Analytical Hierarchy Process (AHP)

23 02 2014

Analytical Hierarchy Process (AHP) adalah suatu metode pengambilan keputusan dengan melakukan perbandingan berpasangan antara kriteria pilihan dan juga perbandingan berpasangan antara pilihan yang ada. Permasalahan pengambilan keputusan dengan AHP umunya dikomposisikan menjadi kriteria, dan alternative pilihan.

Contoh permasalahan:
Bagian terpenting dari proses analisis adalah 3 (tiga) tahapan berikut:
1. Nyatakan tujuan analisis: Memilih mobil baru
2. Tentukan kriteria: style, kehandalan, dan konsumi bahan bakar
3. Tentukan alternative pilihan: Avansa, Xenia, Ertiga, Grand Livina
Informasi ini kemudian disusun membentuk pohon bertingkat
Memilih Mobil Baru
|
__________________________________________________________________________________
|                                                          |                                                            |
Style                                         Kehandalan                      Konsumsi Bahan Bakar
- Avansa                                  – Avansa                                    – Avansa
- Xenia                                     – Xenia                                        – Xenia
- Ertiga                                    – Ertiga                                       – Ertiga
- Grand Livina                      – Grand Livina                        – Grand Livina

Informasi yang ada kemudian di-sintesis untuk menentukan peringkat relative dari alternative pilihan yang ada. Kriteria dari jenis qualitative dan quantitative dapat diperbandingkan menggunakan informed judgement untuk menghitung bobot dan prioritas.

Bagaimana menentukan tingkat kepentingan relative dari kriteria yang ada?

Hal ini dapat dilakukan dengan judgement untuk menentukan peringkat dari kriteria. Dalam sebuah sistem berbasis AHP, judgement ini diberikan oleh user pengguna sistem dan dilakukan pada saat user bermaksud melakukan proses AHP dan melihat rekomendasi.

Misalnya:
1. Kehandalan 2 kali lebih penting dari style
2. Style 3 kali lebih penting dari konsumsi bahan bakar
3. Kehandalan 4 kali lebih penting dari konsumsi bahan bakar

Selanjutnya dengan pairwise comparison (perbandingan berpasangan), tingkat kepentingan satu kriteria dibandingkan dengan yang lain dapat diekspresikan.

Nilai yang digunakan:
1: equal
2: moderate
3: strong
4: very strong
5: extreme

Dari judgement di atas bisa dibuatkan tabel perbandingan berpasangan sebagai berikut:
Kriteria (Nilai Kehandalan, Nilai Style, Nilai Konsumsi Bahan Bakar)
Kehandalan (1/1, 1/2, 3/1)
Style (2/1, 1/1, 4/1)
Konsumsi Bahan Bakar (1/3 ,  1/4,  1/1)

Bagaimana mengubah matrik berpasangan ini menjadi peringkat dari kriteria? Jawabannya: Eigenvector

Berikut cara untuk mencari solusi eigenvector:
1. Cara komputasi yang singkat yang bisa digunakan untuk mendapatkan peringkat adalah dengan menggunakan matrik berpasangan ini sebagai sebagai dasar penghitungan kuadrat matrik berpasangan setiap saat.
2. Jumlah setiap baris dihitung dan dinormalisasi
3. Perhitungan dihentikan apabila perbedaan dari jumlah-jumlah ini dalam dua penghitungan yang berturutan lebih kecil dari suatu angka.

Tahan 1: Kuadratkan Matrik Berbasangan

Kriteria (Kehandalan, Style, Konsumsi Bahan Bakar)
Kehandalan (1, 0.5, 3)
Style (2, 1, 4)
Konsumsi Bahan Bakar (0.333, 0.25, 1)

| 1 – 0.5 – 3| | 1 – 0.5 – 3|
| 2 – 1 – 4| x | 2 – 1 – 4|
| 0.333 – 0.25 – 1| | 0.333 – 0.25 – 1|

= | 3 – 1.75 – 8|
| 5.3332 – 3 – 14|
| 1.1666 – 0.6667 – 3|

Angka 3 di kolom 1 baris 1, didapatkan dari perhitungan:
1 x 1 + 0.5 x 2 + 3 x 0.3333 = 1 + 1 + 1 = 3

Angka 1.75 di kolom 2 di baris 1, didapatkan dari perhitungan:
1 x 0.5 + 0.5 x 1 + 3 x 0.25 = 1.75

Dan seterusnya sampai ke 9 angka didapatkan.

