KNS&I2009 di Bali Post

26 11 2009

Pelaksanaan Konferensi Nasional Sistem dan Informatika 2009 (KNS&I2009) yang dilaksanakan pada hari Sabtu, 14 November 2009 telah dimuat di media Bali Post Minggu, 15 November 2009. Berikut adalah copy beritanya.

Berita KNSI Bali Post





Makalah KNS&I

25 11 2009

Akhirnya, list makalah dan file makalah Konferensi Nasional Sistem dan Informatika (KNS&I) termuat juga di blog. Alamat halaman makalah KNS&I dapat diakses melalui HALAMAN KNS&I. Sampai sekarang ini, sudah empat kali pelaksanaan konferensi (seminar) nasional sistem dan informatika ini: KNS&I09 (14 November 2009), KNS&I08 (15 November 2008), SNSI07 (16 November 2007), SNSI06 (17 November 2006). Semua makalah dari keempat konferensi (seminar) nasional tersebut dapat diakses dari halaman tersebut.





Simulated Annealing

10 11 2009

Simulated Annealing merupakan metode searching yang memanfaatkan teori probabilitas untuk mencari global minimum dari suatu permasalahan optimasi. Simulated annealing umumnya digunakan untuk variabel yang bersifat categorical. Target dari metode ini adalah menemukan solusi bagus yang bisa diterima, bukan untuk mencari solusi yang terbaik. Nama annealing berasal dari keilmuan metallurgy, di mana proses tersebut akan berusaha mencari suatu posisi suhu tertentu yang optimal untuk mengurangi kerusakan dan menambah ukuran kristal di dalam suatu material.

Analogi dengan proses tersebut, metode Simulated Annealing ini juga berusaha untuk mencari solusi dengan berpindah dari solusi yang satu ke solusi yang lainnya, dan apabila solusi baru yang diuji mempunyai nilai fungsi ‘energy’ yang lebih kecil, maka solusi yang sedang diuji akan menggantikan solusi yang lama. Umumnya solusi baru yang dipilih merupakan solusi yang ada di dekat/sekitar solusi yang lama. Fungsi energi ini sangat bergantung pada parameter-parameter seperti parameter T (yang sering disebut dengan parameter “Temperature”). Metode ini merupakan adaptasi dari algoritma Metropolis-Hasting, yang merupakan suatu jenis metode Monte Carlo, untuk menciptakan sample state yang diperlukan.

Dalam metode ini, beberapa parameter terkait harus didefinisikan termasuk, the state space (umumnya berupa vector yang terdiri dari beberapa karakteristik), fungsi energy, prosedur untuk menciptakan solusi baru, fungsi probabilitas untuk menerima atau menolak, dan fungsi jadwal annealing dengan keterangan sebagai berikut:

- The state space umumnya ditentukan dengan melihat pada objek yang menjadi domain space pencarian.

- Fungsi energy umumnya menyesuaikan pada state space dan beberapa parameter kaitan lainnya.

- Prosedur untuk menciptakan solusi baru harus ditentukan seefisien mungkin dengan memikirkan karakteristik yang menjadi objek optimasi. Metode swapping antar karakteristik juga menjadi salah satu solusinya.

- Fungsi probabilitas untuk menerima atau menolak umumnya mempunyai bentuk tertentu dan bergantung pada apakah objek optimasi dapat merupakan fungsi probabilitas atau tidak. Fungsi probabilitas yang sering digunakan adalah fungsi probabilitas yang terkait dengan algoritma Metropolis-Hastings.

- Sedangkan untuk rate jadwal annealing umumnya ditentukan dengan melihat permasalahan yang ada pada objek optimasi dan ditentukan secara empiris.

Referensi:
[1] Kirkpatrick, S., Gelatt C. D., Vecchi M. P. (1983). Optimization by Simulated Annealing. Science. New Series 220 (4598): pp. 671 – 680. ISSN: 00368075.
[2] Metropolis N., Rosenbluth A. W., Rosenbluth M. N., Teller A. H., Teller E. (1953). Equations of State Calculations by Fast Computing Machines. Journal of Chemical Physics, 21 (6): pp. 1087 – 1092.





Latent Class Analysis

2 11 2009

Latent Class Analysis merupakan turunan dari Latent Variable Analysis yang berusaha memodel data categorical ke dalam kelompok-kelompok. LCA ini pada dasarnya sama dengan Mixture Model tetapi dikhususkan untuk memecahkan masalah class analysis untuk variabel categorical. Karena metode ini hanya diterapkan untuk memodel variabel categorical, dependency antar variabel sering tidak diperhitungkan.

LCA ini juga sering digambarkan sebagai persamaan log linier dan memerlukan kegiatan pengestimasian parameter dan pemilihan model yang paling sesuai dengan data yang dimodel. Untuk mengingatkan, beberapa turunan dari Latent Variable Analysis antara lain:

CATEGORY (LATENT VARIABEL , VARIABEL YANG DIMODEL)
Factor Analysis (Continuous, Continuous)
Latent Class Analysis (Categorical, Categorical)
Latent Class Cluster Analysis/Latent Profile Analysis (Categorical, Continuous)
Latent Trait Analysis (Continuous, Categorical)