Petunjuk menuju Tirta Gangga ada di bagian bawah tulisan ini.
Bulan Juli lalu, kami sekeluarga pergi ke Karangasem untuk menghadiri pesta pernikahan salah seorang karyawan teman kerja saya yang bekerja di sana. Sambil ke sana, akhirnya kami memanfaatkan waktu juga untuk berkunjung ke Tirta Gangga, sebuah kolam air yang ada di dekat tempat resepsi. Seperti biasa kami sudah menyiapkan berbagai hal termasuk swimming suits, cemilan, tikar, bahkan kami membawa bantal untuk tiduran.


Dan begitulah, walaupun airnya dingin dan ada banyak sekali ikan-ikan kecil yang berenang di sana, kami terjun ke air, berenang bersama ikan-ikan tersebut. Kiya yang awalnya takut karena memang kolamnya agak sedikit dalam dibandingkan dengan ukuran badannya, akhirnya bisa mengatasi ketakutannya untuk berenang dari ujung ke ujung. Aya sejak dari awal sudah berenang ke sana kemari, dan di pertengahan membawa plastik sambil berenang dalam usahanya untuk menangkap ikan-ikan kecil itu untuk dibawa pulang. Kiya pun melihat keasyikan itu, akhir juga turut serta berlomba untuk berusaha menangkap ikan-ikan yang berkeliaran di sekitarnya. Walaupun air kolamnya lumayan dingin, kami berenang di sana sampai sekitar 2 jam-an. Mummy-nya yang tidak ikut berenang hari itu, cuman tidur-tiduran di tikar sambil membaca bacaan yang dibawanya.




Tirta Gangga sendiri merupakan taman air yang merupakan milik keturunan raja Karangasem. Ada beberapa taman air yang tersedia di sana, dua di antaranya bisa digunakan untuk bermain. Dulu sewaktu saya sendiri masih kecil dimana taman bermain air itu hampir tidak ada, Tirta Gangga ini merupakan suatu alternatif taman air untuk berenang. Sekarang dengan banyaknya taman bermain air yang modern, maka Tirta Gangga tidak banyak lagi dikunjungi, padahal dari segi kualitas airnya, mmm, segar dan bening.
Direction: Untuk mencapai Tirta Gangga, Karangasem, anda hanya perlu menuju ke arah Kota Karangasem. Tetapi anda perlu untuk berbelok ke kiri di pertigaan sebelum masuk ke kota Karangasem, dimana belok ke kiri artinya anda akan menuju ke arah Abang, Kubu atau yang terjauh Singaraja. Sebelum pertigaan itu ada perempatan terlebih dahulu. Jangan dibingungkan oleh persimpangan tersebut. Letak absolut Tirta Gangga dapat dilihat dengan membuka peta Pulau Bali melalui thumbnail peta di samping. Letak daerah tersebut tersebut ditandai dengan angka nomor [7].





Awal bulan Juni lalu, di sela-sela kesibukan kami bekerja, kami menyempatkan menggunakan satu pagi kami di hari libur untuk pergi ke Desa Budaya Kertalangu, yang terletak di pinggiran kota Denpasar, karena kami mendengar Desa Budaya tersebut menyediakan jogging track yang bagus di tengah persawahan. Alhasil karena letaknya yang cukup dekat dari rumah kami, sekitar 5-10 menit berkendaraan, kamipun pergi pagi-pagi sekali, tanpa begitu banyak persiapan, hal yang tidak sering kami lakukan kalau kami bepergian.



Setelah itu kami melanjutkan jalan-jalan di sekitar area yang ternyata mempunyai area yang luas sekali untuk melakukan berbagai kegiatan. Ada banyak sekali kegiatan yang mereka lakukan di desa budaya ini. Ada stand untuk membuat keramik, mulai dari membuat sampai membakar, atau stand untuk membuat lilin, wangi-wangian, pemahatan paras dan lain-lain. Kami melihat-lihat para pekerja membuat keramik dan membeli beberapa keramik yang sudah selesai dibakar. Kami juga mengunjungi stand lilin dan membeli beberapa lilin dan wewangian. Aya dan Kiya mendapat kesempatan untuk membuat lilin-lilin kecil berbentuk bunga kamboja, dan sekaligus membawa beberapa lilin yang mereka buat sendiri. Walaupun tanpa persiapan, ternyata banyak juga yang bisa dinikmati di Desa Budaya Kertalangu ini.




Recent Comments