Clustering Untuk Categorical Data
14 05 2008Dalam sebuah diskusi di suatu milis, ada yang menanyakan tentang metode untuk melakukan clustering terhadap categorical data. Dari beberapa masukan yang ada, ada beberapa metode yang bisa digunakan untuk melakukan clustering jenis ini, termasuk di antaranya metode K-Modes clustering yang algoritmanya mirip dengan k-means (penjelasan tentang k-modes ada di dalam k-means page ini), ada yang mengusulkan tree models (CART) yang dapat didownload free, ada yang mengusulkan sebuah paket program yang disebut Party, Algoritma TWOSTEP, PREFSCAL dari SPSS yang dokumentasinya ada di sini, dan Latent Class Analysis.
Penanya awal dari diskusi ini ingin menggunakan K-Modes untuk melakukan analisa, tetapi dari diskusi yang muncul, ternyata banyak juga algoritma yang bisa digunakan untuk ini. Dan dari beberapa sumber di internet, ternyata K-Modes banyak mempunyai kelemahan. Beberapa kelemahan k-modes antara lain hasil clustering yang berbeda-beda tergantung pada proses initialisasi, dan juga error rate yang tinggi. Mungkin ada satu lagi metode yang secara prinsip sama dengan algoritma yang diusulkan terakhir (Latent Class Analysis) yang bisa digunakan untuk clustering jenis ini. Metode tersebut adalah Mixture Modelling. Metode ini merepresentasikan data categorical menjadi suatu bentuk distribusi Binomial atau Multinomial sebagai pengganti distribusi continuous seperti Gaussian. Penjelasan tentang mixture model dapat dilihat di My Mixture Model Page untuk lebih jelasnya.
Categories : Clustering, Research
Danau Beratan adalah merupakan salah satu dari tiga danau yang terletak di daerah Bedugul, suatu daerah yang membatasi dua kabupaten yaitu Kabupaten Tabanan di selatan dan Kabupaten Buleleng di utara. Bedugul sendiri merupakan daerah pegunungan yang sangat sejuk dan biasanya didatangi oleh para pengunjung yang ingin mendapatkan suasana lain dari biasanya yang lebih sejuk dan pemandangan fresh yang hijau. Bedugul sendiri identik dengan pegunungan, bunga, dan buah-buahan. Mungkin karena sejuknya tersebut, bunga dan buah-buahan begitu mudah untuk ditemukan di sana.
Di samping mengunjungi Danau Beratan ada suatu tempat yang sangat nyaman untuk dikunjungi untuk sekedar duduk-duduk sambil memakan makanan ringan maupun makan siang. Tempat tersebut disebut dengan Kebun Raya Bedugul. Banyak pepohonan yang bisa ditemukan di sana dan banyak lapangan luas yang terbentang yang mengijinkan anak-anak untuk berlari-lari dan bagi orang tua untuk bersantai duduk sambil melihat pemandangan. Salah satu bagian yang menjadi tempat favorit kami kalau berkunjung ke sana adalah suatu lapangan rumput yang cukup luas yang letaknya agak ke dalam di dalam kebun raya tersebut. Lapangan tersebut menghadap ke Danau Beratan di bagian bawahnya. Kami sering duduk di sana untuk bersantai sambil menyantap snack atau makan siang dan mendengarkan lagu-lagi dari radio yang sengaja kami bawa.

Danau Beratan sendiri sangat terkenal dengan suatu pura yang disebut dengan Pura Ulun Danu Danau Beratan. Gambar Pura Ulun Danu ini banyak dan sering sekali terpampang di beberapa brosur yang mempromosikan pariwisata Pulau Bali. Keunikan dari pura ini adalah letaknya yang ada sedikit di tengah danau. Pada saat air danau tinggi, kita bahkan tidak bisa melihat jalan atau daratan yang menghubungkan pura tersebut dengan tepi danau. Dari pura tersebut kita juga dapat menyewa perahu kecil untuk bisa berkeliling di tengah danau. Saat kami berkunjung mendung atau mungkin kabut lumayan pekat, sehingga kami memutuskan hanya duduk-duduk saja menikmati pemandangan danau. Saat itu, Nicolas, salah satu internship asal Perancis yang sedang melakukan magang di Bali di bawah bimbingan saya, juga ikut bertamasya. Di sana, saya sempat mengabadikan Nicolas di depan Pura Ulun Danu tersebut sebagai kenangan.
Recent Comments