2011 Aya and Kiya’s Violin Concert

27 11 2011

Tanggal 12 November 2011, Aya dan Kiya melakukan concert viola tahunan kembali bersama Bali Violin School (Bavisch). Konser ini dilakukan atas kerja sama Bavisch dengan Yayasan Senang Hati, yayasan yang menaungi anak-anak cacat di Tampak Siring, Gianyar. Dalam concert kali ini, di samping menampilkan permainan viola, piano, gitar dari anak didik sekolah musik Bavisch, juga melakukan kolaberasi dengan anak-anak dari Yayasan Senang Hati.

Berikut adalah video-video permainan musik mereka, mulai dari musik viola pembuka, penampilan dari Aya dan Kiya saat memainkan lagu Hungarian Dance, sebagai penampilan solo mereka, dan penampilan kolaborasi antara anak-anak sekolah musik Bavisch dan anak-anak dari Yayasan Senang Hati.

Dengan keikut sertaan Aya dan Kiya dalam concert kali ini, mudah-mudahan mereka dapat mengambil hikmah bahwa bermain musik dapat menjadi bagian dari hidup mereka dan memberikan mereka kesenangan dalam menjalani hidup mereka, serta dengan adanya penampilan kolaberasi mereka dengan anak-anak dari Yayasan Senang Hati, mudah-mudahan mereka dapat melihat bahwa kendala apapun yang ada, tidak akan menyurutkan semangat seseorang untuk menikmati hidup, karena penampilan anak-anak dari Yayasan Senang Hati dalam concert kali ini sangatlah bersemangat dan sangat memberikan insprirasi.

Musik Pembuka Concert Tahunan Bavisch 2011

Penampilan Soloist Aya dan Kiya (bersama temannya Meisya) menampilkan aransemen musik Hungarian Dance

Kolaborasi anak-anak Bavisch dengan anak-anak Yayasan Senang Hati menampilkan aransemen Lambada dan lagu I Have A Dream





Update KNS&I2011

22 11 2011

Pelaksanaan Konferensi Nasional Sistem dan Informatika 2011 (KNS&I2011) sudah selesai. Untuk pelaksanaan kali ini, saya tidak begitu banyak terlibat, karena harus mengikuti meeting di Jakarta dan Bandung. Pekerjaan sudah diserahkan untuk dihandle pegawai lain, dan kelihatannya pelaksanaan berjalan cukup lancar.

Makalah yang diterbitkan dalam KNS&I2011 adalah yang terbanyak dari segi jumlah sejak pelaksanaannya tahun 2006. Sungguh prestasi yang mengagumkan. Mudah-mudahan konferensi ini dapat lebih maju dan semarak lagi di tahun yang ke depan.

Bagi yang ingin mendapatkan makalah yang diterbitkan dalam KNS&I2011 ini dapat mengaksesnya melalui halaman KNS&I di blog ini.





A Tirtayatra Trip to Nusa Penida

30 10 2011

Petunjuk menuju Nusa Penida ada di bagian bawah tulisan ini.

Setelah membicarakannya beberapa kali dalam beberapa tahun belakangan ini, akhirnya kesampaian juga keinginan untuk melakukan tirtayatra ke Nusa Penida. Ada tiga pura yang tersebar di wilayah Nusa Penida, yang bisa dikunjungi dalam rangkaian tirtayatra ini yaitu Pura Dalem Ped, Pura Giri Putri, dan Pura Puncak Mundi.

Sebelum menceritakan lebih panjang terkait tirtayatra yang kami lakukan, berikut ini beberapa gambar dan cerita terkait perjalanan tirtayatra kami sekeluarga ke Nusa Penida. Untuk menuju Nusa Penida, kami menggunakan mobil sendiri, karena ingin mempermudah perjalanan kami di wilayah Nusa Penida. Kami berangkat dari Denpasar menuju Padang Bai dengan tujuan untuk melakukan penyeberangan melalui Padang Bai dengan kapal Roro yang berangkat dari pelabuhan Padang Bai menuju Nusa Penida sekitar pukul 1 siang.

Padang Bai 01Padang Bai 02

PenginapanPerjalanan kami ke Nusa Penida dengan kapal ferry Roro memerlukan waktu sekitar 2 jam. Kami menginap di sebuah penginapan di daerah Sampalan, Nusa Penida, yang informasinya kami dapatkan dari rekanan kerja kantor. Penginapan yang kami sewa bercorak Bali, dengan fasilitas yang lumayan bagus serta nyaman, dan servis yang cukup berkualitas, kalau dibandingkan dengan harga yang harus kami bayarkan. Beranda depan dari penginapan sangat cocok bagi kami untuk digunakan bersantai setelah melakukan perjalanan panjang dalam rangkaian tirtayatra ini. Kami sampai di penginapan sekitar pukul 5 sore.