Tahap 2: Hitung Eigenvector pertama

1. Jumlahkan baris
2. Jumlahkan jumlah dari baris-baris yang ada
3. Normalisasi nilai jumlah dari masing-masing baris

| 3 – 1.75 – 8| = 12.75 —– 0.3194
| 5.3332 – 3 – 14| = 22.3332 —– 0.5595
| 1.1666 – 0.6667 – 3| = 4.8333 —– 0.1211
__________________________________+_______+
—————————————–39.9165 —— 1.000

Angka normalisasi pertama 0.3194 didapatkan dengan membagi angka 12.75/39.9165

Jadi eigenvector yang pertama adalah:

| 0.3194 |
| 0.5595 |
| 0.1211 |

Proses ini terus diulang: kuadrat, jumlahkan, dan normalisasikan

| 3 – 1.75 – 8|
| 5.3332 – 3 – 14|
| 1.1666 – 0.6667 – 3|

Dikuadratkan, dijumlah, dan dinormalisasi menjadi:

| 27.6653 – 15.8830 – 72.4984| = 15.9967 ————– 0.3196
| 48.3311 – 27.6662 – 126.6642| = 202.6615 ————- 0.5584
| 10.5547 – 6.0414 – 27.6653| = 44.2614 —————- 0.1220
____________________________________________+______________+
————————————————– 39.9165 —————— 1.000

Perbedaannya memang sudah kecil, apalagi kalau dihitung satu putaran lagi:
| 0.3194 | – | 0.3196 | = 0.0002
| 0.5595 | – | 0.5584 | = 0.0011
| 0.1211 | – | 0.1220 | = 0.0009

Apa arti nilai eigenvector ini? Melihat pada nilai dari eigenvector bisa dikatakan bahwa:
kriteria yang pertama adalah peringkat nomor 2 terpenting,
kriteria yang kedua adalah peringkat 1 terpenting, dan
kriteria yang ketiga adalah peringkat nomor 3 terpenting

Berikut adalah pohon dengan bobot pada kriterianya:

Memilih Mobil BaruMemilih Mobil Baru (1.000)
|
__________________________________________________________________________________
|                                                          |                                                            |
Style  (0.3196)                     Kehandalan (0.5584)    Konsumsi Bahan Bakar (0.1220)
- Avansa                                  – Avansa                                    – Avansa
- Xenia                                     – Xenia                                        – Xenia
- Ertiga                                    – Ertiga                                       – Ertiga
- Grand Livina                      – Grand Livina                        – Grand Livina

Selanjutnya, bagaimana menentukan peringkat alternative pilihan?

Untuk alternative pilihan, juga dilakukan perbandingan berpasangan terhadap kriteria masing-masing. Judgement dalam proses ini umumnya dilakukan berbasis pada data/informasi tentang alternative pilihan (quantitative approach) atau kalau tidak tersedia data/informasi tersebut, dapat dilakukan dengan judgement dari pakar terkait pemilihan alternative tersebut (qualitative approach).

Di dalam sebuah sistem, proses untuk menentukan nilai kriteria dari masing-masing alternative pilihan dan perhitungan peringkat dilakukan pada saat melakukan entry dan edit data variabel dan kriteria alternative pilihan.

Dalam kasus ini, yang memberikan judgement untuk kriteria style dan kehandalan adalah pakar tentang mobil dengan informasi bersifat qualitative.

Style
Pilihan (Avansa, Xenia, Ertiga, Grand Livina)
Avansa (1/1, 1/4, 4/1, 1/6)
Xenia (4/1, 1/1, 4/1, 1/4)
Ertiga (1/4, 1/4, 1/1, 1/5)
Grand Livina (6/1, 4/1, 5/1, 1/1,)

Kehandalan
Pilihan (Avansa, Xenia, Ertiga, Grand Livina)
Avansa (1/1, 2/1, 5/1, 1/1)
Xenia (1/2, 1/1, 3/1, 2/1)
Ertiga (1/5, 1/3, 1/1, 1/4)
Grand Livina (1/1, 1/2, 4/1, 1/1)

Dari matrik ini dihitung eigenvector, untuk menentukan peringkat dari alternative pilihan untuk masing-masing kriteria.

