diabetes, Perhatikan Berat Badan, dan Kurangi Stres.

3. Penyakit Diabetes Millitus

Tanda awal bahwa seseorang mendirea DM atau kencing manis adalah meningkatnya kadar gula darah yang normalnya adalah 70-150 mg/dl dan air seni (urine) mengandung gula (glucose) – tandanya urine sering dikerubuti semut. Diagnosa diabetes dapat diketahui dengan melihat hasil pemeriksaan gula darah puasa (normalnya <125 mg/dl), gula darah 2 jam setelah puasa (normalnya <180mg/dl), pemeriksaan gula darah random (normalnya <140mg/dl). Tanda-tanda lain adalah: Jumlah urine yang dikeluarkan lebih banyak, sering atau cepat merasa haus/dahaga, lapar yang berlebihan dan makan banyak, frekuensi urine meningkat atau kecing terus, kehilangan berat badan yang tidak jelas sebabnya, kesemutan/mati rasa pada ujung syaraf di telapak tangan dan kaki, cepat lelah dan lemah setiap waktu, mengalami rabun penglihatan secara tiba-tiba, apabila luka/tegores – lambat penyembuhannya, mudah terkena infeksi terutama pada kulit. Pengendalian berat badan sangat banyak berpengaruh pada penyakit diabetes militus.

4. Penyakit Asam Urat

Penyakit asam urat disebabkan karena meningkatnya kadar asam urat dalam darah. Kadar asam urat yang normal untuk wanita adalah 2,4 – 6,0, untuk pria adalah 3,0 – 7,0. Gejala dari penyakit asam urat adalah kesemutan dan linu, nyeri terutama malam hari atau pagi hari saat bangun tidur, sendi yang terkena asam urat terlihat bengkak, kemerahan, panas dan nyeri luar biasa pada malam dan pagi hari. Cara menghindari penyakit asam urat adalah dengan minum air putih sebanyak mungkin. Bahan makanan yang berpotensi untuk meningkatkan asam urat adalah Jeroan (hati, ginjal, limpa, babat, usus, paru dan otak), makanan laut seperti udang, kerang, cumi, dan kepiting. Makanan kaleng: kornet, sarden dan ekstrak daging, telur, kaldu atau kuah daging yang kental, dan makanan lain seperti emping, melinjo, kangkung, bayam, daun singkong, daun jambu mete, asparagus, buncis dan kembang kol, kacang-kacangan seperti Kacang Tanah, Kacang Hijau, Kacang Kedelai, Tempe, Tauco, Tauge, Oncom, dan Susu Kedelai, Buah-buahan seperti durian, avocado, nanas, air kelapa, dan jus sirsak.

Kalau dilihat di sini ada beberapa makanan yang saling bertolak belakang kasiatnya antara Asam Urat dan Kolesterol seperti Bayam, Kacang Tanah, Kacang Kedelai, Tempe, Susu Kedelai, dan Avocado. Untuk jenis makanan seperti ini, prinsip ‘makan secukupnya’ patut untuk diterapkan.

Sumber: Dari Berbagai Sumber








Follow

Get every new post delivered to your Inbox.