Setelah melakukan persiapan, dan memakai pakaian sembahyang, kami langsung melakukan perjalanan untuk melakukan tirtayatra pertama kami ke Pura Giri Putri. Pura Giri Putri terletak di sebelah timur wilayah Sampalan, dan perlu melakukan perjalanan dengan mobil sekitar 30 menit. Jalan yang dilalui tidak begitu besar dan menyusuri daerah pantai timur Nusa Penida. Sesampai di wilayah Pura, kami mulai melakukan persembahyangan. Perlu diingat untuk Pura Giri Putri perlu untuk membawa beberapa buah pejati karena di dalam wilayah Pura ada beberapa titik tempat persembahyangan. Tidak semua harus menggunakan pejati. Khusus untuk pejati ini, anda bisa membawa pejati langsung dari rumah, atau membelinya di Pura Dalem Ped, Nusa Penida.

Yang menjadi ciri khas dari Pura Giri Putri ini adalah area persembahyangannya yang berupa gua yang sangat lebar, dan pintu masuk ke gua tersebut sangatlah kecil, dan hanya bisa dimasuki orang satu per satu. Di dalam gua sudah tertata cukup rapi dan sudah ada lampu listrik yang disediakan untuk melihat jalan setapak yang perlu dilalui. Kadang-kadang memang lampu mati, tetapi kalaupun lampu mati, bisa disiasati dengan senter atau lampu handphone. Di luar gua ada sebanyak satu tempat sembahyang, sedangkan di dalam gua ada 4 tempat sembahyang. Tempat persembahyangan terakhir adalah tempat penyembahan kepada Dewi Kwan Im. Berikut beberapa foto yang sempat kami abadikan di dalam gua persembahyanan.

Giri Putri 01Giri Putri 02Giri Putri 03Giri Putri 04

Setelah melakukan tirtayatra di Pura Giri Putri, kami kembali ke penginapan dan istirahat untuk mempersiapkan diri melakukan perjalanan tirtayatra esok harinya. Setelah mendapatkan istirahat yang cukup, kami melakukan persiapan untuk melakukan tirtayatra ke dua Pura yaitu Pura Dalem Ped dan Pura Puncak Mundi. Kami mendengar perjalanan ke Pura Puncak Mundi akan melalui jalan yang sulit dan terjal, sehingga kami mempersiapkan diri untuk itu.

Tirtayatra di Pura Dalem Ped dilakukan di empat pura yang berbeda: Pura Segara, Pura Taman, Pura Penataran, Pura Ratu Gede. Pura Segara adalah Pura di wilayah Pura Dalem Ped yang terletak di dekat pantai. Pura Taman merupakan Pura yang dikelilingi oleh Taman Air, sedang Pura Penataran dan Pura Ratu Gede merupakan Pura utama di wilayah Pura Dalem Ped. Berikut ini beberapa foto yang sempat kami abadikan di wilayah Pura Dalem Ped.

Pura Segara 01Pura Segara 02Pura TamanPura Ratu GedePura Penataran Agung

Setelah menyelesaikan proses persembahyangan di Pura Dalem Ped, kami mempersiapkan diri untuk melakukan perjalanan ke Pura Muncak Mundi. Pura ini terletak di bagian tertinggi dari Pulau Nusa Penida. Jalan yang dilalui menuju pura tersebut cukup menegangkan karena jalannya cukup terjal dan umumnya hanya bisa dilalui oleh satu mobil saja. Kalau ada satu mobil yang lain yang berpapasan, akan sulit sekali untuk dikendalikan, apalagi dalam posisi jalan yang terjal. Perjalanan dari Pura Dalem Ped ke Pura Puncak Mundi memerlukan waktu sekitar 30-40 menit. Di areal Pura Puncak Mundi ada dua tempat persembahyangan. Areal Pura juga dihuni oleh kera-kera liar.

Pura Puncak MundiDaerah Puncak Nusa PenidaDaerah Puncak Nusa Penida

Suatu hal yang menggelikan tapi nyata telah kami alami. Kiya yang sempat agak sedikit grumpy/marah saat berada di wilayah sekitar pura, secara tidak sengaja tersandung pada beton tempat memasang umbul-umbul, jatuh dan mengalami luka yang cukup parah juga. Kami memaknai hal tersebut, bahwa kalau berada di wilayah sekitar tempat suci, hati dan pikiran kita haruslah suci dan terarah untuk melakukan persembahyangan yang khusuk. Suatu pelajaran yang sangat bermakna bagi kami, dan khususnya bagi Kiya.

Setelah selesai melakukan tirtayatra ke Pura Puncak Mundi, kami kembali ke penginapan, untuk menikmati sore hari kami dengan perjalanan ke wilayah Jungut Batu, untuk menikmati sunset. Ada sekitar dua jam-an kami di sana, sehingga kami bisa melihat bagaimana matahari sore yang lumayan terang, sedikit demi sedikit terbenam, dan langit di bagian barat sedikit demi sedikit berubah warna. Berikut gambar-gambar yang sempat kami abadikan.