Peringkat Style
3 Avansa | 0.1160 |
2 Xenia | 0.2470 |
4 Ertiga | 0.0600 |
1 Grand Livina | 0.5770 |

Peringkat Kehandalan
1 Avansa | 0.3790 |
2 Xenia | 0.2900 |
4 Ertiga | 0.0740 |
3 Grand Livina | 0.2570 |

Untuk kriteria konsumsi bahan bakar, ditentukan dengan informasi yang bersifat quantitative sebagai berikut:
Konsumsi Bahan Bakar
Avansa – 34 —– 34/113 —– 0.3010
Xenia – 27 —— 27/113 ———0.2390
Ertiga – 24 ——– 24/113 ——– 0.2120
Grand Livina – 28 —— 28/113 ——– 0.2480
_________________________________+ _______+
—————————-113 —————— 1.0000

Dengan menormalisasi informasi bersifat quantitative, akan bisa didapatkan peringkat konsumsi bahan bakar untuk masing-masing alternative pilihan.

Dengan demikian bobot kriteria dan alternative pilihan sudah terlengkapi, sehingga pohon keputusan tergambar menjadi:

Memilih Mobil BaruMemilih Mobil Baru (1.000)
|
__________________________________________________________________________________
|                                                          |                                                            |
Style  (0.3196)                     Kehandalan (0.5584)    Konsumsi Bahan Bakar (0.1220)
- Avansa (0.1160)               – Avansa (0.3790)                  – Avansa (0.3010)
- Xenia (0.2470)                  – Xenia (0.2900)                    – Xenia (0.2390)
- Ertiga (0.0600)                 – Ertiga (0.0740)                   – Ertiga (0.2120)
- Grand Livina (0.5770)    – Grand Livina (0.2570)    – Grand Livina (0.2480)

Untuk mendapatkan hasil keputusan, masing-masing bobot untuk alternative pilihan dikalikan dengan bobot dari kriteria dalam bentuk perkalian matrik sebagai berikut:

Avansa | 0.1160 – 0.3790 – 0.3010|  X |0.3196|
Xenia | 0.2470 – 0.2900 – 0.2390|        |0.5584|
Ertiga | 0.0600 0.0740 0.2120|             |0.1220|
Grand Livina | 0.5770 – 0.2570 – 0.2480|

Sehingga untuk mobil Avanza, perhitungan menjadi:

0.1160 * 0.3196 + 0.3790 * 0.5584 + 0.3010 * 0.1220 = 0.3060

Dan secara keseluruhan nilai masing-masing alternative pilihan adalah sebagai berikut:

Avansa | 0.3060 |
Xenia | 0.2720 |
Ertiga | 0.0940 |
Grand Livina | 0.3280 |

Sehingga pilihan yang paling bagus untuk kasus pengambilan keputusan ini adalah mobil dengan tipe Grand Livina.





A Tirtayatra Trip to West Bali

2 08 2012

Direction to go to West Bali can be found at the end of this article.

June 28 – 30, 2012 was a special couple days for us. On those days, we took a time off the office to have a Tirtayatra holiday to the West Bali Park. First of all, the trip was amazing, and we didn’t expect that the trip would be that fruitful. In the morning of June 28, 2012, we prepared ourselves to be ready for starting the trip. We packed our belongings and departed from home at 9 in the morning. We expected that the trip to our destination site would take about 5 hours.

KecelakaanHowever, things were not going very well on that day. There was an accident happening at the only road that we could use to reach our destination. There we have waited and waited, stopped and moved forward a little by little, and passed through the packed traffic till our first stop. It took about 5 hours. By this time, we actually expected that we have already arrived at our accommodation. But anyway, our first stop was Pura Rambutsiwi. It is a temple near to the beach and located at Pekutatan area. Fortunately, the Pemangku of that temple was still there, so that we could pray led by the Pemangku. Despite of the road accident, it was still a kind of luck following our trip. After finishing the pray, we took our time a little to visit our uncle, Om Bawa, who lives at Penyaringan Area. We heard that Om Bawa was sick, so that we visited him at his parents’ house.

RambutsiwiOm Bawa

Then we continued our trip passing through the Negara City, toward the Pemuteran village, to check in the hotel we’ve booked. We stayed at the Adi Assri Hotel, an hotel at the Pemuteran Beach. The hotel is near the sea, and is the type of villa hotel. It was very nice hotel, and we felt that we would enjoy staying there. We arrived at the hotel at around 21:30 at night. We felt relieved after a short-trip-but-took-a-very-much-long-time journey. We took a deep rest, before continuing our journey to other temples early in the morning as well as enjoying snorkling.

