Petunjuk menuju Toya Bungkah ada di bagian bawah tulisan ini.
Akhir minggu kemarin, kami sekeluarga meluangkan waktu untuk menginap di tempat camping Toya Davasya, yang terletak di antara Gunung Batur dan Danau Batur. Kami memilih tempat itu karena Toya Davasya merupakan tempat yang sangat nyaman, luas dan mempunyai beberapa fasilitas yang sangat bagus untuk bisa meluangkan waktu dengan nyaman dan santai. Fasilitas yang disediakan oleh resort tersebut adalah camping ground lengkap dengan fasilitas api unggun, tenda yang bisa disewa, kolam renang yang berukuran besar serta kolam air panas, yang airnya sendiri diambil dari sumber air panas Toya Bungkah.


Toya Bungkah sendiri terletak di Kabupaten Bangli, dan untuk mencapai tempat itu kita harus pergi ke Penelokan, Kintamani, tempat dimana biasanya para wisatawan biasanya berkunjung untuk melihat pemandangan Gunung Batur dan Danau Batur dari ketinggian. Dari Penelokan tersebut kita harus turun ke arah Danau Batur, dan Toya Bungkah sendiri terletak tepat di antara Gunung Batur dan Danau Batur.
Kami sampai di sana pukul 12 siang pada tanggal 28 Juni 2008. Sampai di sana, kami check in, sambil menunggu pemasangan tenda yang disediakan oleh pihak resort. Sambil menunggu pemasangan tenda dan karena Aya n Kiya sudah tidak sabar untuk bermain di kolam renang, kami akhirnya mempersiapkan diri untuk mandi kolam air panas yang tersedia di resort tersebut. Setelah tenda siap, kami membawa berbagai perlengkapan kami dan menyimpannya di dalam tenda. Setelah itu, langsunglah kami menuju kolam renang untuk menikmati air panas Toya Bungkah yang disediakan resort tersebut.




Waktu yang kami luangkan di sana memang sebagian besar kami isi dengan berenang di kolam renang yang berukuran olimpic yang mereka miliki dan berendam air panas. Kami berada di kolam renang tersebut hampir 6 jam dari 24 jam yang kami spent di sana. Yang mengenakkan, kami bisa berolah raga renang dan kami bisa merelax-kan badan kami di kolam air panas.
Selain kegiatan tersebut, kami juga ber-happy birthday untuk mum, memainkan musik dari pianica dan biola yang dibawa Aya n Kiya, kami juga menikmati bersantai di bawah langit biru sambil memandang air danau yang kelihatan sangat luas.




Malam harinya, kami bersiap-siap untuk makan malam, yang disediakan di camping ground dengan api unggun yang dihidupkan khusus untuk kami yang menginap untuk menghangatkan suasana yang sedikit mulai dingin malam itu. Malam itu juga, Aya n Kiya, mempertunjukkan kebolehan mereka sekali lagi untuk memainkan pianica dan biola, mamanya yang sedikit riang malam itu berdansa ke sana ke mari diiringi permainan musik mereka.


Setelah selesai makan malam dan bermusik, kami mempersiapkan diri untuk tidur, sambil tidak lupa story telling buat Aya n Kiya sebelum tidur. Suasana di dalam tenda cukup nyaman dan luas untuk kita berempat. Mungkin kalau bisa dicatat sedikit kekurangannya adalah matras yang dipakai untuk tidur tidak cukup empuk untuk menahan berat badan kami, sehingga kami yang biasanya tidur di spring bed harus merasakan ketidak nyamanan akibat kurang pasnya matras tempat tidur. Yang lain yang terjadi juga saat kami tidur bermalam di sana, udara malam hari khususnya setelah lewat tengah malam, terasa dingin sekali. Kami berempat bergantian terbangun karena selimut kami sedikit terlepas dari badan kami. Secara bergantian, kami juga pulang pergi ke toilet karena tidak kuat menahan kencing. Pada saat pulang pergi toilet tersebut, kami juga melihat bagaimana air kolam renang mengeluarkan asap menguap karena mungkin udara di atasnya jauh lebih dingin dari air di kolam tersebut. Padahal air kolam renang berukuran olimpic jauh lebih dingin dari air air panas.


Besoknya setelah bangun, kami menyantap makan pagi yang disediakan pihak resort dan seperti yang telah sedikit diceritakan di atas, kami kembali ke kolam renang untuk berenang dan berendam air panas. Ada yang lucu dari perjalanan kami ini. Sebagai persiapan camping, kami membawa begitu banyak perlengkapan untuk dipermainkan di sana, mulai dari board game, buku bacaan yang jumlahnya seabrek, game boy untuk Aya n Kiya, layang-layang yang rencanakan kami terbangkan, pianica dan biola, dan lain-lain. Ternyata, dari sekian banyak permainan yang kami siapkan, hanya sebagian kecil yang bisa kami laksanakan. Bahkan Game Boy yang biasanya menjadi peneman waktu luangnya Aya n Kiya, tidak tersentuh sama sekali.
Direction: Untuk mencapai Toya Bungkah, anda perlu untuk berkendaraan dari Denpasar menuju daerah Kintamani, Bangli. Setelah sampai di Penelokan, Kintamani, Bangli, cari jalan turun ke Danau Batur. Ikuti jalan turun tersebut sampai bertemu pertigaan, dan belok ke kiri di pertigaan tersebut. Setelah melewati jalan yang dikelilingi batu lava kering karena letusan Gunung Batur, yang cukup panjang, anda akan sampai di Desa Toya Bungkah, dan Toya Davasya, saat ini adalah satu-satunya resort yang menyediakan fasilitas kolam renang dan kolam air panas. Letak absolut Toya Bungkah dapat dilihat dengan membuka peta Pulau Bali melalui thumbnail peta di samping. Letak daerah tersebut tersebut ditandai dengan angka nomor [5]
Tanggal 28 Juni ini, ulang tahun mamanya anak-anak. Mum tepatnya berumur 3X tahun (he he he … maunya sih disembunyikan, tapi di birthday cakenya tertulis dengan jelas rupanya). Kebetulan hari tersebut jatuh pada hari Sabtu dan juga masa liburan sekolah Aya n Kiya, akhirnya kami memutuskan untuk merayakan hari ulang tahun mum sambil melakukan camping di Toya Bungkah. Berikut ini beberapa foto kami saat ber-Happy Birthday dan memotong kue kecil yang kami bawa ke tempat camping. Happy Birthday Mum, Love You, From: Dad, Aya n Kiya.

Recent Comments