Jungut Batu 01Jungut Batu 02Sunset Jungut Batu 01Sunset Jungut Batu 02Sunset Jungut Batu 03Sunset Jungut Batu 04

Travelling Bali Part 2 Direction: Untuk mencapai Nusa Penida dengan mobil, dapat dilakukan dengan melakukan penyeberangan melalui pelabuhan Padang Bai, Karangasem. Anda hanya perlu mengikuti jalan Bypass Ida Bagus Mantra sampai di perempatan Kusamba, lurus, dan di pertigaan Padang Bai, belok ke kanan menuju Pelabuhan Padang Bai. Kapal Roro, berangkat dari Padang Bai pukul 1 siang. Wilayah Sampalan, Nusa Penida, ada di peta dengan nomor penunjuk [14].





Document Clustering Algorithm

20 09 2011

Untuk melakukan proses clustering pada document, bisa digunakan beberapa metode clustering yang telah umum digunakan seperti k-means clustering algorithm, atau variasinya: bisecting k-means, dan hierarchical clustering algorithm, baik Agglomerative atau Divisive.

Dalam melakukan proses clustering, perbandingan kesamaan (similarity) juga perlu diukur. Dalam kegiatan Document Clustering similarity measure yang banyak digunakan adalah cosine measure yang didefinisikan sebagai berikut:

cosine (d1, d2) = (d1 . d2) / (||d1|| ||d2||)

dimana . adalah vector dot product dan ||d|| adalah panjang dari vector d.

Untuk menghitung centroid dari cluster digunakan rumus berikut ini:

c = 1/|S| sum_(d in S) d

yang tidak lain merupakan vector yang didapatkan dengan merata-ratakan weight dari berbagai macam terms yang ada di dalam dokumen S.

Goodness of fit dalam document clustering yang menggunakan cosine sebagai similarity measure adalah sebagai berikut:

1/|S|^2 sum_(d in S, d’ in S) cosine (d’, d) = ||c||^2

Untuk mengukur kualitas cluster dapat digunakan
1. Entropy: memanfaatkan probabilitas dari cluster yang terbentuk yang dihitung dengan rumus E_j = – sum_i p_(ij) log p_(ij) dimana p_(ij) adalah probabilitas suatu anggota di cluster j untuk masuk ke cluster i.
2. F Measure: memanfaatkan ide presisi dan recall, dimana recall(i,j) = n_ij/n_i dan precision(i,j) = n_(ij)/n_j. n adalah jumlah anggota cluster. F Measure dihitung dengan rumus F(i,j) = (2 * recall(i,j) * precision(i,j)) / ((precision(i,j) + recall(i,j)).

Referensi:
Michael Steinbach, George Karypis, dan Vipin Kumar (2000). A Comparison of Document Clustering Techniques. Technical Report #00-034, Department of Computer Science and Engineering, University of Minnesota.





I Love You by 尾崎豊

24 08 2011

I Love You by 尾崎豊 (Ozaki Yutaka). This song is a legendary song for Japanese youngsters or at least youngsters in the era of 90′s, since this singer has died in a very young age, and this song of him was very popular at that time.

Lyrics:

I love you ima dake wa kanashii uta kikitakunai yo
I love you nogare nogare tadori tsuita kono heya
Nani mo ka mo yurusareta koi ja nai kara
Futari wa maru de sute neko mitai
Kono heya wa ochiba ni umoreta akibako mitai
Da kara omae wa koneko no you na naki goe de

Kishimu beddo no ue de yasashi sa wo mochi yori
Kitsuku karada dakishime aeba
Sore kara mata futari wa me wo tojiru yo
Kanashii uta ni ai ga shirakete shimawanu you ni

I love you waka sugiru futari no ai ni wa furerarenu himitsu ga aru
I love you ima no kurashi no naka de wa tadori tsukenai
Hitotsu ni kasanari ikite yuku koi wo
Yume mite kizutsuku dake no futari da yo
Nando mo ai shiteru tte kiku omae wa
Kono ai nashi de wa ikite sae yukenai to

Kishimu beddo no ue de yasashi sa wo machi yori
Kitsuku karada dakishime aeba
Sore kara mata futari wa me wo tojiru yo
Kanashii uta ni ai ga shirakete shimawanu you ni

Sore kara mata futari wa me wo tojiru yo
Kanashii uta ni ai ga shirakete shimawanu you ni

Japanese Lyrics:

I love you 今だけは悲しい歌聞きたくないよ
I love you 逃れ逃れ辿り着いたこの部屋
何もかも許された恋じゃないから
二人はまるで捨て猫みたい
この部屋は落葉に埋もれた空き箱みたい
だからおまえは小猫の様な泣き声で

きしむベッドの上で優しさを持ちより
きつく躰 抱きしめあえば
それからまた二人は目を閉じるよ
悲しい歌に愛がしらけてしまわぬ様に

I love you 若すぎる二人の愛には触れられぬ秘密がある
I love you 今の暮しの中では辿り着けない
ひとつに重なり生きてゆく恋を
夢みて傷つくだけの二人だよ
何度も愛してるって聞くおまえは
この愛なしでは生きてさえゆけないと

きしむベッドの上で優しさを持ちより
きつく躰 抱きしめあえば
それからまた二人は目を閉じるよ
悲しい歌に愛がしらけてしまわぬ様に

それからまた二人は目を閉じるよ
悲しい歌に愛がしらけてしまわぬ様に








Follow

Get every new post delivered to your Inbox.