Hotel Adi AssriHotel Adi AssriHotel Adi AssriHotel Adi Assri

The next day we started very early in the morning to go to the Labuhan Lalang seaport, a departing port for the Menjangan Island. From Labuhan Lalang to Menjangan Island, it took about 30 minutes. The wave was not so high at that time. We prepared ourselves with a number of pejati, since there are a number of temples to visit at the island. These were the temple we visited at that time: Pura Pingit Klenting Sari, Pasraman Agung Keboiwa, Dewi Kwan Im, Pendopo Agung Gajah Mada, Sang Hyang Pasupati, Ida Betara Lingsir Airlangga, Ida Betara Dalem Waturenggong, and Ganesha. Following are pictures we have taken, including a picture with a deer (menjangan) which passed before us during our pray journey.

Menuju Pulau MenjanganMenuju Pulau MenjanganUrutan Tirta YatraPura Pingit Klenting Sari

Pesraman Agung KeboiwaPendopo Agung Gajah MadaDengan MenjanganDewi Kwan Im

Sang Hyang PasupatiIda Betara WaturenggongIda Betara Lingsir AirlanggaGanesha

After the pray was finished, we then got into the boat again ready for snorkling. We prepared ourselves with life saving tools and were ready to see the Nemo. The Menjangan Island snorkling was very exciting. The view under the sea was spectacular. The fish and all living things there were still maintained well, and very natural. From what we have heard, the sea of Menjangan Island is protected from investors, so that all aspect of environment at and around the island can be protected securely. It was a good experience to see such a rear view, and to see something that probably only a number in the world, is also something special.

Siap SnorklingSnorklingSnorklingIstirahat Snorkling

After we finished enjoying snorkling, we then got back to the Labuhan Lalang seaport by taking a trip around the island once again. We then saw that the island was very beautiful with white sand, and also can be recognised that the island was really protected, since there was no one to be seen to live there.

After got back to the hotel, we still had time to enjoy the swimming pool as well as the beach in front of our hotel. As always, we also enjoyed these activities very much.

SwimmingSwimmingSwimmingSwimming

At The BeachAt The BeachAt The BeachAt The Beach

During our visit to West Bali, we also enjoyed some of the culinary offered by the place. We ate our breakfast at the hotel as provided. We took our dinner at the Warung Pakis Ayu, Pemuteran, a small restaurant at the resort area. The food there was very nice and we have enjoyed our dinner together. To pay our curiosity, we have also visited Warung Betutu Men Tempeh, for lunch, at Gilimanuk. Altogether, this trip has also given us around view of culinary that West Bali has to offer.

BreakfastDinnerDinnerLunch

Pura Jaya PranaOn the way home, on the last day of our trip, we have also visited the Pulaki temple, Jaya Prana temple, and Segara Rupek temple. We didn’t take any picture at the Pulaki temple, since the monkeys there were so aggresive, even for praying we have to take care of our belongings. The Sesajen that we brought to the temple, had also be protected, so that it was not taken or eaten by the monkeys. Jayaprana temple is a temple located at the south part of the Labuhan Lalang seaport. The temple was built to commemorate the love story of Jayaprana and Layonsari, which is a legend story that a man can love a women everlastingly until he died. We had to climb a little bit to a small hill to get to the temple.

The last temple we have visited was actually the most intriguing place that we have actually visited. The temple is said to be placed at the area which is the closest place to the Java Island. It is an interesting place to visit, we thought. However, the road to go to the place was not really maintained. It was a bumpy long road and we ended up arrived at the temple exhaustively, we even didn’t find anyone there, but monkeys. The pemangku also was not there, so we prayed at the temple, a bit in a hurry, because it seemed that the monkeys looked at us, as they were waiting us to go to get our Sesajen. It was a bit scary experience. But above all things, we also experienced that we have visited the most closest place in Bali to the Java Island.

Segara RupekSegara Rupek

Travelling Bali Part 2 Direction: Untuk mencapai Taman Bali Barat dengan mobil, dapat dilakukan dengan menuju ke arah barat dari Denpasar, melewati jalur Denpasar Gilimanuk. Sebelum sampai di pelabuhan kapal laut Gilimanuk, akan ditemukan pertigaan. Anda perlu berbelok ke kanan di pertigaan tersebut. Pemuteran berjarak sekitar 15 km dari pertigaan tersebut.





