100 Tahun Puputan Klungkung

28 04 2008

Tanggal 28 April 2008 ini tepat 100 tahun peristiwa perang puputan (perang mati-matian) yang terjadi di kota Klungkung, kota kelahiran saya. Cerita Puputan Klungkung tidak seterkenal cerita Puputan Badung ataupun Puputan Margarana. Ini mungkin berawal dari cerita bahwa perang tersebut dilakukan dengan tempo yang sangat singkat, karena dengan bantuan pasukan dari beberapa daerah dan peralatan yang modern, pasukan Belanda begitu mudahnya menguasai kerajaan Klungkung, yang saat itu tidak begitu banyak mempunyai pasukan dan itupun hanya bersenjatakan tombak. Tetapi membaca bagaimana raja Klungkung beserta pasukannya dengan hanya bersenjatakan tombak tersebut (dibandingkan dengan pasukan Belanda yang bersenjatakan meriam), tidak gentar menghadapi situasi perselisihan saat itu, membuat saya berpikir, kenapa semangat mempertahankan wilayah dan keadaan saat itu bisa begitu besar dan begitu “murni” sampai nyawapun rela untuk dikorbankan.

Kembali ke diri sendiri, saya akhirnya bertanya, apakah saya sebagai seseorang yang tinggal di Indonesia, masih mempunyai semangat itu, terutama dalam keadaan dunia sekarang ini yang ukuran utamanya adalah uang, material dan kekuasaan? Mudah-mudahan keyakinan saya untuk menjawab ‘ya’ terus ada, walaupun mungkin tidak dengan nyawa, melainkan dengan ide-ide pemikiran saya :( .

Selamat Ulang Tahun ke-100 Kota Klungkung. Semoga Klungkung makin semarak, dan begitu juga Indonesia secara keseluruhan nantinya.


Actions

Information

Leave a comment

You can use these tags : <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>