Activity Diagram

10 01 2012

Activity Diagram is one diagram used to model a system in the Unified Modelling Language. Activity Diagram is used to draw the activity existing in a system, connecting, splitting, or merging the sequence of tasks involved.

A simple example of an Activity Diagram of an activity in a library (activity of borrowing a book) is as follows. The activity is started by a member bringing his/her member card and gives it to a librarian. The librarian then checks the member card, and checks the book to be borrowed. If the book is available, then the librarian gives the book to the member, then the activity stops. If the book is unavailable, then the activity stops.

Activity Diagram

In some cases of activities, a number of additional steps can occur within the activity including splitting direction of tasks into two or more paths, or merging two or more paths into a consequence task. In such a case, the following symbols need to be referred, so that all existing steps can be drawn into a comprehensive diagram.

Simbol Activity Diagram





Developing a System

7 12 2011

Developing a system is not an easy thing. There are lots of things involved. Starting from the knowledge of Sumber Daya Manusia (SDM), mentality of SDM, communication skill, coordination, leadership, commitment, and discipline. Leadership is an important starting point in developing and implementing a system. However, if the leader of the organisation has no time or intention in doing so, a system can only be developed in the form of a subsystem that can only be applied to a certain part of an organisation.

Knowledge of System Development

Knowledge of SDM is something that can be a wheel for the success of developing a system. Luckily, the background knowledge has sometimes been ready and available, so in terms of finding the basic needed for the system, will not be a difficult thing. However, working with only one person will be an absurd thing. That way, the help of staffs in the development process is needed. The smoothness of this process really depends on the readiness of knowledge of each SDM involved.

The main difficulty of this process is that the SDM is not really ready in projecting the existing  task into a comprehensive systems. The person that will be given the task to develop the blueprint of the system, needs to have a certain level of knowledge in system development. This in particular needs time to achieve, since staffs has no enough time for learning, and learning is the last thing to do, way after all existing tasks finalised. But, once this is ready, than the process of developing a system will be on the go.

In particular, system development is suited for people with a background of IT (Information Systems). In such study, there are a number of subjects thought in relation to the system development, including Information Systems Analysis, Object Oriented Modelling, Unified Modelling Language, Algorithm, and some other related subjects. It is a benefit, if one that will be appointed as the person in charge for the system development, learns about these subjects first.

Other topics on System Development: Knowledge, Mentality, Leadership, Commitment, Coordination, Discipline, and Communication Skill





2011 Aya and Kiya’s Violin Concert

27 11 2011

Tanggal 12 November 2011, Aya dan Kiya melakukan concert viola tahunan kembali bersama Bali Violin School (Bavisch). Konser ini dilakukan atas kerja sama Bavisch dengan Yayasan Senang Hati, yayasan yang menaungi anak-anak cacat di Tampak Siring, Gianyar. Dalam concert kali ini, di samping menampilkan permainan viola, piano, gitar dari anak didik sekolah musik Bavisch, juga melakukan kolaberasi dengan anak-anak dari Yayasan Senang Hati.

Berikut adalah video-video permainan musik mereka, mulai dari musik viola pembuka, penampilan dari Aya dan Kiya saat memainkan lagu Hungarian Dance, sebagai penampilan solo mereka, dan penampilan kolaborasi antara anak-anak sekolah musik Bavisch dan anak-anak dari Yayasan Senang Hati.

Dengan keikut sertaan Aya dan Kiya dalam concert kali ini, mudah-mudahan mereka dapat mengambil hikmah bahwa bermain musik dapat menjadi bagian dari hidup mereka dan memberikan mereka kesenangan dalam menjalani hidup mereka, serta dengan adanya penampilan kolaberasi mereka dengan anak-anak dari Yayasan Senang Hati, mudah-mudahan mereka dapat melihat bahwa kendala apapun yang ada, tidak akan menyurutkan semangat seseorang untuk menikmati hidup, karena penampilan anak-anak dari Yayasan Senang Hati dalam concert kali ini sangatlah bersemangat dan sangat memberikan insprirasi.

Musik Pembuka Concert Tahunan Bavisch 2011

Penampilan Soloist Aya dan Kiya (bersama temannya Meisya) menampilkan aransemen musik Hungarian Dance

Kolaborasi anak-anak Bavisch dengan anak-anak Yayasan Senang Hati menampilkan aransemen Lambada dan lagu I Have A Dream





Update KNS&I2011

22 11 2011

Pelaksanaan Konferensi Nasional Sistem dan Informatika 2011 (KNS&I2011) sudah selesai. Untuk pelaksanaan kali ini, saya tidak begitu banyak terlibat, karena harus mengikuti meeting di Jakarta dan Bandung. Pekerjaan sudah diserahkan untuk dihandle pegawai lain, dan kelihatannya pelaksanaan berjalan cukup lancar.

Makalah yang diterbitkan dalam KNS&I2011 adalah yang terbanyak dari segi jumlah sejak pelaksanaannya tahun 2006. Sungguh prestasi yang mengagumkan. Mudah-mudahan konferensi ini dapat lebih maju dan semarak lagi di tahun yang ke depan.

Bagi yang ingin mendapatkan makalah yang diterbitkan dalam KNS&I2011 ini dapat mengaksesnya melalui halaman KNS&I di blog ini.





A Tirtayatra Trip to Nusa Penida

30 10 2011

Petunjuk menuju Nusa Penida ada di bagian bawah tulisan ini.

Setelah membicarakannya beberapa kali dalam beberapa tahun belakangan ini, akhirnya kesampaian juga keinginan untuk melakukan tirtayatra ke Nusa Penida. Ada tiga pura yang tersebar di wilayah Nusa Penida, yang bisa dikunjungi dalam rangkaian tirtayatra ini yaitu Pura Dalem Ped, Pura Giri Putri, dan Pura Puncak Mundi.

Sebelum menceritakan lebih panjang terkait tirtayatra yang kami lakukan, berikut ini beberapa gambar dan cerita terkait perjalanan tirtayatra kami sekeluarga ke Nusa Penida. Untuk menuju Nusa Penida, kami menggunakan mobil sendiri, karena ingin mempermudah perjalanan kami di wilayah Nusa Penida. Kami berangkat dari Denpasar menuju Padang Bai dengan tujuan untuk melakukan penyeberangan melalui Padang Bai dengan kapal Roro yang berangkat dari pelabuhan Padang Bai menuju Nusa Penida sekitar pukul 1 siang.

Padang Bai 01Padang Bai 02

PenginapanPerjalanan kami ke Nusa Penida dengan kapal ferry Roro memerlukan waktu sekitar 2 jam. Kami menginap di sebuah penginapan di daerah Sampalan, Nusa Penida, yang informasinya kami dapatkan dari rekanan kerja kantor. Penginapan yang kami sewa bercorak Bali, dengan fasilitas yang lumayan bagus serta nyaman, dan servis yang cukup berkualitas, kalau dibandingkan dengan harga yang harus kami bayarkan. Beranda depan dari penginapan sangat cocok bagi kami untuk digunakan bersantai setelah melakukan perjalanan panjang dalam rangkaian tirtayatra ini. Kami sampai di penginapan sekitar pukul 5 sore.

Setelah melakukan persiapan, dan memakai pakaian sembahyang, kami langsung melakukan perjalanan untuk melakukan tirtayatra pertama kami ke Pura Giri Putri. Pura Giri Putri terletak di sebelah timur wilayah Sampalan, dan perlu melakukan perjalanan dengan mobil sekitar 30 menit. Jalan yang dilalui tidak begitu besar dan menyusuri daerah pantai timur Nusa Penida. Sesampai di wilayah Pura, kami mulai melakukan persembahyangan. Perlu diingat untuk Pura Giri Putri perlu untuk membawa beberapa buah pejati karena di dalam wilayah Pura ada beberapa titik tempat persembahyangan. Tidak semua harus menggunakan pejati. Khusus untuk pejati ini, anda bisa membawa pejati langsung dari rumah, atau membelinya di Pura Dalem Ped, Nusa Penida.

Yang menjadi ciri khas dari Pura Giri Putri ini adalah area persembahyangannya yang berupa gua yang sangat lebar, dan pintu masuk ke gua tersebut sangatlah kecil, dan hanya bisa dimasuki orang satu per satu. Di dalam gua sudah tertata cukup rapi dan sudah ada lampu listrik yang disediakan untuk melihat jalan setapak yang perlu dilalui. Kadang-kadang memang lampu mati, tetapi kalaupun lampu mati, bisa disiasati dengan senter atau lampu handphone. Di luar gua ada sebanyak satu tempat sembahyang, sedangkan di dalam gua ada 4 tempat sembahyang. Tempat persembahyangan terakhir adalah tempat penyembahan kepada Dewi Kwan Im. Berikut beberapa foto yang sempat kami abadikan di dalam gua persembahyanan.

Giri Putri 01Giri Putri 02Giri Putri 03Giri Putri 04

Setelah melakukan tirtayatra di Pura Giri Putri, kami kembali ke penginapan dan istirahat untuk mempersiapkan diri melakukan perjalanan tirtayatra esok harinya. Setelah mendapatkan istirahat yang cukup, kami melakukan persiapan untuk melakukan tirtayatra ke dua Pura yaitu Pura Dalem Ped dan Pura Puncak Mundi. Kami mendengar perjalanan ke Pura Puncak Mundi akan melalui jalan yang sulit dan terjal, sehingga kami mempersiapkan diri untuk itu.

Tirtayatra di Pura Dalem Ped dilakukan di empat pura yang berbeda: Pura Segara, Pura Taman, Pura Penataran, Pura Ratu Gede. Pura Segara adalah Pura di wilayah Pura Dalem Ped yang terletak di dekat pantai. Pura Taman merupakan Pura yang dikelilingi oleh Taman Air, sedang Pura Penataran dan Pura Ratu Gede merupakan Pura utama di wilayah Pura Dalem Ped. Berikut ini beberapa foto yang sempat kami abadikan di wilayah Pura Dalem Ped.

Pura Segara 01Pura Segara 02Pura TamanPura Ratu GedePura Penataran Agung

Setelah menyelesaikan proses persembahyangan di Pura Dalem Ped, kami mempersiapkan diri untuk melakukan perjalanan ke Pura Muncak Mundi. Pura ini terletak di bagian tertinggi dari Pulau Nusa Penida. Jalan yang dilalui menuju pura tersebut cukup menegangkan karena jalannya cukup terjal dan umumnya hanya bisa dilalui oleh satu mobil saja. Kalau ada satu mobil yang lain yang berpapasan, akan sulit sekali untuk dikendalikan, apalagi dalam posisi jalan yang terjal. Perjalanan dari Pura Dalem Ped ke Pura Puncak Mundi memerlukan waktu sekitar 30-40 menit. Di areal Pura Puncak Mundi ada dua tempat persembahyangan. Areal Pura juga dihuni oleh kera-kera liar.

Pura Puncak MundiDaerah Puncak Nusa PenidaDaerah Puncak Nusa Penida

Suatu hal yang menggelikan tapi nyata telah kami alami. Kiya yang sempat agak sedikit grumpy/marah saat berada di wilayah sekitar pura, secara tidak sengaja tersandung pada beton tempat memasang umbul-umbul, jatuh dan mengalami luka yang cukup parah juga. Kami memaknai hal tersebut, bahwa kalau berada di wilayah sekitar tempat suci, hati dan pikiran kita haruslah suci dan terarah untuk melakukan persembahyangan yang khusuk. Suatu pelajaran yang sangat bermakna bagi kami, dan khususnya bagi Kiya.

Setelah selesai melakukan tirtayatra ke Pura Puncak Mundi, kami kembali ke penginapan, untuk menikmati sore hari kami dengan perjalanan ke wilayah Jungut Batu, untuk menikmati sunset. Ada sekitar dua jam-an kami di sana, sehingga kami bisa melihat bagaimana matahari sore yang lumayan terang, sedikit demi sedikit terbenam, dan langit di bagian barat sedikit demi sedikit berubah warna. Berikut gambar-gambar yang sempat kami abadikan.

Jungut Batu 01Jungut Batu 02Sunset Jungut Batu 01Sunset Jungut Batu 02Sunset Jungut Batu 03Sunset Jungut Batu 04

Travelling Bali Part 2 Direction: Untuk mencapai Nusa Penida dengan mobil, dapat dilakukan dengan melakukan penyeberangan melalui pelabuhan Padang Bai, Karangasem. Anda hanya perlu mengikuti jalan Bypass Ida Bagus Mantra sampai di perempatan Kusamba, lurus, dan di pertigaan Padang Bai, belok ke kanan menuju Pelabuhan Padang Bai. Kapal Roro, berangkat dari Padang Bai pukul 1 siang. Wilayah Sampalan, Nusa Penida, ada di peta dengan nomor penunjuk [14].








Follow

Get every new post delivered to your Inbox.